Ass. W.W.,

Wah, disini kita sangat berbeda pendapat, dan saya paling  sangat tidak 
setuju,"mengeritik
habis waktu " dalam hal mengeritik,,,yg penting apa materi yg di kritik dan
bgmn cara menyampaikannya (ethics), kritikan memberikan pendapat yg brilliant
dan
absah.. apa gunanya pers/mass media, public hearing,,debate, diskusi..
semata-mata dan salah satunya untuk mencari ide2 yg baik, tulen dan brilliant,
dan dapat kita terima bersama. Kawan yg sedang berbahasa
English di cap "kacau baliau", that is totally wrong... maaan.., kalau
belum ada waktu memperbakikinya, ya just be quite.. no hard feeling..

Seperti kita ketahui,, di kota2 negara maju.. adanya "town meeting", ketemu
Badan Perwakilannya,,dll, pertemuan ini diadakan utk melihat
sampai dimana kebijakan si penerima mandat rakyat melaksanakan tugas nya, dan
siap untuk dikritik.. walaupun kritik kan itu diangap 
angin lalu, kadang2. Kebiasaan yg baik ini harus nya dibina, dan diperbaiki
sambil jalan,, daripada " jangan mengeriktik, habis waktu"..
 
Demontrasi mahasiswa, massa,.. adalah bentuk kritikan yg telah buntu, maka perlu
DPR jalanan, perlu berbondong2..show of force,  karena
saluran kritik sebagai nilai2 demokrasi tidak tersalurkan (kita lihat
adanya tindakan kekerasan, lempar batu,.. gunakan peluru tajam/karet..)
jadi dengan adanya lembaga yg peka dgn kritikan "' mudah3=2an segala
tindakan kekerasan dan korban bisa dihindarkan,, inilah bentuk kritikan
dalam kehidupan bernegara...jadi awak terutama saya sendiri perlu belajar mengeritik
dan di kritik....Kritikan yg tidak digubris.. biaya
nya terlalu tinggi dan banyak. Contoh: APBD Sumbar.. kapan adanya dengar pendapat
yg memadai (jangan diberitahu Sabtu... dan pertemuannya  
Senin.., mana sempat dipelajari ,,..), toh lihat sekarang.. banyak Universitas
dan LSM. dan ...FPSB.. (habis waktunya.sekarang., sebagai biaya yg harus 
dikeluarkan...,
Satu hal yang perlu saya renungkan,, satu saat dan kondisi tertentu ...
"tanpa kritik adalah kriminal".. silence is crime..

Wass.. Muz Irman.

Assalamu'alaikum WW,

>Dunsanak ambo nan basamo, jangan habiskan waktu untuk mengkritik.
>
>Anda akan memiliki lebih banyak "waktu" dengan tidak mengkritik. Setiap 
>orang memahami sesuai prasangkanya. Setiap orang berhak mempertahankan 
>pendiriannya. Jadi untuk apa anda menyusahkan diri dengan mengkritik apa 
>yang terjadi pada orang lain. Anda takkan mampu memahami semua hal. Anda 
>mungkin tidak melihat apa yang dilihat orang lain. Keterbatasan pikiran dan

>prasangkalah yang membuat anda takabur sehingga seolah-olah melihat apa yang

>
>tak dilihat orang lain. 

>Bila perahu anda bocor di tengah lautan. Kritik pada si pembuat perahu tak


(sanak keliru, waktu beli perahu harus di check dan recheck, kalau perlu double
check... plus warranty..
>akan menolong anda dari ketenggelaman. Anda harus menambal lubang, atau 
>terjun ke air dan berenang. Ini menolong anda sendiri. Semua tindakan bagai

>simpanan yang akan anda tarik kelak. Dan seburuk-buruknya simpanan adalah 

>kecaman. Sedangkan pertolongan selalu memberikan bunga yang terbaik. 


>Menahan emosi pahit tetapi akibatnya manis. 
>
>Obat mujarab bagi kemarahan ialah diam. Menyesal karena tidak berbicara 
(tidak setuju lagi.. marah itu perlu.. yg penting pada tempatnya..dan
kondisi kasusnya..sanak..., tp kalau sanak tidak prihatin dgn nasib
orang Sakai,.. ditempat sanak .. berkarir.. saya akan marah sama sanak)
Toh, sudah ada kan gerakan arah kesana...Mz..

>lebih baik dari pada menyesal karena berbicara. 
>Apabila anda merasa sudah tidak punya sopan santun lagi, sebaiknya anda diam.


>Wassalam,
>
>-- basa --
>
>-----Original Message-----
>From: Muzirman1 [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent: None
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Cc: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [RantauNet] tarimo kasih
>
>
>Sanak Rina, Ass. W.W.......
>Kelihatannya anda tidak "concern dan understanding", dgn cemooh dan
>koment yg membangun," kacau baliau" itu cemooh, dan tidak membangun,
>kalau yg membangun itu tunjukan dimana dan apa salahnya, baik grammar
>or word nya, bagi yg senang bhs. Inggris silah kan jawab dan respon
>dgn ingris, bg yg sedang belajar (seperti saya) akan menambah kausa
>kata saya dll. Seperti anda tulis,"strait" maksudnya straight kan?
>Bgmn kalau anda masuk website, lingkungan, biotek... yg kadang kala
>posting nya in English, so just give up, no way... honey...
>
>saudara Fendi, terus kan saja kalau anda tulis in English,,,I support 
>you, do not worry with "narrow minded people", but do not forget
>Pak Joni's email...
>
>Wass,... Muz Irman...
>>
>>janganlah terlalu cepat "sensitive" apabila mendapat 'construtive comment"

>
>>daripada seseorang. Saya pasti Pak Ismet tiada niat untuk mencemeeh saudara

>
>>tetapi jika ada usul yang baik untuk diketengahkan, sepatutnyalah ia
>>dilakukan dengan cara yang profesional agar apa yang diusulkan dapat
>>difahami dan jelas. Untuk Maju, kita harus menerima segala kritikan atau
>>pujian. Jangan jadi orang minang yang typikal, cepat 'merajuk' apabila
>>dicomment.
>>
>>Maaf jika tulisan saya menyinggung perasaan saudara.
>>
>>Rina.
>
>-----Original Message-----
>From: Muzirman1 [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent: None
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Cc: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [RantauNet] RE : Visi Sumbar dan Rencana ....., again and
>not your solution
>
>
>Dear Sanak, and Fendi Koto,
>
>I am glad if you are posting in English, so I can learn more in Enlish. 
>Don't be hesitated what our sanak said about our Enalish language, they do

>not
>how powerful English is  (Minang dialog and Indonesian are always our main

>languages,
>we love very much).
>I support you,...
>
>BTW, apa sanak punya eamil Pak Joni, Kepala Proteksi Tanaman Sumbar,
>Thanks a million...
>
>Muz Irman...
>Rina.... strait ? or straight ? (this is constructive , before "kacau
>baliau'...
>is cemooh, humiliated...tidak membangun....malu saya jadi orang Minang,
>>yes I agree.....I can see that you have good ideas which we can work on,
>but
>
>>please use minang language and strait to the point. What would happen to
>>those who don't understand english. Bahaso menunjukkan bangso. don't you
>>agree???
>>
>>----- Original Message -----
>>From: M. Ismet Ismail <[EMAIL PROTECTED]>
>
>>> Fendi Koto pakai bahaso Minang se lah, inggriih anda ini kacau baliau
>
>-- deleted --
>
>RantauNet http://www.rantaunet.com
>
>Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
>===============================================
>Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
>http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
>ATAU Kirimkan email
>Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
>Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
>-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
>-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
>Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
>===============================================
>
_____________________________________________________
Get your free E-mail account at http://www.kompas.com
_____________________________________________________

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke