Tks/Brgds
Darul

-----Original Message-----
From: Evi [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent
:
Wednesday, March 20, 2002 7:47 AM
To:
[EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [RantauNet] Masalah Balerong ,T.kasih Miko..

Evi wrote:

 

Hehehe...Apa yang Anda sebut sebagai suatu bangsa? Hanya sekedar wilayah geografis dengan batas-batasnya tah? Ataukah including rakyat dan pemerintahannya? Well, kalau ke tiga konsep itu digabung boleh lah dikatakan itu adalah sebuah bangsa. Tapi kalau yang  Anda maksud sebagai etika bangsa adalah etika bangsa Indonesia, mulai sekarang  Anda boleh pikirkan bahwa yang namanya etiket dalam bangsa ini sudah mulai masuk kawasan konservasi condet atau tercetak dalam buku2 kuning. Tapi memang masih saja ada orang2 yang suka mengulum-ngulum permen masa lalu dengan mengatakan kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan bangga dengan etika bangsa. Untuk orang2 ini semoga cepat sadar bahwa etika bangsa kebanggaan itu dewasa ini hanya konsep das sollen atau sesuatu yang seharusnya ada dan bukan konsep das sein sesuatu yang senyatanya ada. Kita tak perlu jadi seorang jenius hanya untuk melihat bahwa antara kedua konsep tersebut terdapat sepuluh kali ngarai Sianok.

 

[Darul] Memang Indonesia diambang kehancuran, ekonominya malah sudah babak belur. Dulu gaji guru kepala SD USD. 263.00 tapi kini tinggal USD. 47.62 perbulan. Mungkin gaji Evi kini USD. ????? Apa Rantaunet juga akan ditarok dititik nadir atau kritis?

 

Dan sekarang anak2 bangsa sedang bertumbuh untuk membentuk keseimbangan baru dalam beretika. Itu tercermin dari lenggok2 hebohnya warga rantaunet dengan dikeluarkannya panggugek dari milis ini. Saya dan beberapa orang lainnya tidak melihat manfaat dengan dikeluarkannya Panggugek dari sini sementara yang lain sebaliknya. Mungkin ada juga yang abstein. Nah dari perbenturan pendapat ini lah akan lahir pemikiran baru dan dengan sendirinya akan lahir etika bangsa yang baru. So, Anda tidak perlu terlalu banyak kuatir.

 

[Darul] Buk Evi …. Yang pertama dilanggar adalah ………. Berselimut alias bertopeng ……… nggak pernah mau mengirim data diri. Yang kedua penggunaan kata kurang enak di kuping (mungkin kupingnya extra-sensitive?). Coba sebagai penyejuk seperti buk Evi, nothing to be worry.

 

Selanjutnya peraturan harus tegak, selama merupakan hokum positif. Atau mari dirubah peraturan tersebut. Kalau perlu tukar anggota KTTnya. Siapa inisiator, ayok maju.

 

Untuk Miko, palu yang sudah diketuk, jangan dibatalkan, jalan terus. Semua keputusan pasti ada pro kontranya. Lihat saja kasus Bulogate II dan banyak lagi. Kalau panggugek mau bela diri, atau pengacaranya yang maju atas nama dia boleh saja, tapi siapa dio panggugek tersebut, lihat ID-nya dulu.

 

Evi

[Darul]

 

 

Kirim email ke