|
----- Original Message -----
Hehehe...Apa yang Anda sebut sebagai
suatu bangsa? Hanya sekedar wilayah geografis dengan batas-batasnya tah? Ataukah
including rakyat dan pemerintahannya? Well, kalau ke tiga konsep itu
digabung boleh lah dikatakan itu adalah sebuah bangsa. Tapi kalau
yang Anda maksud sebagai etika bangsa adalah etika bangsa Indonesia,
mulai sekarang Anda boleh pikirkan bahwa yang namanya etiket dalam
bangsa ini sudah mulai masuk kawasan konservasi condet atau tercetak dalam buku2
kuning. Tapi memang masih saja ada orang2 yang suka mengulum-ngulum permen
masa lalu dengan mengatakan kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan
bangga dengan etika bangsa. Untuk orang2 ini semoga cepat sadar bahwa etika
bangsa kebanggaan itu dewasa ini hanya konsep das sollen atau sesuatu yang
seharusnya ada dan bukan konsep das sein sesuatu yang senyatanya ada. Kita tak
perlu jadi seorang jenius hanya untuk melihat bahwa antara kedua konsep tersebut
terdapat sepuluh kali ngarai Sianok.
Dan sekarang anak2 bangsa sedang
bertumbuh untuk membentuk keseimbangan baru dalam beretika. Itu tercermin dari
lenggok2 hebohnya warga rantaunet dengan dikeluarkannya panggugek dari milis
ini. Saya dan beberapa orang lainnya tidak melihat manfaat dengan dikeluarkannya
Panggugek dari sini sementara yang lain sebaliknya. Mungkin ada juga yang
abstein. Nah dari perbenturan pendapat ini lah akan lahir pemikiran baru dan
dengan sendirinya akan lahir etika bangsa yang baru. So, Anda tidak perlu
terlalu banyak kuatir.
Evi
|
- Re: [RantauNet] Masalah Balerong ,T.kasih Miko.. MUZIRMAN1
- [RantauNet] Anggota Lamo Nan Baru Mancogok Hayatun Nismah Rumzy
- Re: [RantauNet] Masalah Balerong ,T.kasih Miko.. Dedi Yusmen
- Re: [RantauNet] Masalah Balerong ,T.kasih Miko.. Ade Zur
- RE: [RantauNet] Masalah Balerong ,T.kasih Miko.. Darul Makmur

