Ilustrasi saja ... saya di persalahkan tidak tegas ketika membiarkan
[EMAIL PROTECTED] FLAME di Balerong ini oleh anggota dan
dipersalahkan juga ketika [EMAIL PROTECTED] di banned di Balerong
ini, oleh anggota 8-( Saya mendukung keputusan KTT, karena ini sesuai
kesepakatan yang tertuang dalam TATA TERTIB ANGGOTA RANTAUNET. Dan
kelihatnnya banyak yang tidak tahu atau malah tidak mau tahu tentang
adanya Tata Tertib ini.

Ada beberapa hal yang perlu dijelaskan dari beberapa protes kepada admin
ataupun banyak pertanyaan dan juga terhadap kejadian di Balerong
RantauNet, akhir-akhir ini:

Masalah [EMAIL PROTECTED] adalah FLAMMING bukan pikiran-pikiran
beliau, dan hal ini pernah saya ingatkan kepada [EMAIL PROTECTED]
... dan dia berjanji akan mempergunakan kata-kata yang baik (lihat
emailnya dibawah) tetapi tetap sayang sekali dilakukan terus. Memang
tidak ada batasan yang jelas dari Flame ini, tetapi secara umum Flamming
maksudnya adalah mengirim email (posting) yang isinya menghujat,
meremehkan (pelecehan), posting kata-kata kasar atau marah-marah, yang
intinya membuat penerima email tersinggung (membakar). Posting yang
sering mengakibatkan terjadinya Flame, biasanya materinya berisikan
hujatan atau meremehkan terhadap suku, ras, gender dan agama
(keyakinan). Jadi tolong sekali dihindari posting-posting yang dapat
menimbulkan FLAME ini, yang sebenarnya sudah cukup jelas di atur dalam
"netiket" yang sudah ada sejak awal keberadaan email sekitar akhir
1980-an, mungkin jauh sebelum kita semua mempunya email dan di adopsi
beberapa klausul menjadi TATA TERTIB ANGGOTA RANTAUNET.

Sebenarnya saya tidak merasa perlu menanggapi polemik tentang di banned
nya [EMAIL PROTECTED] di Balerong awak, karena percuma. Biasanya
hanya akan membuat polemik baru pro-kontra yang tidak berkesudahan.
Padahal masalahnya sudah jelas ... FLAMMING. Tetapi karena administrator
dipersalahkan (ada pernyataan tidak simpatik dari anggota kepada
administrator) dengan kejadian ini, saya terpaksa menjelaskan ... bahwa
administrator tidak punya tanggung jawab pribadi terhadap adanya banned
terhadap anggota. KTT (Komisi Tata Tertib) berkuasa penuh melakukan
banned terhadap anggota, tentu saja berdasarkan TATA TERTIB ANGGOTA
RANTAUNET yang ada, sebagai kesepakatan kita bersama.

Terakhir ada juga kata-kata adanya sikap feodal dari KTT ... entahlah!?
Sikap asal tuduh ini, mudah-mudahan karena ketidak mengertian saja dari
keberadaan RantauNet. Ketika peraturan sudah disepakati ... harusnya
tidak tepat lagi tuduhan ini.

Sejak September 1999 (sejak saya menjadi administrator di Balerong ini),
baru sekali ini terjadi banned terhadap anggota atas keputusan KTT
(Komisi Tata Tertib) RantauNet. Sebelumnya yang saya tahu banned terjadi
hanya 2 kali, yaitu terhadap:
- Nadri Sa'aduddin
- Jusfiq Hadjar Sutan Maradjolelo
Jadi sejak 1992 berdiri Balerong ini baru 3 (tiga) orang yang kena
banned. Tidak signifikan rasanya menuduh KTT feodal dilihat dari jumlah
yang di banned. Banned terjadi adalah karena melanggar Tata Tertib.

Dulu ... RantauNet memang milis tertutup dimana diwajibkan mengirimkan
identitas yang jelas dulu, baru bisa menjadi anggota. Tapi seiring
dengan semakin besarnya traffic anggota yang subscribe/unsubscribe, maka
sangat menyulitkan administrator untuk terus meng handle hal seperti
ini.

Sebenarnya saya setuju dengan kembali ke aturan yang seperti ini ...
tapi sangat menyulitkan. Atau ada yang mau meng handle hal ini ...
silahkan saja! Tapi kalau dilihat perkembangan yang ada, hal ini juga
tidak efektif. Orang bisa saja mendaftar dengan identitas palsu. Siapa
yang tahu!? Yang paling tepat sebenarnya adalah mulailah bersikap dari
diri kita masing-masing dan tetaplah ada dalam aturan yang sudah ada.
Kalau memang ada aturan untuk memperkenalkan diri, harusnya kita ikuti.
Kalau ada aturan untuk tidak Flame, harusnya kita ikuti. Kenapa
begitu??? Karena begitu aturannya di Balerong ini. Peraturan adalah
kesepakatan.  

