Untuak nan mudo-mudo,

Ambo kopikan dari lapau sabalah (kRikil) saketek curito samaso PDRI di
Bukittinggi, mudah-mudahan dapek panambah kaji nan mudo-mudo.

mak Sati
========================================

SH  270202

"De Eerste Indonesische Adelaar",
"In Memoriam" Komodor Hubertus Suyono

Tahun 1948, pada saat itu situasi genting, pemerintahan darurat
didirikan dalam pengungsian di Bukittinggi. Soekarno-Hatta telah
ditangkap Belanda, setelah clash ke-2 pecah. Hubertus Suyono adalah
orang yang paling sibuk karena posisinya yang paling strategis di
dalam mempertahankan eksistensi Pemerintahan Darurat Republik
Indonesia (PDRI) di bawah kepemimpinan Syafruddin Prawiranegara.
Komodor Suyono pada waktu itu menggantikan posisi Surya Darma yang
ikut ditangkap Belanda, menjadi Kepala Staff Angkatan Udara.
Bersama Kepala Staff Angkatan Perang Kolonel Hidayat, yang sekaligus
Panglima Tentara Teritorium Sumatra, Komodor Suyono harus membangun
komunikasi radio dengan dunia internasional, agar tahu bahwa Republik
masih ada. Kontak-kontak penting pada waktu itu adalah New Delhi dan
Singapura sebagai perantara ke seluruh dunia, terutama ke Paris dan
PBB. Radio Angkatan Udara yang menjadi tanggung jawab Komodor Suyono
adalah alat strategis untuk mencari dukungan internasional terhadap
PDRI di Bukittinggi, yang memback-up radio angkatan darat sebagai
radio taktis.
Lewat hubungan radio inilah PDRI dengan didukung oleh negara-negara
sahabat mendesak PBB, agar memaksa Belanda kembali ke meja
perundingan. Bersama Wiweko (pendiri Garuda Indonesia Airlines di
Luar Negeri), Suyono menggalang dukungan dana lewat Duta-Duta RI di
luar negeri untuk kepentingan perjuangan dan perang di dalam negeri.
Dunia sadar bahwa, Republik masih berdiri dengan adanya PDRI,
walaupun Belanda telah menangkap para pimpinan, tapi tentara dan
rakyat masih terus bergerilya di bawah kepemimpinan PDRI.
Tak heran, karena di dalam pasal 30 UUD' 45 dalam keadaan darurat
seperti tahun 1948 itu rakyat wajib untuk membela negara. Maka pada
bulan Juli 1948, lewat sandi instruksi "Ibu Pertiwi Memanggil" yang
dikeluarkan oleh Jenderal Sudirman yang dikumandangkan lewat radio-
radio dari pagi sampai sore, telah berhasil membangkitkan perlawanan
habis-habisan oleh rakyat dan laskar-laskar di semua front yang
diduduki Belanda pada waktu itu.
Peran Komodor Suyono adalah mengabarkan jalan pertempuran ke dunia
internasional tersebut, sehingga dunia tahu bahwa rakyat Indoensia di
bawah kepemimpinan PDRI saat itu sedang melakukan perlawanan dengan
satu tujuan merebut kedaulatan Republik Indonesia ke tangan rakyat
Indonesia.
Klaim de republiek heeft opgehouden te bestaan yang digembar-
gemborkan oleh HVK Bill (pengganti Van Mook) dapat dipatahkan dan
tidak terbukti. Karena dunia akhirnya melihat bahwa Belandalah yang
melanggar perjanjian dalam setiap perundingan.
PDRI di bawah kepemimpinan Syafruddin Prawiranegara dibantu oleh
Komodor Suyono (AU), Kol.Nazir (AL), Jenderal Sudirman dan Kolonel
Hidayat (AD) berhasil menjalankan fungsinya di Bukittinggi.
Bukittinggi sebagai basis pemerintahan darurat sebenarnya sudah
dipersiapkan jauh hari oleh Soekarno-Hatta, pada saat Dan Yahya
mengajukan memo kepada Soekarno-Hatta bahwa karena hijrah Siliwangi
ke Jawa Tengah, maka Jawa Tengah terlalu sempit bagi dua divisi :
Diponegoro dan Siliwangi, untuk meghadapi Belanda. Dengan memo itu,
Hatta menginstruksikan Lukman Hakim bersama beberapa orang perwira
Kawilarang, Ibrahim Adji, Dan Yahya dll untuk membangun basis,
sebagai persiapan di Bukittinggi apabila Jawa diduduki oleh Belanda.
Komodor Suyono yang lahir di Blitar 31 Agustus 1915 dan meninggal 22
Februari 2002 ini, telah berjuang sepenuhnya demi eksistensi
Republik, berhak mendapatkan penghargaan dari seluruh rakyat
patriotik Indonesia, walaupun situasi sekarang semakin jauh dari cita-
cita Suyono sendiri pada waktu PDRI di Bukittinggi. Belanda
menyebutnya de eerste Indonesische adelaar, karena seleksi ketat dari
Belanda untuk masuk dalam pendidikan angkatan udaranya, akibat
politik warna kulitnya (kata mereka, bangsa Melayu tidak memiliki
tingkat kecerdasan yang memadai untuk menjadi penerbang). Namun
Komodor Suyono bersama Komodor Suryadarma, pada akhirnya dapat
mendirikan AU Republik Indonesia. Bahkan telah berperan penting dalam
menentukan kelangsungan negara ini. (SH/web)



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke