Mohon maaf

Saya bukan dokter, hanya seorang praktisi ibadah Islam. Saya ingin 
berbagi pengalaman tentang kelebihan shalat Tahajud. 

Sebetulnya ini masalah "tabu" bagi orang-orang tertentu. Tapi demi 
kajian ilmiah Islamiah dan syiar, saya kira tak ada salahnya.

Salah satu efek Tahajud yang paling besar bagi seorang "bajingan" 
seperti saya adalah peningkatan vitalitas seks luar biasa sbb:

Hubungan rutin 3-4 (empat) kali sehari semalam. Paling sedikit 
(jarang terjadi) adalah 2 kali semalam selama 2 (dua) bulan berturut-
turut non-stop...NON-STOP 2-4 TIMES DAILY FOR 2 MONTHS. 

Saya tidak tahu apakah bulan Maret ini masih bisa maintain such the 
stability. Time will prove & I'll let you know only for good sake.

Ingat, supaya "iramanya" seimbang, istri anda juga harus Tahajud.
Syarat utama tiap shalat adalah: IKHLAS & KEBUTUHAN DASAR

Saya tidak tahu kalau motif shalat seseorang lebih pada tujuan medis 
bisa memberi efek seperti apa...

Selamat mencoba

Love
Esteranc Labeh
JKT


--- In [EMAIL PROTECTED], "Prof. DR. Ir. Zoer'aini" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Dusanak-dusanak kasadonyo,
> 
> Silahkan dibaco, sangaik menakjubkan dan Islam itu sangat rasional. 
Hanya manusiaNya, yang belum dapat mengungkapkan semuanya. Maka perlu 
selalu kito kaji, dan menangkap apinyo Islam.
> 
> 
> 
> Zoer'aini
> 
> 
> 
> 
> 
> SHOLAT MENURUT MEDIS
> 
> Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat  seseorang yang 
melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah (Qs  Al-
Isra:79) tapi juga sangat penting bagi dunia kedokteran.
> 
> Menurut hasil  penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, 
salah satu shalat sunah itu  bisa membebaskan seseorang dari serangan 
infeksi dan penyakit kanker.
> 
> Tidak percaya?
> 
> "Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajjud. "Jika anda melakukannya 
secara rutin, benar, khusuk, dan ikhlas, niscaya  and terbebas dari 
infeksi dan kanker". Ucap Sholeh. Ayah dua anak itu bukan 'tukang 
obat' jalanan. Dia melontarkan pernyataanya itu dalam desertasinya  
yang berjudul 'Pengaruh Sholat tahajjud terhadap peningkatan 
Perubahan Response ketahanan Tubuh Imonologik:
> Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunologi"
> 
> Dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih  gelar doktor dalam 
bidang ilmu  kedokteran pada Program Pasca Sarjana  Universitas 
Surabaya, yang dipertahankannya Selasa pekan lalu. Selama ini, 
menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah salat 
tambahan atau  sholat sunah.
> 
> Padahal jika dilakukan secara kontinu,  tepat  gerakannya, khusuk 
dan ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan respons  ketahannan 
tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A  dan limfosit-
nya yang berupa persepsi
> dan motivasi positif, serta dapat   mengefektifkan kemampuan 
individu untuk menanggulangi masalah yang  dihadapi  (coping).
> 
> Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar menggugurkan 
status sholat yang muakkadah (Sunah mendekati wajib). Ia 
menitikberatkan pada sisi rutinitas sholat, ketepatan gerakan, 
kekhusukan, dan  keikhlasan.
> 
> Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah  ikhlas ini sebagai 
persoalan mental psikis.    Namun sebetulnya  soal ini dapat 
dibuktikan dengan tekhnologi kedokteran.  Ikhlas yang selama ini 
dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara kuantitatif 
melalui  sekresi hormon kortisol.
> 
> Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur  dengan kondisi tubuh. 
Pada kondisi  normal, jumlah hormon kortisol pada  pagi hari 
normalnya antara 38-690  nmol/liter. Sedang pada malam hari-atau 
setelah pukul 24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter. 
> 
> "Kalau jumlah  hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang 
itu tidak ikhlas karena  tertekan. Begitu sebaliknya. Ujarnya seraya 
menegaskan  temuannya ini yang membantah paradigma lama yang 
menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau doktrin.
> 
> Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 
41 responden sisa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, 
Surabaya. Dari 41  siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan 
menjalankan sholat tahajjud
> selama  sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang 
bertahan sholat tahjjud  selama dua bulan. Sholat dimulai pukul 02-00-
3:30 sebanyak 11* rakaat,  masing-masing dua  rakaat empat kali salam 
plus tiga rakaat. Selanjutnya,
> hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya 
(paramita, Prodia  dan  Klinika).
> 
> Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin  
bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak  
melakukan  tahajjud. Mereka yang  rajin dan ikhlas bertahajud 
memiliki  ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menaggulangi 
masalah-masalah yang
> dihadapi dengan stabil.
> 
> "jadi sholat tahajjud selain bernilai ibadah, juga  sekaligus sarat 
dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol  kognisi. 
Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi  positif dan coping 
yang efectif, emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari 
stress,"
> 
> Nah, menurut Sholeh, orang stress itu biasanya rentan sekali 
terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan sholat tahajjud yang 
dilakukan secara rutin  dan disertai perasaan ikhlas serta tidak 
terpaksa, seseorang akan memiliki  respons imun yang baik, yang 
kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. 
Dan, berdasarkan hitungan tekhnik medis menunjukan,  sholat tahajjud 
yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan  tubuh 
yang baik.
> 
> Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui 
semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh ALLAH 
kepadanya. Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita ???????
> 
> Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam  karena beberapa 
keajaiban  yyang di temuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat  kagum 
dengan penemuan tersebut  sehingga tidak dapat diterima oleh akal  
fikiran. Dia adalah seorang Doktor Neurologi.  Setelah memeluk Islam 
dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu ia telah 
membuka sebuah klinik yang bernama "Pengobatan Melalui Al Qur'an"  
Kajian pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang 
digunakan   seperti yang
> terdapat didalam Al-Quran. Di antara berpuasa, madu, biji hitam 
(Jadam) dan sebagainya. Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk 
memeluk Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian 
saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak 
manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak 
manusia memerlukan  darah yang cukup untuk berfungsi secara yang 
lebih normal.
> 
> Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan 
bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut 
melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. 
Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini 
artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar  
sembahyang 5 waktu yang diwajibkan oleh Islam.
> 
> 
> Begitulah keagungan  ciptaan  Allah. Jadi barang siapa yang tidak 
menunaikan sembahyang maka otak tidak  dapat menerima darah yang 
secukupnya untuk berfungsi secara  normal. Oleh karena itu kejadian 
manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam "sepenuhnya" 
karena sifat fitrah  kejadiannya memang telah  dikaitkan oleh Allah 
dengan agamanya yang indah ini.
> 
> Kesimpulannya :  Makhluk Allah yang  bergelar manusia yang tidak   
bersembahyang apalagi bukan  yang beragama  Islam walaupun akal 
mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di  dalam sesuatu 
keadaan mereka akan hilang  pertimbangan di dalam membuat keputusan  
secara normal.
> Justru  itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-
segan untuk  melakukan  hal-hal yang bertentangan dengan fitrah  
kejadiannya walaupun akal mereka  mengetahui perkara yang akan 
dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan  kehendak mereka karena 
otak tidak bisa untuk mempertimbangkan secara lebih  normal. Maka 
tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial  Masyarakat 
saat ini.


RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke