Selasa, 12 Maret 2002, 09:03 WIB

Azwar Anas: Wacana Syariat Islam Langkah Mundur

Padang, Selasa

Sesepuh masyarakat Sumatera Barat (Sumbar), Ir H Azwar Anas menilai wacana pemberlakuan syariat Islam yang getol dihembuskan kalangan elite parpol di Sumbar pada hakekatnya merupakan langkah mundur.

"Itu merupakan langkah mundur yang tidak perlu sampai terjadi
di daerah ini," ujarnya ketika ditemui para Pengurus Ormas
Pemuda Tarbiyah Islamiyah Sumbar di kediamannya di Kompleks
Dangau Teduh Padang, Selasa (12/3).

Pengurus Pemuda Tarbiyah yang hadir pada kesempatan itu adalah Ketua Pemuda H Boy Lestari DT Palindih, Wakil Ketua Syafri Yusuf
dan Sekretaris Drs Welhendri Azwar Msi.

Azwar Anas yang juga Ketua Umum PB Tarbiyah Islamiyah menjelaskan, syariat yang berintikan aturan-aturan dan hukum
Islam tersebut hanya dasar, sementara tahapan selanjutnya yang
penting adalah tarekat, hakekat dan mahrifat. "Mahrifat itu adalah Tuhan (Allah) yang justru sudah tercantum dalam Pancasila," ungkapnya.

Menurutnya, yang penting sekarang adalah pelaksanaan (tarekat)
untuk sampai pada hakekat dan selanjutnya menuju mahrifat.
"Dasar itu harus ada untuk sampai pada tarekat, hakekat dan mahrifat," katanya.

Ia menambahkan, di masa lalu Piagam Jakarta yang berintikan
kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
itu, juga tidak mengenakkan non Muslim dari Indonesia Timur
sehingga mengancam berdiri sendiri.

Yang tidak enak, lanjutnya, termasuk Bung Hatta, karena itu Panitia Sembilan akhirnya memutuskan sila pertama hanya Ketuhanan Yang Maha Esa yang berarti adalah Allah. "Jadi menurut pendapat saya tidak perlu minta melaksanakan syariat Islam seperti yang berlaku di Aceh, merupakan langkah mundur karena justru dalam Pancasila sudah ditegaskan Tuhan Yang Maha Esa yaitu Allah atau mahrifat," papar mantan Menteri Perhubungan itu.

Pada kesempatan itu mantan Gubernur Sumbar itu juga menghimbau
masyarakat Minang agar memperteguh keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah. "Tingkatkan iman kita sebaik-baiknya dengan melaksanakan semua perintah-perintahNya dan menjauhi segala laranganNya sebagaimana yang ada dalam Alquran, sehingga dengan demikian akan mempertebal rasa Taqwa kita kepada Allah, bukan sebaliknya taqwa dulu baru iman," demikian Azwar Anas. (Ant/ima)

Kirim email ke