Dear dunsanacs

Sekadar ilustrasi:

The US have been a nation for hundreds of years but none of the 
presidents women. You know why? Because the quality of American men 
were still unbeatable by their women.

It is the QUALITY of man we are (supposed to be) talking about.

Love
Esteranc Labeh
JKT


--- In [EMAIL PROTECTED], "Prof. DR. Ir. Zoer'aini" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Dusanak-dusanak kasadonyo, ASS. wr. wbr
> 
>      Saya sangat suka diskusi ini, tapi saya sangat tidak suka 
dengan
> istilah-istilah kurang etis dan yang kurang enak dibaca. Tolonglah 
sanak
> berdiskusi dengan kepala dingin, lapang dada, tidak menghina, 
apalagi
> menghina agama yang dianut. Kita harus berdiskusi dengan kata-kata 
yang enak
> dibaca, sopan santun dijaga, tidak hanya memakai otak, tapi juga 
menggunakan
> hati nurani.
>      Perempuan yang lebih dari separuh dari bangsa kita, merupakan 
potensi
> bangsa. Bila perempuan selalu didiskriminasikan, di nomor duakan, 
selalu
> dijadikan "pelayan" atau hanya pelaksana/ pemelihara artinya tidak 
diberi
> kesempatan merencana, mengambil keputusan, memonitor, mengevaluasi 
maka
> bangsa kita akan rugi besar. Perempuan yang lebih dari separuh 
penduduk
> negara kita/ bahkan dunia, berhak menjadi potensi bangsa, oleh 
karena itu
> perlu diberdayakan. Karena sudah cukup lama potensi ini, disia-
siakan,
> akibatnya negara kita jua yang rugi. Jangan lagi merendahkan 
perempuan,
> karena perempuan laki-laki sama didepan Allah SWT, yang 
membedakannya adalah
> amal ibadah, amal jariah, dan ilmu amaliahnya. Agama kita yaitu 
agama Islam
> sudah mengangkat perempuan semulia-mulianya, aalam Al Qur'an sudah 
diatur
> semuanya. Tapi jangan lupa bahwa yang diatur itu adalah hubungan 
suami
> isteri...ingat itu sanak. Hubungan suami isteri, menyangkut 
Hablumminallah,
> hubungan vertikal manusia dengan Tuhan. Tetapi.. masalah pemimpin 
di dunia,
> adalah Hablumminannas, hubungan horizontal, sesam manusia. Hati-
hati.. ..
> kita terus menggali apinya Islam ....  juga saya terus belajar 
tentang
> ajaran agama saya yang saya anut yaitu Islam,  jangan ada yang 
berdebat
> kalau tidak paham betul. Khususnya dalam surat Annisa itu... banyak 
dibahas
> masalah suami isteri, rumah tangga. Bicara laki-laki dan perempuan 
lain
> dengan bicara suami isteri.
> Awak urang Minang: Adat Bersendi Syarak, Syarak bersendi 
Kitabullah. Oleh
> karena itu sanak-sanak yang saya cintai, kembalilah ke AlQur'an dan 
Hadis
> nabi Muhammad SAW. Jadikan Al Qur'an itu teksbook yang utama.
>      Saya setuju saja perempuan menjadi pemimpin (pemimpin apa 
saja...samapi
> jadi presiden) kalau dia mempunyai kemampuan dan memenuhi syarat, 
tidak ada
> ayat-ayat dalam Al Qur'an yang melarangnya,  masalah pemimpin ini 
adalah
> urusan kita di dunia, dan karena jadi pemimpin itu adalah amanah dan
> ibadah... bila mampu. Tapi kita tidak boleh menuntut.. perempuan 
menjadi
> Imam (kecuali sesama perempuan), ini sudah diatur dalam Al Qur'an.. 
masalah
> Imam adalah hubungan kita dengan Tuhan YME.
> Begitulah sanak, mari kita berdayakan perempuan...bukan 
memperdayakan. Kita
> perlu menuju kesetaraan dan keadilan gender, agar tercapai 
kemitraan yang
> harmonis antara laki-laki dan permepuan dalam mengisi pembangunan 
ini.
> 
> WASS. wr. wbr
> Zoer'aini



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke