Republika, Senin, 25 Februari 2002
Pascahaji
Oleh : Hery Sucipto
Usai sudah rentetan drama kolosal haji. Para jamaah praktis kini tinggal memperbanyak amalan-amalan sunahnya menghabiskan waktu yang tersisa di tanah suci. Seluruh rangkaian rukun dan syarat haji yang mereka kerjakan dengan wukuf di Arafah dan mabit di Mina sebagai dua rangkaian terberat, menyisakan kenangan tersendiri. Kisah tak terlupakan itu kelak mereka bawa ke kampung halaman, berbagi cerita dengan umat Islam lainnya.
Hanya sekadar kenangan? Tentu tidak. Lebih dari itu, setiap jamaah haji Indonesia --yang Insya Allah Rabu lusa mulai tiba di tanah air-- sudah pasti berharap kelak menjadi haji mabrur. Ucapan "semoga menjadi haji mabrur", terlontar oleh sanak keluarga, kerabat, dan handai tolan yang menemuinya. Doa ini didasarkan pada hadis Nabi bahwa bagi haji mabrur, tiada lain balasannya kecuali surga. Demikian halnya ada doa yang diajarkan Nabi untuk para hujjaj ketika melontar jumrah: "Allahumma ij'alhu hajjan mabruuran" --Ya Allah jadikanlah haji ini haji mabrur.
Jadi, haji mabrur adalah istilah dari Nabi sendiri. Mabrur adalah orang yang memiliki sifat-sifat bajik. Ia tergolong orang yang abrar, yang senantiasa berbuat kebajikan. Perbuatan bajiknya sendiri disebut al birr, yang terjadi karena ketaatan, kesalehan, kebenaran, belas kasih, dan kedermawanan. Dalam Alquran, orang yang abrar disebut enam kali pada empat surah, yaitu dalam Ali Imran dua kali, Al Insan sekali, Al Infithar sekali, dan dalam Al Muthaffifin dua kali. Salah satu dari ayat tersebut berupa doa, "Wa tawaffana ma'a al abrar" --Dan wafatkanlah kami ya Allah, bersama orang-orang yang abrar. Demikian penggalan akhir ayat surah Ali Imran 193.
Salah satu di antara al asma al husna Allah adalah Al Barr, yaitu nama yang mengandung sifat-Nya sebagai Maha Pembawa Kebaikan. Makna yang terkandung dalam sifat tersebut erat kaitannya dengan mabrur, al abrar, dan al birr. Bila mengacu pada makna Al Barr itu, mereka yang tergolong sebagai abrar adalah mereka yang dalam dirinya melekat sifat kebajikan (mabrur) dan karenanya selalu melahirkan perbuatan bajik (al birr).
Dutamardin Umar
- [RantauNet] Haji Mabrur Ajoduta17
- Ajoduta17

