Padang, Selasa
Sesepuh masyarakat Sumatera Barat (Sumbar), Ir H Azwar Anas menilai wacana
pemberlakuan syariat Islam yang getol dihembuskan kalangan elite parpol di
Sumbar pada hakekatnya merupakan langkah mundur.
"Itu merupakan langkah
mundur yang tidak perlu sampai terjadi
di daerah ini," ujarnya ketika
ditemui para Pengurus Ormas
Pemuda Tarbiyah Islamiyah Sumbar di kediamannya
di Kompleks
Dangau Teduh Padang, Selasa (12/3).
Pengurus Pemuda
Tarbiyah yang hadir pada kesempatan itu adalah Ketua Pemuda H Boy Lestari DT
Palindih, Wakil Ketua Syafri Yusuf
dan Sekretaris Drs Welhendri Azwar
Msi.
Azwar Anas yang juga Ketua Umum PB Tarbiyah Islamiyah menjelaskan,
syariat yang berintikan aturan-aturan dan hukum
Islam tersebut hanya dasar,
sementara tahapan selanjutnya yang
penting adalah tarekat, hakekat dan
mahrifat. "Mahrifat itu adalah Tuhan (Allah) yang justru sudah tercantum dalam
Pancasila," ungkapnya.
Menurutnya, yang penting sekarang adalah pelaksanaan (tarekat)
untuk
sampai pada hakekat dan selanjutnya menuju mahrifat.
"Dasar itu harus ada
untuk sampai pada tarekat, hakekat dan mahrifat," katanya.
Ia menambahkan, di masa lalu Piagam Jakarta yang berintikan
kewajiban
menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
itu, juga tidak
mengenakkan non Muslim dari Indonesia Timur
sehingga mengancam berdiri
sendiri.
Yang tidak enak, lanjutnya, termasuk Bung Hatta, karena itu
Panitia Sembilan akhirnya memutuskan sila pertama hanya Ketuhanan Yang Maha Esa
yang berarti adalah Allah. "Jadi menurut pendapat saya tidak perlu minta
melaksanakan syariat Islam seperti yang berlaku di Aceh, merupakan langkah
mundur karena justru dalam Pancasila sudah ditegaskan Tuhan Yang Maha Esa yaitu
Allah atau mahrifat," papar mantan Menteri Perhubungan itu.
Pada kesempatan itu mantan Gubernur Sumbar itu juga menghimbau
masyarakat
Minang agar memperteguh keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah. "Tingkatkan iman
kita sebaik-baiknya dengan melaksanakan semua perintah-perintahNya dan menjauhi
segala laranganNya sebagaimana yang ada dalam Alquran, sehingga dengan demikian
akan mempertebal rasa Taqwa kita kepada Allah, bukan sebaliknya taqwa dulu baru
iman," demikian Azwar Anas.
(Ant/ima)