----- Original Message -----
From: Alec St. Rangkayo Labih <[EMAIL PROTECTED]>

> Dear "Evi"
>
> 1. Apakah anda mencoba mengindikasikan Siti Maryam  memiliki dua "jenis
kelamin" dalam dirinya? Hiiiii...ngeri aaah takuuut!.

Dear Alec,

Kemarin menyangkut syariah dan hikmah, siapa sih yang memulai menulis ttg
hermaphrodite? Kalau kemarin itu Anda menuliskan ttg fenomena ibu Isa AS
sebagai hikmah bahwa di dunia ini makhluk hidup itu tidak harus selalu
berpasangan(kawin), tentu saya akan berargumen dg cara lain. Well Alec,
argumen manusia hanyalah ttg bahasa.Tidak perduli apakah mereka argumen
mereka berlandaskan logika akademis, logika teologis, atau logika mistis
argumen tetaplah argumen. Ia  hanyalah sebuah bahasa yang berusaha mencari
jalan pembenaran terhadap pandangan subjektif kita tatkala berinteraksi
dalam kehidupan.  Tidak ada yang salah dalam hal ini. Yang salah adalah
ketika kita mencoba meminjam kekuasaan Tuhan, seperti tanpa bertanya kita
tahu ttg orang lain. Singkatnya, saya tidak mencoba  mengiindikasikan
apa-apa ttg Siti Maryam, jadi saya tidak perlu merasa ngeri atau takut. Lagi
pula siapa yang mengatakan Siti Maryam hidup selibat sepanjang umurnya?



>
> 2. Kalau "Evi" ingin menggugat "kebenaran" ala ilmuwan itu, silakan,
teruskan perjuanganmu, Nak (He.....he.....he....)

Thanks atas doa restunya. Saya akan pilah-pilah, dimana saya harus menggugat
ala ilmuwan dan dimana saya harus menggugat ala ibu rumah tangga. So, I
will!  Wish me luck.


> 5. Hadiah dikirim 24 jam sebelum nama pemenang diumumkan di RantauNet.
Thanks.

Mak Ban, tolong rilis nomor rekening RF soon.

> Sekilas Info:
>
> Favorit saya dulu waktu lagi meng-"eyong" si buah hati, bukan lagu
Timang2, tapi tembang Melayu best seller "Dodoi Si Dodoi" dan the Javanese
theme "Tombo Ngati" (Paubek Hati) versi Wali Songo ......Pss........Siapa
nanya?...

Hehe...saya gagal jadi mantu orang jawa, jadi saya kurang banyak interaksi
dengan tembang-tembang yang biasanya banyak dilantunkan dalam suasana
keakraban seperti itu. Melalui literatur saya tahu bahwa para ibu biasanya
mengambil pupuh dari serat wedhatama untuk meng-"eyong" buah hati
mereka.Apakah Tombo Ngati berasal dari serat yang sama? Tapi akhir tahun
kemarin, di sebuah hotel di Wonosobo saya sempat  terlena oleh sebuah
tembang beriring orchestra gending. Mereka katakan itu pupuh Sinom. Versi
Wali Songo? Memangnya ada banyak versi dalam melantunkan tembang-tembang
tsb? Saya tidak tahu siapa wali yang melantunkannya. Yang saya tahu adalah
salah satu sunan yang sangat "nyeniman"  yaitu sunan Kali Jaga.


Love juga,

Evi

>



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke