Menelanjangi Kebohongan Bangsa Israel Penulis: Irwan Kelana Sumber : Republika, 14 Januari 2001
Judul: Mitos dan Politik Israel Penulis Buku: Roger Garaudy Penerbit: Gema Insani Press Cetakan: Pertama, Desember 2000 Tebal: 194 + xviii halaman Benarkah enam juta orang Yahudi menemui ajalnya di kamp-kamp konsentrasi semasa Hitler berkuasa? Betulkah orang-orang Yahudi merupakan korban pembasmian etnis, dan menjadi satu-satunya kelompok yang menjadi korban Nazi Jerman? Kedua pertanyaan itu amat menarik. Sejak berakhirnya Perang Dunia II (1945) hingga hari ini masyarakat dunia selalu dijejali mitos-mitos bahwa Yahudi merupakan korban kejahatan dan perang. Mitos-mitos itu disumpalkan ke dalam pikiran dan perasaan masyarakat dunia melalui berbagai macam media, baik media massa, buku, film, hasil penelitian, maupun bermacam-macam aktivitas kelompok lobi Yahudi di berbagai negara. Mitos-mitos itu nyaris saja menjadi sebuah kebenaran yang tak terbantahkan. Namun Roger Garaudy, seorang filsuf Prancis yang beraliran kiri dan kini memeluk Islam, membantahnya. Lewat bukunya, yang diterbitkannya sendiri (samiszdat), Garaudy menelanjangi kebohongan, tipu muslihat, dan kekejaman bangsa Israel. Dia mengkaji secara kritis kerangka teologi agama Yahudi ditinjau dari sudut Bibel, sikap Nazi terhadap orang Yahudi selama Perang Dunia II, dan jumlah korban pihak Yahudi yang sangat dibesar-besarkan, yang kemudian diterjemahkan menjadi mitos holocaust (pembasmian etnis) untuk mendukung keberadaan negara Israel. Itu bukannya tanpa risiko. Dia dimusuhi oleh apa yang dinamakannya sebagai persekongkolan Yahudi internasional. Mantan aktivis di Partai Komunis Prancis dan anggota politbironya selama 35 tahun itu harus menghadapi ancam pembunuhan dan teror. Dia pun dituntut ke pengadilan Prancis oleh kelompok Zionis di sebuah negara yang terkenal dengan kebebasan mengeluarkan pendapat, dengan tuduhan menyebarkan permusuhan dan antisemit. Sejak Garaudy melancarkan kritik terhadap politik Israel tahun 1982 tak ada lagi penerbit-penerbit terbesar di Prancis -- yang selama 50 tahun sebelumnya menerbitkan buku-buku Garaudy -- bersedia menerbitkan dan mengedarkan karya-karyanya. Bahkan bukunya kali ini dijual secara sembunyi-sembunyi lewat Toko Savoir, toko buku Rumania di Paris. Buku ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama adalah Mitos-mitos Teologis. Bagian ini dirinci lagi menjadi tiga bab, yakni Mitos 'Janji': Tanah yang Dijanjikan ataukah Tanah yang Ditaklukkan; Mitos 'Bangsa Terpilih'; dan Mitos Yoshua: Pemurnian Etnis. Bagian kedua bertajuk Mitos-mitos Abad Kedua Puluh. Terdiri dari empat bab, yakni: Mitos Antifasisme Orang Zionis; Mitos Pengadilan Nuremberg; Mitos 'Enam Juta' (Holocaust); dan Mitos 'Tanah tanpa Bangsa untuk Bangsa tanpa Tanah'. Bagian ketiga adalah Penggunaan Politik Mitos. Bagian ini diuraikan menjadi tiga bab, yakni: Lobi di Amerika Serikat; Lobi di Prancis; dan Mitos 'Kemukjizatan Israel': Pembiayaan Luar Negeri Israel. Buku ini dilengkapi dengan Kesimpulan, dan Bab Tambahan mengenai Sejarawan-sejarawan Baru di Israel, serta bibliografi dan kajian terhadap karya-karya Roger Garaudy. Hal lain yang menarik dalam buku ini adalah bahwa tiap pembahasan dalam buku ini selalu disertai sumber kutipan yang otentik. Nyaris saja ini seperti sebuah karya ilmiah atau tesis. Walaupun di satu sisi kadang-kadang terasa agak mengganggu, namun di sisi lain penyebutan sumber-sumber bahan pengambilan itu menjadi penting untuk