Dusanak-dusanak kasadonyo, ASS. wr. wbr
Saya sangat suka diskusi ini, tapi saya sangat tidak suka dengan
istilah-istilah kurang etis dan yang kurang enak dibaca. Tolonglah sanak
berdiskusi dengan kepala dingin, lapang dada, tidak menghina, apalagi
menghina agama yang dianut. Kita harus berdiskusi dengan kata-kata yang enak
dibaca, sopan santun dijaga, tidak hanya memakai otak, tapi juga menggunakan
hati nurani.
Perempuan yang lebih dari separuh dari bangsa kita, merupakan potensi
bangsa. Bila perempuan selalu didiskriminasikan, di nomor duakan, selalu
dijadikan "pelayan" atau hanya pelaksana/ pemelihara artinya tidak diberi
kesempatan merencana, mengambil keputusan, memonitor, mengevaluasi maka
bangsa kita akan rugi besar. Perempuan yang lebih dari separuh penduduk
negara kita/ bahkan dunia, berhak menjadi potensi bangsa, oleh karena itu
perlu diberdayakan. Karena sudah cukup lama potensi ini, disia-siakan,
akibatnya negara kita jua yang rugi. Jangan lagi merendahkan perempuan,
karena perempuan laki-laki sama didepan Allah SWT, yang membedakannya adalah
amal ibadah, amal jariah, dan ilmu amaliahnya. Agama kita yaitu agama Islam
sudah mengangkat perempuan semulia-mulianya, aalam Al Qur'an sudah diatur
semuanya. Tapi jangan lupa bahwa yang diatur itu adalah hubungan suami
isteri...ingat itu sanak. Hubungan suami isteri, menyangkut Hablumminallah,
hubungan vertikal manusia dengan Tuhan. Tetapi.. masalah pemimpin di dunia,
adalah Hablumminannas, hubungan horizontal, sesam manusia. Hati-hati.. ..
kita terus menggali apinya Islam .... juga saya terus belajar tentang
ajaran agama saya yang saya anut yaitu Islam, jangan ada yang berdebat
kalau tidak paham betul. Khususnya dalam surat Annisa itu... banyak dibahas
masalah suami isteri, rumah tangga. Bicara laki-laki dan perempuan lain
dengan bicara suami isteri.
Awak urang Minang: Adat Bersendi Syarak, Syarak bersendi Kitabullah. Oleh
karena itu sanak-sanak yang saya cintai, kembalilah ke AlQur'an dan Hadis
nabi Muhammad SAW. Jadikan Al Qur'an itu teksbook yang utama.
Saya setuju saja perempuan menjadi pemimpin (pemimpin apa saja...samapi
jadi presiden) kalau dia mempunyai kemampuan dan memenuhi syarat, tidak ada
ayat-ayat dalam Al Qur'an yang melarangnya, masalah pemimpin ini adalah
urusan kita di dunia, dan karena jadi pemimpin itu adalah amanah dan
ibadah... bila mampu. Tapi kita tidak boleh menuntut.. perempuan menjadi
Imam (kecuali sesama perempuan), ini sudah diatur dalam Al Qur'an.. masalah
Imam adalah hubungan kita dengan Tuhan YME.
Begitulah sanak, mari kita berdayakan perempuan...bukan memperdayakan. Kita
perlu menuju kesetaraan dan keadilan gender, agar tercapai kemitraan yang
harmonis antara laki-laki dan permepuan dalam mengisi pembangunan ini.
WASS. wr. wbr
Zoer'aini
----- Original Message -----
From: panggugek panggugek <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 20 Februari 2002 6:36
Subject: [RantauNet] Si Pejantan yang Angkuh
> Si Pejantan yang Angkuh
>
> Mempertahankan pendapat bahwa "perempuan punya hak memimpin laki-laki"
> dianggap sebagai bermoral setingkat di bawah binatang? Mengukur moral
> binatang dengan menggunakan patokan kelakuan manusia? Tidakkah kita tahu
> bahwasanya seringkali manusia lebih dungu daripada binatang?
>
> Manusialah yang selalu mencari kesempatan dalam kesempitan, tidak pernah
> puas terhadap apa yang diperoleh, tetap merasa berkekurangan meski
> tetangga bergaji rendah, bersitega makan berlebihan sehingga perut
> terbusur keluar tanpa peduli jutaan orang kelaparan, mempertahankan
> ajarannya yang aneh sambil mengafirkan manusia lain, dan sebagainya dan
> sebagainya.
