fyi.....

Pendidikan di Hai 
Oleh Ade Armando
Ketua Lembaga Media Ramah Keluarga
Sumber: Republika, 16 Maret 2002

 
Kalau remaja pria di kota-kota besar makin berani berhubungan seks, jangan
heran. Salah satu penyebabnya adalah media yang mereka baca bukan saja
merangsang aktivitas seksual, namun juga memberi pembenaran bahwa ''berzinah
tidak salah dan lazim dilakukan banyak remaja lainnya''.

Baca majalah Hai edisi 4-10 Maret. Majalah berpengaruh di kalangan remaja
pria kota-kota besar ini mengangkat laporan utama soal seks di luar nikah.
Pengelolanya mungkin berhasrat menyajikan pendidikan seks bagi pembaca muda.
Namun, alih-alih mendorong remaja untuk menjauhi seks bebas, majalah ini
justru membangun citra bahwa aktivitas seks di luar nikah adalah bagian yang
sah, exciting, dan normal.

Dalam beberapa bagian, memang disajikan keluhan dan derita akibat hubungan
seks di luar nikah. Ada masalah aborsi, kehamilan remaja, bahaya penyakit
kelamin, menjadi orangtua tunggal, dan sebagainya. 

Tapi, sebaliknya Hai juga tak mengajarkan pembacanya menjauhi seks. Pesan
utama edisi itu tampaknya adalah, ''Kalau melakukan hubungan seks,
berhati-hatilah.'' Sebagai contoh, Hai menulis, ''Premarital seks sebaiknya
jangan dilakuin. Bukan apa-apa, risikonya berat. Tapi, kalau udah nggak
tahan lagi dan nekat, ya terserah.''

Semangat serupa juga tecermin dalam salah satu artikel berisikan pengakuan
tiga artis muda Jakarta. Pengantarnya begini, ''Making love bagi sebagian
orang memang menjadi bumbu penyedap dalam pacaran. Meski begitu, nggak
berarti jadi keharusan. Lebih bagus kalo kita melakukannya saat benar-benar
sudah siap dan berani bertanggung jawab. Artinya, tau apa akibat yang akan
ditimbulkan. Dan terutama, do it safely.'' 

Kentara sekali artikel ini tidak menganggap salah hubungan seks di luar
pernikahan. Ketiga artis yang diwawancara --Shirley Margareta, Mario
Lawalata, dan Tomas ''Gigi''-- jelas lebih menekankan aspek kehati-hatian
seks. Berzinah bolehlah, yang penting hati-hati.

Hai juga menunjukkan betapa normalnya perilaku seksual bebas di kalangan
remaja. Hai menurunkan hasil wawancara dengan delapan remaja usia 16-20
tahun. Hampir semua mengaku senang berhubungan seks, yang mereka gambarkan
sebagai kegiatan yang ''menyenangkan, membuat ketagihan, dilakukan
suka-sama-suka''. 

Dalam artikel lain, sejumlah artis remaja bicara terus terang soal aktivitas
mereka dalam berpacaran. Artis muda Audy misalnya, bercerita bahwa ia
mengizinkan pacarnya menciumnya dan memegang-megang dadanya. 

Lembu Wiwirojati, penyiar MTV OnSky, bahkan berkisah dalam berhubungan seks
ia selalu memperhatikan ''cemilan, menu utama, dan afterplay''. Begitu juga
artis muda Edi Brokoli berkomentar, ''Pertama kali ngerasain enak banget.
Rasanya amazing.''

HAI juga menurunkan kuis. Salah satu pertanyaannya adalah ''apa yang akan
kamu lakukan bila cewek kamu bilang pengen nyobain intercourse''. Alternatif
jawabannya adalah (A) mau ngasih, tapi bilang dulu, risikonya kamu yang
tanggung ya; (B) Wuih mau mau, tapi nanti kalau kenapa-kenapa gimana?; dan
C) Nasehatin dia kalau itu berbahaya. Tapi, kalau dia maksa juga, ya hayo.

Ketiga pilihan jawaban mengiyakan hubungan seks di luar nikah. Lebih hebat
lagi, jawaban yang dianggap Hai paling mencerminkan sikap bertanggung jawab
adalah pilihan ketiga.

Jadi begitulah, saat ini remaja pria Indonesia terus dibombardir dengan
rangsangan seks yang disertai pembenaran bahwa seks di masa remaja di luar
nikah adalah ''asyik, mengikuti zaman, normal, serta dilakukan banyak artis
dan anak muda kota''.


Catt pinggiran dari saya: Saat ini tidak ada yang melarang berbuat hal
seperti itu, berapa banyak Ulama di Indonesia ini, berapa banyak
santri-santri yang lulus dari pesantren, berapa banyak Lembaga2 Islam
berdiri, berapa banyak partai2 islam berdiri, berapa banyak sekarang ini
Umat islam..?  (MUI, Muhammadiyah, NU) .... Semua itu kalah dengan sebuah
kata "Hak"  ( kami punya HAK melakukan hal spt itu, ....artinya suka sama
suka...maka itu bukan Zina...itu yang terjadi sekarang ).....Adakah Hukum
yang melarang hal seperti ini.....?
Tenang....Para Ustad masih sibuk dengan berceramah.....Tenang...Remaja
masjid masih sibuk mengaji disuraunya.....Jadi kita aman untuk tetap berbuat
seperti itu".... 
Ingat tidak sebelum TV swasta berdiri....Bandingkan dengan
sekarang.....Sekarang TV swasta bertambah lagi....Tentu kita bisa meramalkan
Bagaimana Tindak Tanduk Remaja masa depan....

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke