Sharing info, memang demikian lah adanya saat ini dan begini : Yang dialami oleh tetangga saya di Duri RIAU, cerita sama persis pagi jam 09:00 dapat telpon dan lansung si ibuk menangis ke rumah saya dan inisiatif saya minta si ibu bersabar sajenak sampai saya memastikan dari mana asal telpon itu dan bagaimana dengan anaknya diJakarta kuliah saat itu . Memang sayang anak si ibuk (ttg saya ) ini tak sabar menunggu klarifikasi, uang masukan ke bank Danamon saat itu,20 menit kemudian si penelpon mengucapkan 'thanks' dan berlalu ! atau telpon di putus. Satu jam kemudian dapat hubungan dengan anak si ibuk bahwasanya anak nya sehat wal'afiat. Memang hari itu dewifortuna buat si penipu tetangga gang tempat kami tinggal ini kena juga dan yang satu lagi atau ke 3 si penipu gagal karena si ibu itu mau bersabar sampai dia dan dibantu keluarganya yang lain mendapat hubungan yang jelas dan lansung dari anak mereka. Hal ini terjadi pada hari yang sama, jam selagi bapak bapak bekerja/kantor dan sasarannya ibuk ibuk.Maaf kalau kurang berkanan. wass pmm
jadi begini: A dan B (anak akuntansi Unpad, angkatan sekitar 97-98-99); adik kakak, laki-laki duanya; berasal dari palembang, ibunya tinggal di palembang; tadi, pagi-pagi ibunya diinterlokal oleh orang yg mengaku sebagai dr. Handoko (no. HP 0816727904) dari Kimia Farma RS Hasan Sadikin, Bandung; dan mengatakan bahwa si A dan B dua-duanya kecelakaan naik motor, dan dalam keadaan darurat, sehingga perlu dioperasi segera, namun butuh obat dan biaya yg besar, besarnya Rp 27 juta rupiah; obat itu harus segera dikeluarkan atas perintah dr. Herman ( HP 08129050574) dari UGD RS Hasan Sadikin, bandung; Dan mengatakan supaya si ibu segera mentrasfer uang sebesar itu ke rek. yang disebutkan si "dokter" tadi; yaitu ke rekening BNI cabang Mayestik (jakarta!) kalau tidak nyawa anaknya tidak bisa diselamatkan..krn obat tidak bisa dikeluarkan apotik; dan tentu saja ekspresi dari si penelpon sangat meyakinkan dalam menelpon; jelas si ibu panik sekali, (sebagai informasi sang suami belum lama meninggal dunia) namun sayangnya, meski telah dinasehati oleh beberapa kerabat untuk tidak mengirimkan uang tersebut, karena sangat mencurigakan, dan minta si ibu untuk tunggu beberapa saat, sebelum klarifikasi informasi dilakukan; serta adanya beberapa kejanggalan; namun entah karena panik, entah memang karena sangat mencintai kedua putranya, atau entah kena hipnotis dll. si ibu denagn bersikeras segera mentrasnfer ke no. yg bersangkutan; dan, seperti sudah diduga si ibu tertipu... kedua putra tersayang masih sehat wal alfiat di tempat kost; klarifikasi sebelumnya telah dilakukan kepada si A dan B sendiri, sayang no HPnya dua-duanya tidak aktif; si ibu ambil kesimpulan, HPnya rusak krn kecelakaan motornya cukup berat; padahal, sayangnya, si A dan B begitu saja percaya ketika seseorang yang mengaku dari Telkomsel menelpon dan menyuruh mereka utk mematikan HPnya karena ada perbaikan jaringan (apa hubungannya coba..); klarifikasi dilakukan denagn menelpon ke tempat kost; seseorang mengangkat dan membenarkan bahwa si A dan B lagi dalam keadaan parah di rumah sakit! (artinya anggota komplotan telah berjaga-jaga di sekitar telepon tempat kost!) kemudian ketika dicoba telpon ulang, telp. sibuk terus; kemungkinan sengaja ditaruh tidak benar; No. Rekening setelah dilacak atas nama Darma Saputra; tapi seperti no HP yg pra bayar, no rekening ini pastilah juga atas identitas palsu; setelah tertipu kerabat coba hubungi no HP tersebut kembali, kalau sebelumnya menjawab dengan gaya meyakinkan, dengan membawa-bawa nama allah; langsung berubah 180 derajat; si penipu dengan cueknya tidak mematikan HP mereka, tapi meladeni telpon marah-marah dari para kerabat; mereka meladeninya dengat tertawa-tawa: "lu yang bego mau aja ditipu.." "hebat kan kita, rapih kan tipuannya?" "emang gue pikirin..." "masih punya duit lagi, nggak? " ketika rekan kantor saya (cewek) hubungi no. HP tersebut, dijawab ketawa-ketawa dengan kalimat-kalimat vulgar yang melecehkan; sampai beberapa menit yll. saya sendiri menghubungi no. tsb, msh aktif; begitu diangkat saya diamkan saja, kemudian si punya HP misuh-misuh, carut-marut; menurut kerabat, setelah kejadian si penipu mencoba beberapa kali menjawab dengan dialek Batak, tapi sepertinya itu bohong, karena kelihatan dibikin-bikin; kemudian yg lain seolah-seolah dg dialek korea/jepang or sejenisnya; ketika saya telpon mereka sepertinya bicara dalam bahasa indonesia dialek jakarta, tapi tidak bisa dipastikan krn cuman misuh-misuh; yang keduakalinya mereka misuh dalam bahasa palembang; kejadian seperti ini memang tidak sekali; belum lama sebelumnya di bandung pernah menimpa anak mahasiswa yang berasal dari jambi; mereka selalu mengincar yg keluarganya jauh, terkutuklah si penipu. RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