>
> Hal begini tidak ditemukan dalam dunia binatang. Mereka hidup sesuai
> dengan kodratnya dan tidak saling berbunuhan karena perbedaan pandangan
> maupun kepercayaan.
>
> Sedari kecil laki-laki tidak hanya menghisap susu dan kasih sayang dari
> perempuan tetapi juga menghisap hak-hak hidup perempuan secara
> terus-menerus sambil melakukan penghinaan-penghinaan yang menyakitkan.
>
> Saya mengkultuskan perempuan? Wah ...
> Yang ingin saya pekikkan adalah supaya kaum perempuan yang melahirkan
> kita ini tidak seenaknya diatur oleh laki-laki yang macho seperti
> pejantan edell yang memiliki pemikiran diskriminasi gender yang
> menjijikkan. Menggunakan filsafat "alam takambang jadi guru" dengan
> mencontohkan si jantan di hutan yang jadi kepala rombongan merupakan
> suatu pemikiran yang salah kaprah dan memalukan.
>
> Licik sekali dia memanfaatkan ideologi padang pasir demi pembenaran
> naluri binatang yang bersarang dalam jiwa kotornya.
>
> Manusia seperti edell tidak akan memberikan sumbangan apa-apa bagi minang
> apalagi indonesia malah sebaliknya membantu memurukkan kaki masyarakat
> dalam lecah kedunguan. Dia adalah contoh manusia pewaris sah dari
> peradaban kuno dengan sel-sel otak yang sudah memfosil dan kian membusuk.
>
> Hanya saya sajakah yang mendidih darahnya membaca tulisan yang menghina
> perempuan tersebut?
>
> Pang
>
> --------------------------------
>
> From: "edell" <[EMAIL PROTECTED]>
>
> he he, orang tak perlu tahu siapa edell, sebaliknya edell tak perlu tahu
> panggugek
> dan manusia minang lainnya yang bermoral setingkat dibawah binatang,
> yang mengkultuskan perempuan berlebihan menghinakan diri sendiri, alam
> takambang jadi guru, coba lihat di hutan sana , selalu jantan jadi kepala
> rombongan.
>
> --------------------------------
>
> From: "panggugek panggugek" <[EMAIL PROTECTED]> X-Originating-IP:
>
> Jumlah kepala manusia yang menghuni dunia ini ada 6 milyar dengan
> komposisi 48% pria dan 52% wanita. Jadi, kelebihan sekitar 240.000.000
> (?) wanita yang tidak kebagian pria. Bagaimanapun juga kaum wanita ini
> adalah golongan mayoritas di permukaan bumi. Telak percaya bahwa wanita
> dibuat begitu banyak adalah ulah tuhan, itu terserah.
>
> Namun, menyatakan bahwa "tidak akan berhasil satu kaum yang dipimpin oleh
> wanita" adalah pelecehan dan penghinaan yang sukar ditolerir. Adalah
> ajaran taik yang punya pandangan merendahkan begini terhadap kaum wanita
> apapun dan dari manapun ajaran tersebut diimpor.
>
> Laki-laki yang kebanyakan bermental babi ini tidak becus memimpin dunia
> sebagaimana yang sudah ditunjukkan oleh sejarah perjalanan umat manusia.
>
> Kalau saja edel berani terang-terangan begini di negara maju dan bukan di
> negara bajingan seperti indonesia yang menyembah-nyembah ajaran padang
> pasir tandus itu, certainly woman will grab his peter, twist it fiercely
> and his peter will become malfunction permanently. Trust me!
>
> Ada baiknya edel minta maaf kepada dunia. Kalau tidak, orang akan
> menganggap anda hidup dalam zaman yang terang benderang tetapi pikiran
> berada dalam zaman kegelapan.
>
> Panggugek
>
> --------------------------------
>
> >From: "edell" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Date: Sat, 26 Jan 2002 06:52:14 -0800
>
> >Ada hadis yang mengatakan "tidak akan berhasil satu kaum yang di pimpin
> >oleh
> wanita " kemudian ada ayat yang mengatakan " laki laki pempimpin atas
> perempuan "
> >Sekarang kita dipimpin oleh perempuan, karena laki laki gadang sarawa
> sadanya, lai jalas ? apa lagi yang berkepentingan mengangkat si padusi
> jadi pimpinan di jakarta sono.
>
>
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================