Juga milis ini idenya adalah sarana komunikasi, bertukar informasi dan
berdiskusi dengan tetap menjaga silaturahmi bisa sejalan dan tidak jauh
deviasi-nya keluar dari persoalan-persoalan Minang dan perantau Minang
khususnya dan Sumatera Barat umumnya. Dan itu ada dalam tata tertib nya
(lihat TATA TERTIB ANGGOTA RANTAUNET). Kalau tidak sepakat jangan pernah
ada dalam lingkup aturan ini, itu saran saya. Dan peraturan memang tidak
pernah memuaskan semua pihak. Tapi kita harus percaya peraturan itu
perlu.

Saya yakin kita tidak sepakat membiarkan milis menjadi tempat Flamming,
dengan berbagai pembenaran. Karena jika kita membiarkan hal seperti itu
dimulai artinya kita menyelesaikan masalah dengan membuat masalah baru.
Jadinya akan konyol ... yang ujungnya pasti tidak menyelesaikan
persoalan awal. Tidak bosan-bosannya saya sampaikan ... sekali lagi
tempat ini adalah sebagai sarana komunikasi, bertukar informasi dan
berdiskusi dengan tetap manjaga silaturahmi bisa sejalan dan tidak jauh
deviasi-nya keluar dari persoalan-persoalan Minang dan perantau Minang
khususnya dan Sumatera Barat umumnya. Tidak pernahkah kita berpikir,
jika dibiarkan flamming terus ada di milis ini, berapa materi terbuang
percuma untuk server, domain, bandwidth milis ini (ingat RantauNet bukan
milis gratisan) kalau hanya sebagai tempat sekadar berbeda pendapat
dengan Flamming yang tidak habis-habisnya, dengan alasan apapun.

Saya pribadi perlu menjelaskan sikap saya ... saya tidak pernah
mempermasalahkan apapun materi posting yang masuk kedalam mailbox saya,
tetapi sebagai admin disini saya punya tanggung jawab agar dapat menjaga
materi dan energi yang dikeluarkan oleh milis ini tidak terbuang
percuma, dengan tetap adanya kita semua dalam batasan etika yang telah
di atur oleh grup (milis) ini. Saya juga tidak akan memposisikan diri
saya sebagai orang yang sangat berkuasa di milis ini ... itu janji saya,
yang berulang-ulang saya sampaikan. Walaupun sangat memungkinkan saya
berbuat untuk hal seperti itu ... dan dalam dinamika milis ini sah-sah
saja.

Untuk kedepan, beberapa kali saya sampaikan ... bahwa peraturan yang
sudah ada, harus di revisi lagi. Juga tentang banyak keinginan untuk
memajukan Ranah Minangkabau, masyarakat Minangkabau dan Sumatera Barat
melalui milis ini ... dan saya yakin kita semua mempunyai cita-cita yang
sama. Tapi menurut pendapat saya milis ini hanya sebagai alat komunikasi
belaka, karena memang sejatinya milis adalah hanya sarana komunikasi dan
informasi dari personal ke komunitas. Kalau memang hendak melakukan
sesuatu yang nyata, sebaiknya tentu dengan kerja nyata juga ... bertemu,
berkenalan, bicara (silaturahmi). Saya percaya ... tidak akan ada wujud
silaturahmi yang baik, kalau identitas saja tidak mau menjelaskan,
ujungnya tidak akan ada kerja nyata yang pernah bisa kita lakukan ...
apapun bentuk cita-cita kita itu.

Ketika ada yang menawarkan diri untuk ikut berperan aktif baik sebagai
mediator, pengelola atau apapun namanya itu untuk komunitas kita semua
(kalau nggak salah Ronal Chandra), tidak banyak di komunitas ini yang
merasa perlu menjawab atau me respons hal ini???

Terakhir ... banyak bouncing email kembali ke server (sekitar 250 email
sehari) dari email-email dibawah yang menyebabkan tterganngunya server
dan mungkin mengakibatkan banyak hilangnya email yang dikirim ke
balerong RantauNet akhir-akhir ini, yaitu:

[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]

Jika tidak ada respons dalam 3 hari ini dari email-email di atas, saya
akan menghapus email di atas dari ke anggotaan RN.

Sekali lagi, saya berharap untuk dapat menggunakan milis ini sesuai
dengan yang sudah digariskan dan dapat berguna untuk cita-cita kita
semua ... untuk memajukan Ranah Minangkabau, Masyarakat Minangkabau dan
Sumatera Barat
------------------------
MIKO - Administrator
------------------------
NB. Maaf email ini di uleh-uleh di antaro kesibukan ambo. Mudah-mudahan
lai nyambuang, manjawek semua pertanyaan.

--- awal --------------------------------------------------------------

> -----Original Message-----
> From: panggugek panggugek
> Sent: 21 Februari 2002 13:23
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: Untuak Panggugek -->RE: [RantauNet] Si Pejantan yang
> Angkuh
> 
> 
> Perbedaan pandangan akan tetap ada dan bahasa yang saya gunakan cukup
> bisa diterima. Adanya segelintir orang yang merasa alergi terhadap 
> bahasa yang saya gunakan, saya tidak bisa apa-apa. Suara mayoritas 
> juga perlu diperhatikan. Berapa banyak yang merasa alergi terhadap
> bahasa tersebut? 
> Bagaimanapun juga saya akan berusaha menggunakan bahasa yang 
> baik. Terima kasih atas sarannya.
> 
> Pang

> -----Original Message-----
> From: panggugek panggugek
> Sent: 07 Februari 2002 06:36
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [RantauNet] edell
> 
> 
> Emil salim punya hati nurani dengan bekerjasama dengan biawak suharto
> yang sudah menghancurkan ratusan juta manusia indonesia? Saya amat 
> meragukan.
> 
> Saya cukup alergi mengetahui orang yang menempelkan gelar pusako atau
> gelar akademik yang tidak dengan sendirinya menggambarkan isi benak 
> orang tersebut, bagai mengepik kunyit di ketiak.
> 
> Pang

> -----Original Message-----
> From: panggugek panggugek
> Sent: 29 Januari 2002 06:37
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [RantauNet] [MN] kaba umum
> 
> 
> >From: "edell"
> >Subject: Re: [MN] kaba umum
> >Date: Sat, 26 Jan 2002 06:52:14 -0800
> >Ada hadis yang mengatakan "tidak akan berhasil satu kaum
> yang di pimpin
> >oleh wanita " kemudian ada ayat yang mengatakan " laki laki
> pempimpin
> >atas perempuan "
> >Sekarang kita dipimpin oleh perempuan, karena laki laki
> gadang sarawa
> >sadanya, lai jalas ? apa lagi yang berkepentingan mengangkat
> si padusi
> >jadi pimpinan di jakarta sono.
> 
> Jumlah kepala manusia yang menghuni dunia ini ada 6 milyar dengan
> komposisi 48% laki-laki dan 52% perempuan. Jadi, sekitar 240.000.000 
> (?) perempuan tidak kebagian laki-laki. Bagaimanapun juga kaum wanita 
> ini adalah mayoritas di muka bumi. Yang percaya bahwa wanita dibuat 
> begitu banyak adalah ulah tuhan, itu terserah.
> 
> Tetapi, menyatakan bahwa "tidak akan berhasil satu kaum yang di pimpin
> oleh wanita " adalah pelecehan dan penghinaan yang sukar ditolerir. 
> Adalah ajaran taik yang punya pandangan merendahkan begini terhadap 
> kaum wanita apapun dan dari manapun ajaran tersebut diimpor.
> 
> Laki-laki yang kebanyakan bermental babi ini tidak becus memimpin
> dunia sebagaimana yang sudah terpatri banyak dalam sejarah perjalanan 
> umat manusia.
> 
> Kalau saja edell berani berkata terang-terangan begini di negara maju
> dan bukan negara bajingan seperti indonesia, certainly woman will grab

> his peter, twist it fiercely and become malfunction permanently. Trust

> me!
> 
> Ada baiknya edell minta maaf kepada dunia. Kalau tidak, orang akan
> menganggap anda hidup dalam zaman yang terang benderang dengan pikiran

> yang berada dalam zaman kegelapan.
> 
> Panggugek

> -----Original Message-----
> From: panggugek panggugek [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: 31 Januari 2002 06:41
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [RantauNet] [MN] kaba umum
> 
> 
> Tujuan pengiriman tulisan tersebut jelas, sebagai protes keras
> terhadap tulisan yang menghina kaum wanita yang punya hak yang tidak
> boleh direnggut 
> oleh semua laki-laki yang sok pintar ini.
> 
> Sebagai tambahan, suku minang akan tetap terpuruk berkesinambungan
> tanpa adanya masukan-masukan dari orang rantau juga orang minang
> lain keturunan 
> cina, india, arab, dan sebagainya. Kalau tidak,semuanya 
> berpikir bagai katak 
> dalam tempurung.
> 
> Orang yang tidak sejalan dengan pikiran umum yang ganjil dikeluarkan
> dari milis ini? Itu terpulang kepada penguasa milis ini, tentunya.
> 
> Omong-omong, orang yang bergelar profesor bukan dengan sendirinya
> nalarnya jalan dalam semua bidang.
> 
> Panggugek

--- akhir --------------------------------------------------------------



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke