Saya kirimkan tulisan berjudul "menjawab evi + yang lain" (terlampir di bawah) tanggal 8 Maret yang lalu ke rantaunet tetapi ditolak dan juga tidak lagi menerima kiriman otomatis dari milis tersebut. Cukup jelas membuktikan bahwa saya sudah di-blacklist oleh penguasa milis ini.
Sementang pun begitu, izinkan saya sedikit memberikan pandangan yang tidak perlu ditanggapi dikarena saya langsung unsubscribe dari milis rantaunet sehabis mengirimkan tulisan ini. Alamat imel ini pun tidak akan dibuka lagi. Saya mengetahui betul beberapa orang minang yang berpandangan berbeda atau bertolak belakang dengan pandangan umum yang berlaku dalam masyarakat minang sudah di-blacklist dari milis ini. Oleh karena itu, pandangan saya yang sering ganjil di mata netters rantaunet (berapa %?) menjadi pemicu ditendangnya saya dari palanta tersebut. Pengikut milis tersebut sangat beragam yang di dalamnya terdapat para intelektual yang seharusnya punya tradisi mendukung kejujuran, kebenaran yang berlandaskan nalar serta objektif, dan memberikan tempat bagi setiap ideologi (termasuk ideologi padang pasir, tentunya). Karena semuanya bisu terhadap penendangan saya dari milis tersebut, saya jadi mempertanyakan keabsahan mereka sebagai intelektual. Juga, terhadap anggota milis lain dan penguasa milis itu sendiri yang bagai kebakaran jenggot bila saya menggunakan kata yang mungkin agak keras terhadap manusia yang merendahkan kaum minoritas dan wanita, tetapi dia membisu bila netters lain yang menggunakan kata-kata yang dialamatkan saya seperti "biarkan dia menyalak, iblis, .....". Ini merupakan suatu bahwa tidak ditemukan konsistensi dalam jiwa mereka. Ada yang bicara tentang DNA dan cloning sambil menghubungkan dengan ketuhanan. Tetapi, karena penghubungan ini dipaksakan kelihatan begitu naifnya dan tidak masuk akal. Sesuatu yang boleh jadi bikin mahasiswa minang manggut-manggut tetapi akan menjadi bahan tertawaan bagi siswa SMU di negara maju seperti amerika. Dari banyak segi, manusia minang (terutama yang tinggal di sumbar) berada dalam zaman kekelaman dengan sifat-sifat manusia yang kian menurun. Contoh nyata dapat dilihat dari bagaimana mereka berlaku setiap hari dalam keegoisan yang mengerikan. Masyarakat ini perlu dibedah dan mengeluarkan kanker yang menjadi penyebab segala kenistaan ini. Sesuatu yang cukup mustahil karena ini menyangkut adat dan agama yang mereka anut yang tidak boleh diganggu-gugat betapapun ganjilnya hakekat institusi ini. Tidak ada keterbukaan dan segala sesuatunya sudah merupakan harga mati yang tidak boleh diungkit-ungkit. Siapa pun tahu bahwa kehidupan tidak ada yang berharga mati, segala sesuatunya berubah sejalan dengan gerakan waktu. Itu adalah hukum alam yang tidak bisa diubah. Manusia ini begitu bersibebas mengkritik ajaran orang lain dan naik darah apabila keganjilan agamanya disinggung sedikit saja. Suatu standar ganda yang menyedihkan. Sikap tutup mata terhadap realitas dan logika yang berlaku tidak akan membantu perkembangan apa-apa. Teori evolusi dan dialektika diusahakan tidak disinggung-singgung. Dalam kondisi begini generasi muda yang akan menentukan hitam putihnya negeri minang tidak beroleh kesempatan untuk memilih budaya atau ideologi yang sesuai dengan zamannya. Mereka terpaksa mengikuti apa yang dianut oleh orang tuanya selagi masih mau dianggap sebagai manusia beradab. Tidak ada perkembangan pemikiran yang manusiawi di sini dan mereka terpaksa mewarisi jiwa miskin sehingga menjadi budak terus-menerus dalam arahan dunia maju. Monster dusta dan kepalsuan akan tetap bersarang dalam masyarakat ini. Banyak yang hendak saya tulis dan diskusikan dengan sanak semua. Tetapi, itu sudah berakhir sebelum terwujud dan mungkin saya akan muncul lagi kapan-kapan apabila sudah terjadi revolusi dalam milis ini. Ingat, bahwa revolusi dalam alam semesta ini tidak pernah berhenti sebagaimana juga yang diungkapkan oleh filipina sebagai "never ending revolution" dan amerika sebagai "permanent revolution". Jadi, orang minang sudah menjadi mayat kalau tidak terdapat jiwa revolusi dalam batin mereka. Saya tegaskan lagi bahwa keinginan saya adalah melihat minang maju seperti negara maju lainnya serta menentang semua penghinaan terhadap minoritas dan perempuan. Saya mohon diri sambil meninggalkan harapan agar anda semua selalu berada dalam lindungan kebahagiaan. Salam, Pang NB: Sekali lagi saya sampaikan bahwa alamat imel ini tidak akan dipakai lagi. Menjawab evi + yang lain Evi agak menuding saya sebagai golongan narsisme dengan bahasa inggris dan indonesia yang campur aduk. Karena kemampuan bahasa inggris saya yang rendah tidak semua dapat saya cerna dengan baik. Ada baiknya bersikap seperti ismet fanany, meski pialang berbahasa inggris dan juga arab, pernah hidup di banyak negara dengan bini orang amerika, rasanya dia tidak petentang-petenteng dengan bahasa inggrisnya. Usulan saya, baiknya menulis dengan bahasa indonesia saja (sekedar usulan). Saya seperti "si lugu" dalam novel voltaire yang hanya bisa berpikir sederhana, praktis, dan tidak bisa berpikir secara rumit. Dalam hal ini, saya tidak bisa melihat adanya kesesuaian antara harga mati yang tuhan tentukan melahirkan manusia di mana saja sekehendaknya, beragama atau tidak, dan konstruksi sosial yang evi teorikan tersebut. Saya tidak mampu mencerna jalan pikiran anda. Buat sanak yang lain, saya menguraikan sesuatu berdasarkan nalar yang saya miliki tanpa adanya keinginan mengubah cara pikir anda atau orang minang lainnya yang sudah mengakar dalam tulang-belulangnya. Kalau suku ini mau maju, seharusnya bisa mendengar segala pandangan yang berbeda bahkan bertentangan sekalipun sehingga bisa introspeksi diri mengapa masyarakat minang dewasa ini begitu liarnya mulai dari dewan sampai sopir dengan semangat hukum rimba yang mengembani mereka. Kita berangkat dari titik yang berbeda yaitu nalar dan agama. Perbedaan pandangan dari titik yang berbeda ini akan selalu eksis. Adanya dialog yang demokratis, terbuka, akan memberikan pencerahan yang lebih baik bagi jiwa kita. Dengan begini, orang minang akan melihat pelita yang mendekat di akhir terowongan gelap peradaban mereka sekarang ini. Pang _________________________________________________________________ MSN Photos is the easiest way to share and print your photos: http://photos.msn.com/support/worldwide.aspx RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

