Dear fellas

BCA tetap layak dijual
untuk meyakinkan "domba-domba" asing
yang bernama investor
bahwa di negeri ini
"serigala" sudah pada jinak

Paling, ada beberapa "penggembala"
yang sibuk shalat dan sujud
peduli amat soal "kepeang"
Selagi ada "anjing-anjing" gembala
yang patuh dan setia
pada tuannya

Love
Esteranc Labeh
JKT

(Catatan: Anda lupa economics of scale dari "penjualan saham")



--- In [EMAIL PROTECTED], Irdam Syah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Tolong dikonfirmasi kalau ado nan punyo info tambahan...
> 
> -tg-
> 
> > ----------
> > Subject: [Chevening-Indonesia] Kasus BCA - Kita Masih Dibodohi
> > 
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > Saya ingin mengangkat kasus BCA, saya heran juga MTI dan FID
> > diem ayem2 soal kasus ini. Padahal dalam kasus ini bisa dibilang
> > terjadi pembodohan besar2 an atas seluruh rakyat Indonesia.
> > 
> > Untuk mudahnya, saya buat begini (sumber dari tulisan2 di kompas)
> > 
> > -> http://www.kompas.com/kompas-cetak/0202/25/EKONOMI/adaa15.htm
> > 
> > - Harga BCA yang dianggap wajar: Rp 5 - 6 Trilyun. Ini berarti 
pemenang
> >   dalam tender BCA akan membayar sebanyak itu pada pemerintah.
> > 
> >   So masalahnya apa? here's the catch.
> > 
> > -> (http://www.kompas.com/kompas-cetak/0201/28/UTAMA/dive01.htm)
> > 
> > - Untuk menyelamatkan BCA, pemerintah menyuntikkan: Rp 58,2 
trilyun
> > 
> > - Dana itu segera dijadikan obligasi pemerintah. Artinya oleh 
BCA, 
> >   dana itu digunakan untuk membeli surat yang menyatakan 
> >   pemerintah berhutang pada BCA sebesar Rp 58,2 trilyun.
> > 
> > - Hutang tentunya ada bunganya, yang dibayar tahunan. Kalau 
> >   bunganya sebesar 12% per tahun, berarti pemerintah harus
> >   membayar sekitar Rp 7 trilyun setahun. 
> > 
> > - Setelah obligasi itu jatuh tempo, maka pemerintah harus 
membayar 
> >   kembali Rp 58,2 trilyun pada BCA. Jangan salah, uang tersebut 
> >   sebenarnya bukan uang pemerintah, tapi uang rakyat. 
> > 
> > Dari situ saja sudah terlihat keanehan. Bandingkan, BCA hanya 
> > dihargai Rp 6 trilyun, tapi tiap tahun mendapatkan 7 trilyun. 
kalau
> > punya uang, saya juga mau nih. 
> > 
> > Yang lebih aneh lagi adalah peserta tender tersebut. Standard 
Charter 
> > (Stanchart), yang rumornya adalah bidder terkuat, hanya mau 
membayar 
> > 30% dari bid nya (sekitar $2 trilyun) pada termin pertama. 
Sisanya akan 
> > dibayarkan oleh Stanchart setelah pemerintah membayar bunga 
obligasi.
> > 
> > Menurut perjanjian, bunga obligasi tersebut dibayar setiap 3 
bulan, atau
> > 4 kali setahun. Jika setahun bunga obligasi adalah 7 trilyun,  
berarti 
> > setiap tiga bulan, pemerintah membayar ke BCA sebesar Rp 1.75 
trilyun.
> > 
> > Apa yang akan dilakukan Stanchart, kalau mereka menjadi pemenang
> > tender BCA? Ongkang2 kaki saja. Begini soalnya:
> > 
> > - Setelah menang mereka akan membayar Rp 2 trilyun. Berarti 
> >   Stanchart masih berutang 6 trilyun - 2 trilyun = Rp 4 trilyun.
> > 
> > - Dalam enam bulan berikutnya, BCA mendapatkan pembayaran bunga
> >   obligasi dari pemerintah, yang jumlahnya 2 x Rp 1.75 trilyun = 
Rp 3.5
> >   trilyun. Asumsikan dari jumlah ini, Rp 2 trilyun digunakan 
untuk 
> >   pembayaran Stanchart ke pemerintah. Berarti Stanchart tinggal 
> >   berutang Rp 2 trilyun lagi.
> > 
> > - Dalam enam bulan kedua, kembali pemerintah membayar Rp 3.5 
trilyun
> >   ke BCA. Dan dengan hasil dari sini, Stanchart bisa melunasi 
utangnya 
> >   ke pemerintah.
> > 
> > - Setelah obligasi tersebut jatuh tempo, pemerintah harus 
membayar 
> >   hampir Rp 60 trilyun ke BCA. 
> > 
> > Kesimpulan
> > 
> > - Bayangkan, dengan modal Rp 2 trilyun, Stanchart akan mendapatkan
> >   lebih dari Rp 70 trilyun nantinya. 
> > 
> > - Walau nantinya dikatakan BCA dijual dengan harga Rp 6 trilyun, 
tapi 
> >   yang masuk kas negara sebenarnya hanyalah sepertiga dari situ.
> > 
> > - Stanchart akan menggunakan bunga obligasi yang dibayarkan 
> >   pemerintah ke BCA untuk membayar sisa dana pembelian BCA.
> >  Jadi uang yang dipakai ya muter2 uang itu2 juga.
> > 
> > - Karenanya, dengan skema ini, negara (dan karenanya rakyat 
> >   Indonesia) dirugikan sebesar Rp 4 trilyun, karena Rp 4 trilyun 
itu 
> >   secara real tidak pernah terealisasi. 
> > 
> > - Layakkah BCA dijual?
> > 



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke