SISI LAIN DARI KEHIDUPAN HAMKA...

Judul buku   :HAMKA DIMATA HATI UMAT

Penyunting   :Nasir Tamara,Buntaran Sanusi, Vincent Djauhari

Penerbit     :Sinar Harapan , Jakarta 1983, 437 halaman.


Assalamu'alaikum wr.wb.

Hamka adalah pribadi yang mengandung arti penting  dan harum  namanya  bagi
Tanah  Air,  bangsa  dan  Agama.  Kita mengangkat  namanya  bukan sekadar
karena   beliau  seorang tokoh , tetapi lebih dari itu pikiran-pikiran,
ajaran-ajaran dan   tingkah  lakunya  yang  memiliki  makna   unggul   dan
kharismatik.Oleh  sebab  itu,  sebagaimana  diutarakan   Tim Penyunying
bahwa  penerbitan  buku  ini  dimaksudkan  untuk mengingat  dan
mengenangkan kembali  masyarakat  luas  akan almarhum   Buya   Hamka   .
Buku   yang   diantarkan    ini mengungkapkan  pribadi  Hamka yang  belum
terungkap  semasa beliau  hidup  dengan segudang pengalaman dan kegiatan
yang menarik  untuk  dikenang  . Demikian  ulasan  pengantar  Tim Penyunting
mengiringi  tulisan-tulisan  dalam   buku   ini.  (halaman 17).

Buku  Hamka  Dihati Umat ini adalah  salah  satu  dari sekian   buku   yang
menyorot  segi-segi  kehidupan   Ulama terkemuka  ini. Penulis dan
Contributor tulisan  dalam  buku ini  diklasifikasikan dalam berbagai bidang
yang  menyangkut status  Buya  Hamka.  Buya yang dipandang  sebagai
pemimpin politik,   agamawan,sastrawan  ,  wartawan  disamping   yang
terakhir adalah sebagai manusia biasa dimata hati umat.  Ada 32  penulis
yang  meyumbangkan tulisannya dalam  buku  yang setebal  432  halaman  ini.
Kesemuanya  penulis  itu   dari berbagai  kalangan terutama dibidang yang
biasanya  digeluti Hamka,  baik  sastera,politik dan agama  .  Hampir
semuanya memuji  Hamka  dan  ada satu dua yang menceritakan  beberapa
pengalamannya  bersama Hamka. Sorotan  terhadap  roman-roman yang  dikarang
Hamka.  Dan pengalaman kejengkelan  terhadap Buya  juga  diutarakan penulis
lewat tulisannya  dalam  buku itu.

Leon  Agusta  misalnya  menceritakan  pengalaman  masa kecilnya  bersama
Buya sekitar tahun  40  an  didesa  kecil Sigiran  tempat kelahiran Leon
dipantai barat Danau  Manijau yang  indah  itu . Sering sekali Buya
berkunjung kedesa  itu dalam  rangka  tabligh dan hampir setiap  berkunjung
kesana beliau  selalu menginap dirumah Leon. �Malam hari ia  sering ngobrol
bersama ayah saya Ilyas Sutan Pangeran sam �Pelajaran Agama Islam�   larut
malam�, cerita Leon. Apa kenangan Leon bersama Buya Hamka? � Selama  mereka
ngobrol  itu  saya  sering  disuruh  memijit kakinya  .  Nah itulah yang
membuat saya merasa dendam  pada waktu  itu. Bayangkan, ia cukup gemuk,
kakinya besar .  Saya berumur  sepuluh tahun ketika itu. Dikampung  kami
biasanya kami  tidur lebih cepat , tetapi karena harus memijit,  saya
terpaksa tidur terlambat. Saya ingat bagaimana rasanya sakit kepala  menahan
kantuk sehingga saya sering nyaris  tertidur sambil   duduk.   Tetapi
setiap  kali  saya   terhenti   ia menggoyangkan  kakinya membangunkan saya
dan  saya  terpaksa meneruskan   pekerjaan  memijitnya   lagi.   Sungguh
suatu pekerjaan yang menjengkel sekali�, kenang Leon dalam  bagian
tulisannya   yang   berjudul:�   Diakhir   Pementasan   Yang Rampung�,(
halaman 71 ).

Novel Hamka Tenggelamnya kapal Vander Wijck dan Dibawah Lindungan Ka�bah
adalah dua novel yang dinilai oleh Farchard Poeradisastra.  Cara
berceritanya  mirip  surat  ,   kurang menimbulkan  unsur  dramatik .
Menurut  Farchad  novel  ini kurang  berhasil kendatipun banyak dibicarakan
orang  .  Dan cara  Hamka  membunuh tokoh utama novel  ini  terasa  kurang
bijaksana.  Tokoh  yang ditampilkan selalu orang-orang  yang lemah  mental.
Jiwa revolusioner tak terpencar, dimana Hamka lebih  sering  melampiaskan
rasa tidak  simpatinya  terhadap adat  istiadat  Mingkabau yang kolot itu.
Hamid  dan  Zaenab pada  DBLK,  maupun Zainudin dan Hayati TKvdW  adalah
figur idealis  romantik  yang maunya dijadikan Romeo  dan  Juliet, namun
tak punya kenekatan seperti tokoh-tokoh yang terakhir ini.   Jadi tak
heranlah, kendati Zainudin berdarah  Makasar dari pihak ibu, namun ia tetap
muncul sebagai pribadi pemuda Minangkabau  yang  tak mempunyai hak dan
harga diri,  kalau tetap dikampung halamannya. (halaman 155).

bersambung ke 2/2

Wassalam,
Adi NS





RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke