Melihat sikon sekarang, saya kira Indonesia memang sudah menjadi "rumah kertas" dengan hiasan ornamen-ornamen gambar lambang partai yang menang pemilu kemaren. Masing-masing menegosiasikan "angin" yang mereka punya untuk menentukan arah terbang rumah kertas tersebut.....
salam -tg > ---------- > From: Indra Piliang[SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > > Kompas, 26/02/02 > > Kontraversi Revisi UU No. 22/1999 > Oleh: Indra J. Piliang > > .....<cut>...... > > Ketiga langkah itu hanyalah awal dari sebuah pekerjaan besar dan lama > untuk menemukan Indonesia baru yang lebih sejahtera. Ketiganya harus > seiring dengan proses penegakkan keadilan hukum, keadilan ekonomi, dan > upaya menuntut penjahat-penjahat ekonomi-politik masa lalu membayar > kesalahannya, juga melakukan pertobatan kolektif. Jangan sampai hanya > karena membela paham yang dasar pijakannya tak jelas, Indonesia menjadi > rumah kertas yang siap terbang kemana-mana, tak tentu arah dan rimba. > @2002 > > Indra J. Piliang, peneliti CSIS, Jakarta. > > RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

