Dear Bapak / Ibu di 4 balerong ko,
Assalaamualaikum wr.wb.,
Ambo dapek kiriman satu bundel Kumpulan Tausyiah Manajemen Qalbu K.
H. Abdullah Qymnastiar atau lebih tenarnyo adolah Aa GYM dari uda Epi,(
IASMA 1 Bkt. 73 ), karena di balerong awak ko indak bisa manarimo attachment
dengan segala pertimbangan nyo, bialah ambo ansua-ansua mangopikan ka sanak
saudaro ambo di balerong ko, ambo cubo ciek-ciek dih... kali ko bia ambo
kirimkan 3 judul.
Semoga amal dari kiriman ini mengalir ke K. H. Aa GYM, Amiin.
Semoga bamanfaat.
Kalau attachmentnyo ado 547 KB.
Wassalam
Elthaf Hijaz St. Sri Bagindo
> KUMPULAN TAUSYIAH Aa GYM
>
> MANAJEMEN QOLBU
> Apa itu MQ? Sebenarnya tidak ada perbedaan antara MQ dengan metode dakwah
> Islam lainnya. di dalamnya pun tidak ada yang baru, semuanya merupakan
> penjabaran ajaran Islam. Hanya pembahasannya lebih diperdalam, dibeberkan
> dengan cara yang aktual, dengan inovasi dan kreativitas dakwah yang lebih
> sesuai dengan kebutuhan zaman. Inti pembelajarannya sendiri ada pada
> qolbu. Di dalam tubuh ini ada akal, jasad, dan qolbu. Akal membuat orang
> bisa bertindak lebih efektif dan efisien dalam melakukan apa yang ia
> inginkan. Sedangkan tubuh bertugas melakukan apa yang diperintahkan oleh
> akal. Sebagai contoh, apabila akal menginginkan tubuh mampu berkelahi,
> maka tubuh akan berlatih agar menjadi kuat. Sayangnya, tidak sedikit orang
> yang cerdas, orang yang begitu gagah perkasa, tapi tidak menjadi mulia,
> bahkan sebagian diantaranya membuat kehinaan karena berbuat jahat.
> Mengapa? Sebab ada satu yang membimbing akal dan tubuh yang belum
> diefektifkan, itulah qolbu. ...
>
>
> Itulah sebagian dari cuplikan Tausyiah yang ada dalam bundel ini. Mudah -
> mudahan dengan hadirnya kumpulan tausyiah dari Aa Gym ini dapat
> meningkatkan kecerdasan ruhiyah kita, sehingga kita dapat mengendalikan
> diri (akal dan tubuh) menjadi lebih efektif dan produktif.
> Editor mengumpulkan tausyiah2 ini dari berbagai situs dan mailing list di
> internet. Semoga ada manfaatnya buat kita semua. Dan hanya kepada Allah
> sajalah saya mohon keridhaan dan ampunan-Nya.
> Wassalammu'alaikum wr. wb.
> Hamba Allah
>
> <<...OLE_Obj...>> <<...OLE_Obj...>> Seni Menata Hati dalam Bergaul
> K.H. Abdullah Gymnastiar
>
> --------------------------------------------------------------------------
> ------
> Pergaulan yang asli adalah pergaulan dari hati ke hati yang penuh
> keikhlasan, yang insya Allah akan terasa sangat indah dan menyenangkan.
> Pergaulan yang penuh rekayasa dan tipu daya demi kepentingan yang bernilai
> rendah tidak akan pernah langgeng dan cenderung menjadi masalah.
> 1. Aku Bukan Ancaman Bagimu
> Kita tidak boleh menjadi seorang yang merugikan orang lain, terlebih kalau
> kita simak Rasulullah Saw. bersabda, "Muslim yang terbaik adalah muslim
> yang muslim lainnya selamat/merasa aman dari gangguan lisan dan tagannya."
> (HR. Bukhari)
> Hindari penghinaan
> Apapun yang bersifat merendahkan, ejekan, penghinaan dalam bentuk apapun
> terhadap seseorang, baik tentang kepribadian, bentuk tubuh, dan
> sebagainya, jangan pernah dilakukan, karena tak ada masalah yang selesai
> dengan penghinaan, mencela, merendahkan, yang ada adalah perasaan sakit
> hati serta rasa dendam.
> Hindari ikut campur urusan pribadi
> Hindari pula ikut campur urusan pribadi seseorang yang tidak ada
> manfaatnya jika kita terlibat. Seperti yang kita maklumi setiap orang
> punya urusan pribadi yang sangat sensitif, yang bila terusik niscaya akan
> menimbulkan keberangan.
> Hindari memotong pembicaraan
> Sungguh dongkol bila kita sedang berbicara kemudian tiba-tiba dipotong dan
> disangkal, berbeda halnya bila uraian tuntas dan kemudian dikoreksi dengan
> cara yag arif, niscaya kita pun berkecenderungan menghargainya bahkan
> mungkin menerimanya. Maka latihlah diri kita untuk bersabar dalam
> mendengar dan mengoreksi dengan cara yang terbak pada waktu yang tepat.
> Hindari membandingkan
> Jangan pernah dengan sengaja membandingkan jasa, kebaikan, penamplan,
> harta, kedudukan seseorang sehingga yang mendengarnya merasa dirinya tidak
> berharga, rendah atau merasa terhina.
> Jangan membela musuhnya, mencaci kawannya
> Membela musuh maka dianggap bergabung dengan musuhnya, begitu pula mencaci
> kawannya berarti memusuhi dirinya. Bersikaplah yang netral, sepanjang diri
> kita menginginkan kebaikan bagi semua pihak, dan sadar bahwa untuk berubah
> harus siap menjalani proses dan tahapan.
> Hindari merusak kebahagiannya
> Bila seseorang sedang berbahagia, janganlah melakukan tindakan yang akan
> merusak kebahagiaanya. Misalkan ada seseorang yang merasa beruntung
> mendapatkan hadiah dari luar negeri, padahal kita tauh persis bahwa barang
> tersebut buatan dalam negeri, maka kita tak perlu menyampaikannya, biarlah
> dia berbahagia mendapatkan oleh-oleh tersebut.
> Jangan mengungkit masa lalu
> Apalagi jika yang diungkit adalah kesalahan, aib atau kekurangan yang
> sedang berusaha ditutupi.
> Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kesalahan yang sangat ingin
> disembunyikannya, termasuk diri kita, maka jangan pernah usil untuk
> mengungkit dan membeberkannya, hal seperti ini sama denga mengajak
> bermusuhan.
> Jangan mengambil haknya
> Jangan pernah terpikir untuk menikmati hak orang lain, setiap gangguan
> terhadap hak seseorang akan menimbulkan asa tidak suka dan perlawanan yang
> tentu akan merusak hubungan.. Sepatutnya kita harus belajar menikmati hak
> kita, agar bermanfaat dan menjadi bahan kebahagiaan orang lain.
> Hati-hati engan kemarahan
> Bila anda marah, maka waspadalah karenan kemarahan yang tak terkendali
> biasanya menghasilkankata dan perilaku yang keji, yang sangat melukai, dan
> tentu perbuatan ini akan menghancurkan hubungan baik di lingkungan
> manapun. Kita harus mulai berlatih mengendalikan kemarahan sekuat tenaga
> dan tak usah sungkan untuk meminta maaf andai kata ucaan dirasakan
> berlebihan.
> Jangan menertawakannya
> Sebagian besar dari sikap menertawakan seseorang adalah karena
> kekurangannnya, baik sikap, penampilan, bentuk rupa, ucapan dan lain
> sebagainya, dan ingatlah bahwa tertawa yang tidak pada tempatnya serta
> berlebihan akan mengundang rasa sakit hati.
> Hati-hati dengan penampilan, bau badan dan bau mulut
> Tidak ada salahnya kita selalu mengontrol penampilan, bau badan atau mulut
> kita, karena penampilan atau bau badan yang tidak segar akan membuat orang
> lain merasa terusik kenyamanannya, dan cenderung ingin menghindari kita.
> 2. Aku menyenangkan bagimu
> Wajah yang selalu cerah ceria
> Rasulullah senantiasa berwajah ceria, beliau pernah besabda, "Janganlah
> terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu
> dengan hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus dipaksakan
> memikul beban-beban yang berat, ia akan menjadi buta". (Sunan Abu Dawud).
> Senyum tulus
> Rasulullah senantiasa tersenyum manis sekali dan ini sangat menyenangkan
> bagi siapapun yang menatapnya. Senyum adalah sedekah, senyuman yang tulus
> memiliki daya sentuh yang dalam ke dalam lubuk hati siapapun, senyum
> adalah nikmat Allah yang besar bagi manusia yang mencintai kebaikan.
> Senyum tidak dimiliki oleh orang-orang yang keji, sombong, angkuh, dan
> orang yang busuk hati.
> Kata-kata yang santun dan lembut
> Pilihlah kata-kata yang paling sopan dengan dan sampaikan dengan cara yang
> lembut, karena sikap seperti itulah yang dilakukan Rasulullah, ketika
> berbincang dengan para sahabatnya, sehingga terbangun suasana yang
> menyenangkan. Hindari kata yang kasar, menyakitkan, merendahkan,
> mempermalukan, serta hindari pula nada suara yang keras dan berlebihan.
> Senang menyapa dan mengucapkan salam
> Upayakanlah kita selalu menjadi orang yang paling dahulu dalam menyapa dan
> mengucapkan salam. Jabatlah tagan kawan kita penuh dengan kehangatan dan
> lepaslah tangan sesudah diepaskan oleh orang lain, karena demikianlah yang
> dicontohkan Rasulullah.
> Jangan lupa untuk menjawab salam dengan sempurna dan penuh perhatian.
> Bersikap sangat sopan dan penuh penghormatan
> Rsulullah jikalau berbincang dengan para sahabatnya selalu berusaha
> menghormati dengan cara duduk yang penuh perhatian, ikut tersenyum jika
> sahabatnya melucu, dan ikut merasa takjub ketika sahabatnya mengisahkan
> hal yang mempesona, sehingga setiap orang merasa dirinya sangat diutamakan
> oleh Rasulullah.
> Senangkan perasaannya
> Pujilah dengan tulus dan tepat terhadap sesuatu yang layak dipuji sambil
> kita kaitkan dengan kebesaran Allah sehingga yang dipuji pun teringat akan
> asal muasal nikmat yang diraihnya, nyatakan terima kasih dan do'akan. Hal
> ini akan membuatnya merasa bahagia. Dan ingat jangan pernah kikir untuk
> berterima kasih.
> Penampilan yang menyenangkan
> Gunakanlah pakaian yang rapi, serasi dan harum. Menggunakan pakaian yang
> baik bukanlah tanda kesombongan, Allah Maha Indah dan menyukai keindahan,
> tentu saja dalam batas yang sesuai syariat yang disukai Allah.
> Maafkan kesalahannya
> Jadilah pemaaf yang lapang dan tulus terhadap kekurangan dan kesalahan
> orang lain kepada kita, karena hal ini akan membuat bahagia dan senang
> siapapun yang pernah melakukan kekhilafan terhadap kita, dan tentu hal ini
> pun akan mengangkat citra kita dihatinya.
> 3. Aku Bermanfaat Bagimu
> Keberuntungan kita bukanlah diukur dari apa yang kita dapatkan tapi dari
> nilai manfaat yang ada dari kehadiran kita, bukankah sebaik-baik di antara
> manusia adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi hamba-hamba Allah
> lainnya.
> Rajin bersilaturahmi
> Silaturahmi secara berkala, penuh perhatian, kasih sayang dan ketulusan
> walaupun hanya beberapa saat, benar-benar akan memiliki kesan yang
> mendalam, apalagi jikalau membawa hadiah, insya Allah akan menumbuhkan
> kasih sayang.
> Saling berkirim hadiah
> Seperti yang telah diungkap sebelumnya bahwa saling memberi dan berkirim
> hadiah akan menumbuhkan kasih sayang. Jangan pernah takut miskin dengan
> memberikan sesuatu, karena Allah yang Maha Kaya telah menjanjikan ganjaran
> dan jaminan tak akan miskin bagi ahli sedekah yang tulus.
> Tolong dengan apapun
> Bersegeralah menolong dengan segala kemampuan, harta, tenaga, wakt atau
> setidaknya perhatian yang tulus, walau perhatian untuk mendengar keluh
> kesahnya.
> Apabila tidak mampu, maka do'akanlah, dan percayalah bahwa kebaikan
> sekecil apapun akan diperhatikan dan dibalas dengan sempurna oleh Allah.
> Sumbangan ilmu dan pengalaman
> Jangan pernah sungkan untuk mengajarkan ilmu dan pengalaman yang dimiliki,
> kita harus berupaya agar ilmu dan pengalaman yang ada pada diri kita bisa
> menjadi jalan bagi kesuksesan orang lain.
> Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas maka,
> kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan tersa nikmat, karena tidak
> mengharapkan sesuatu dari orang melainkan kenikmatan kita adalah melakukan
> sesuatu untuk orang lain. Semata karena Allah Swt.
>
> Diam Itu Emas
> (Diam Aktif)
> K.H. Abdullah Gymnastiar
>
> Dalam upaya mendewasakan diri kita, salah satu langkah awal yang harus
> kita pelajari adalah bagaimana menjadi pribadi yang berkemampuan dalam
> menjaga juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yang
> disabdakan Rasulullah saw, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari
> akhir hendaklah berkata benar atau diam.", hadits diriwayatkan oleh
> Bukhari.
> 1. Jenis-jenis Diam
> Sesungguhnya diam itu sangat bermacam-macam penyebab dan dampaknya. Ada
> yang dengan diam jadi emas, tapi ada pula dengan diam malah menjadi
> masalah. Semuanya bergantung kepada niat, cara, situasi, juga kondisi pada
> diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis diam:
> a. Diam Bodoh
> Yaitu diam karena memang tidak tahu apa yang harus dikatakan. Hal ini bisa
> karena kekurangan ilmu pengetahuan dan ketidakmengertiannya, atau
> kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya. Namun diam ini jauh
> lebih baik dan aman daripada memaksakan diri bicara sok tahu.
> b. Diam Malas
> Diam jenis merupakan keburukan, karena diam pada saat orang memerlukan
> perkataannya, dia enggan berbicara karena merasa sedang tidak mood, tidak
> berselera atau malas.
> c. Diam Sombong
> Ini pun termasuk diam negatif karena dia bersikap diam berdasarkan
> anggapan bahwa orang yang diajak bicara tidak selevel dengannya.
> d. Diam Khianat
> Ini diamnya orang jahat karena dia diam untuk mencelakakan orang lain.
> Diam pada saat dibutuhkan kesaksian yang menyelamatkan adalah diam yang
> keji.
> e. Diam Marah
> Diam seperti ini ada baiknya dan adapula buruknya, baiknya adalah jah
> lebih terpelihara dari perkataan keji yang akan lebih memperkeruh suasana.
> Namun, buruknya adalah dia berniat bukan untuk mencari solusi tapi untuk
> memperlihatkan kemurkaannya, sehingga boleh jadi diamnya ini juga menambah
> masalah.
> f. Diam Utama (Diam Aktif)
> Yang dimaksud diam keutamaan adalah bersikap diam hasil dari pemikiran dan
> perenungan niat yang membuahkan keyakinan bahwa engan bersikap menahan
> diri (diam) maka akan menjadi maslahat lebih besardibanding dengan
> berbicara.
> 2. Keutaam Diam Aktif
> a. Hemat Masalah
> Dengan memilih diam aktif, kita akan menghemat kata-kata yang berpeluang
> menimbulkan masalah.
> b. Hemat dari Dosa
> Dengan diam aktif maka peluang tergelincir kata menjadi dosapun menipis,
> terhindar dari kesalahan kata yang menimbulkan kemurkaan Allah.
> c. Hati Selalu Terjaga dan Tenang
> Dengan diam aktif berarti hati akan terjaga dari riya, ujub, takabbur atau
> aneka penyakit hati lainnya yang akan mengeraskan dan mematikan hati kita.
> d. Lebih Bijak
> Dengan diam aktif berarti kita menjadi pesdengar dan pemerhati yang baik,
> diharapkan dalam menghadapi sesuatu persoalan, pemahamannya jauh lebih
> mendaam sehingga pengambilan keputusan pun jauh lebih bijak dan arif.
> e. Hikmah Akan Muncul
> Yang tak kalah pentingnya, orang yang mampu menahan diri dengan diam aktif
> adalah bercahayanya qolbu, memberikan ide dan gagasan yang cemerlang,
> hikmah tuntunan dari Allah swtakan menyelimuti hati, lisan, serta sikap
> dan perilakunya.
> f. Lebih Berwibawa
> Tanpa disadari, sikap dan penampilan orang yang diam aktif akan
> menimbulkan wibawa tersendiri. Orang akan menjadi lebih segan untuk
> mempermainkan atau meremehkan.
> Selain itu, diam aktif merupakan upaya menahan diri dari beberapa hal,
> seperti:
> Diam dari perkataan dusta
> Diamdari perkataan sia-sia
> Diam dari komentar spontan dan celetukan
> Diam dari kata yang berlebihan
> Diam dari keluh kesah
> Diam dari niat riya dan ujub
> Diam dari kata yang menyakiti
> Diam dari sok tahu dan sok pintar
> Mudah-mudahan kita menjadi terbiasa berkata benar atau diam. Semoga pula
> Allah ridha hingga akhir hayat nanti, saat ajal menjemput, lisan ini
> diperkenankan untuk mengantar kepergian ruh kita dengan sebaik-baik
> perkataan yaitu kalimat tauhiid "laa ilaha illallah" puncak perkataan yang
> menghantarkan ke surga.
>
>
5 Tipe Karyawan di Kantor Kita
K.H. Abdullah Gymnastiar
Pengklasifikasian karyawan dan pejabat kantor ini diekati dengan istilah
hukum yang digunakan dalam agama Islam. Pendekatan ini samasekali bukan
untuk mencampuradukkan atau merendahkan nilai istilah hukum tersebut,
melainkan hanya sekedar guna mempermudah pemahaman kita karenamakna dari
istilah hukum tersebut sangat sederhana dan akrab bagi kita. Mudah-mudahan
bisa jadi cara yang praktis untuk mengukur dan menilai diri sendiri.
(Ide dasar ini diambil dari pendapat Emha Ainun Najib)
1. Karyawan / Pejabat "Wajib"
Tipe karyawan atau pejabat wajib ini memiliki ciri : keberadaannya sangat
disukai, dibutuhkan, harus ada sehingga ketiadaannya sangat dirasakan
kehilangan.
* Dia sangat disukai karena pribadinya sangat mengesankan,
wajahnya yang selalu bersih, cerah dengan senyum tulus yang dapat
membahagiaan siapapun yang berjumpa dengannya.
* Tutur katanya yang sopan tak pernah melukai siapapun yang
mendengarnya, bahkan pembicaraannya sangat bijak, menjadi penyejuk bagi hati
yang gersang, penuntun bagi yang tersesat, perintahnya tak dirasakan sebagai
suruhan, orang merasa terhormat dan bahagia untuk memenuhi harapannya tanpa
rasa tertekan.