menunjukkan 'kesahihan' data yang dikutip oleh penulis. Untuk mempertegas suatu pembahasan, terkadang ada beberapa kutipan yang diulang di bab lain. Hal ini tampaknya sulit dihindari. Salah satu yang paling menarik dari buku ini adalah kepastian mengenai jumlah korban Nazi. Selama ini Israel dan Yahudi internasional selalu menyebut angka 6.000.000 orang. Ternyata angka itu diragukan kebenarannya. Hasil riset Garaudy menyebutkan, hingga tahun 1994 pelat-pelat peringatan monumen Auschwitz menyebutkan empat juta orang Yahudi yang jadi korban pembantaian Nazi, sedangkan pelat-pelat baru menyebutkan hanya sekitar 1,5 juta korban. Untuk itu, perlu dibuat supaya orang percaya bahwa dengan mitos enam juta korban, umat manusia telah mengalami genocide (penghancuran) terbesar dalam sejarah, dengan melupakan korban 60 juta orang Indian, 100 juta orang hitam (10 orang dibunuh untuk satu yang ditangkap), bahkan dengan melupakan Hiroshima dan Nagasaki serta 50 juta korban Perang Dunia II, di mana 17 juta di antaranya merupakan orang Slavia. Sepertinya, Hitlerisme hanya merupakan program yang besar terhadap orang Yahudi saja, bukannya tindakan kriminal terhadap seluruh umat manusia. Itu jelas pemutarbalikan fakta. Fakta yang nyaris tak pernah diungkap adalah semasa Hitler berkuasa terjadi pertukaran antara orang Yahudi Zionis yang berguna bagi penciptaan negara Yahudi (orang kaya, teknisi, pemuda yang cocok untuk memperkuat angkatan bersenjata Israel, dan sebagainya) dan massa Yahudi yang kurang beruntung yang dilepaskan ke tangan Hitler. Bahkan, gembong Zionisme Weizman juga berkobalorasi dengan diktator Italia Mussolini. ''Orang-orang Inggris akhirnya merasa terhina oleh keinginan untuk mengabaikan penderitaan 50 juta korban Hitlerisme, untuk meminta tolong hanya bagi orang Yahudi, tetapi bukan semua Yahudi, melainkan hanya orang Yahudi yang dapat membantu penciptaan negara kuat di Palestina'' (hal 53). Jadi, siapa sebetulnya yang mengorbankan orang-orang Yahudi? Kebohongan lain yang tidak kalah mencoloknya adalah isu yang selama lebih setengah abad selalu ditiup-tiupkan bahwa ribuan orang Yahudi meregang nyawa di kamar-kamar gas. ''Tidak ada perintah yang tertulis secara jelas mengenai pembasmian dengan gas di Auschwitz, maupun perintah untuk menghentikannya pada bulan November 1944'' (hal 66). Pengakuan seorang ahli hukum yang dikirim As ke Dachau, Stephen S Pinter menyatakan, ''Saya tinggal di Dachau selama tujuh belas bulan setelah perang, sebagai hakim militer AS, dan saya bersaksi bahwa tidak ada kamar gas di Dachau'' (hal 79). Kamp Belzek dan Treblinka belum ada pada tahun 1941. Ia baru dibuka pada tahun 1942. Sedangkan Kamp Wolzerk, ia tidak pernah ada dalam peta mana pun (hal 80-81). Penulis juga mengupas bagaimana lobi Yahudi internasional merasuk ke berbagai lapisan kehidupan, termasuk politik di berbagai negara, terutama AS dan Eropa. Tak heran, AS selalu memveto keputusan Dewan Keamanan PBB yang mengutuk Isreal. AS dan Eropa pula yang mendorong/merestui pembentukan negara Israel. Sepandai-pandai orang membungkus barang yang busuk akhirnya akan tercium juga baunya. Meskipun segala macam cara ditempuh oleh Yahudi internasional, Israel dan sekutu Amerikanya, lama-kelamaan segala macam kebohongan dan kejahatan itu akan muncul juga ke permukaan. Seperti yang ditegaskan oleh penulis, ''Kebenaran sedang bergerak maju, tak satu pun yang akan dapat menggantikannya.'' RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