* Akhlaknya sangat mulia, membuat setiap orang meraskan
bahagia dan senang dengankehadirannya, dia sangat menghargai hak-hak dan
pendapat orang lain, setiap orang akan merasa aman dan nyaman serta mendapat
manfaat dengan keberadaannya
2. Karyawan / Pejabat "Sunnah"
Ciri dari karyawan/pejabat tipe ini adalah : kehadiran dan keberadaannya
memang menyenangkan, tapi ketiadaannya tidak terasa kehilangan..
Kelompok ini hampir mirip dengan sebagian yang telah diuraikan, berprestasi,
etos kerjanya baik, pribadinya menyenangkan hanya saja ketika tiada,
lingkungannya tidak merasa kehilangan, kenangannya tidak begitu mendalam.
Andai saja kelompok kedua ini lebih berilmu dan bertekad mempersembahkan
yang terbaik dari kehidupannya dengan tulus dan sungguh-sungguh, niscaya dia
akan naik peringkatnya ke golongan yang lebih atas, yang lebih utama.
3. Karyawan / Pejabat "Mubah"
Ciri khas karyawan atau pejabat tipe ini adalah : ada dan tiadanya sama
saja.
Sungguh menyedihkan memang menjadi manusia mubadzir seperti ini,
kehadirannya tak membawa arti apapun baik manfaat maupun mudharat, dan
kepergiannya pun tak terasa kehilangan.
Karyawan tipe ini adalah orang yang tidak mempunyai motivasi, asal-asalan
saja, asal kerja, asal ada, tidak memikirkan kualitas, prestasi, kemajuan,
perbaikan dan hal produktiflainnya. Sehingga kehidupannya pun tidak menarik,
datar-datar saja.
Sungguh menyedihkan memang jika hidup yang sekali-kalinya ini tak bermakna.
Harus segera dipelajarilatar belakang dan penyebabnya, andaikata bisa
dimotivasi dengan kursus, pelatihan, rotasi kerja, mudah-mudahan bisa
meningkat semangatnya.
4. Karyawan / Pejabat "Makruh"
Ciri dari karyawan dan pejabat kelompok ini adalah : adanya menimbulkan
masalah tiadanya tidak menjadi masalah.
Bila dia ada di kantor akan mengganggu kinerja dan suasana walaupun tidak
sampai menimbulkan kerugian besar, setidaknya membuat suasana tidak nyaman
dan kenyamanan kerjaserta kinerja yang baik dapat terwujud bila ia tidak
ada.
Misalkan dari penampilan dan kebersihan badannya mengganggu, kalau bicara
banyak kesia-siaan, kalau diberi tugas dan pekerjaan selain tidak tuntas,
tidak memuaskan juga mengganggu kinerja karyawan lainnya.
5. Karyawan / Pejabat "Haram"
Ciri khas dari kelompok ini adalah : kehadirannya sangat merugikan dan
ketiadaannya sangat diharapkan karena menguntungkan.
Orang tipe ini adalah manusia termalang dan terhina karena sangat dirindukan
"ketiadaannya". Tentu saja semua ini adalah karena buah perilakunya sendiri,
tiada perbuatan yang tidak kembali kepada dirinya sendiri.
Akhlaknya sangat buruk bagai penyakit kronis yang bisa menjalar. Sering
memfinah, mengadu domba, suka membual, tidak amanah, serakah, tamak, sangat
tidak disiplin, pekerjaannya tidak pernah jelas ujungnya, bukan
menyelesaikan pekerjaan malah sebaliknya menjadi pembuat masalah. Pendek
kata di adalah "trouble maker".
Silahkan anda renungkan, kita termasuk kategori yang mana...?
Semoga semua ini menjadi bahan renungan agar hidup yang hanya sekali ini
kita bisa merobah diri dan mempersembahkan yang terbaik dan yang bermanfaat
bagi dunia dan akhirat nanti. Jadilah manusia yang "wajib ada". Semoga!
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================