|
----- Original Message ----- From: Indra Piliang To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, March 22, 2002 6:38 PM Subject: [RantauNet] Malang-Payakumbuh Malang-Payakumbuh oleh: HERU WIDHI HANDAYANI DEALISME dan praktis. Dua hal yang senantiasa tarik-menarik dalam bisnis radio.>>> Keinginan untuk terus mengungkapkan masalah sosial Payakumbuh memang telah
jadi makanan Taufik. Gara-gara itu pulalah dia didepak dari radio SIPP FM 106.85
MHz, di Padang, tempat kerjanya dulu. >>>
Di tengah gegernya warga RN seputar pemutusan hak Panggugek untuk bersuara
di RN, senang juga membaca berita ttg Taufik ini. Seperti buka puasa dengan
segelas minuman manis yang dingin, dunia tampak lebih warna-warni bahkan lebih
luas dari hanya sekedar bola bumi. Akhirnya, setiap orang harus percaya bahwa
pikiran yang di topang oleh sebuah kepercayaan tidak akan pernah kalah. Seperti
Taufik, jika Pang tak menemukan battlefield-nya di RN, dia akan menemukannya di
tempat lain.
Ada pelajaran penting dari berita Malang-Payakumbuh ini, never establishing
defeat in our minds! Kalau hal ini dibiarkan terjadi kita tidak ubahnya seperti
seekor gajah di sebuah sirkus yang baru beberapa hari lalu saya dongengkan
kepada anak2 saya. Agar tidak lari seekor anak gajah dirantai kakinya
oleh seutas rantai besi. Awalnya gajah kecil tidak terima diperlalukan
begitu. Dia akan tarik dan tarik lagi rantai tersebut sampai pada suatu
titik dia sadar bahwa rantai itu terlalu kuat untuk membebaskan kakinya.
Akhirnya dia menyerah. Ketika gajah ini tumbuh dewasa, dia cuma butuh tali
kecil agar tidak lari. Padahal gajah dewasa punya semua kekuatan untuk memutus
tali atau rantai yang mengikatnya tapi karena dia sudah begitu lama
dikondisikan bahwa percuma saja segala usaha untuk membebaskan diri
akhirnya dia menyerah sebelum mencoba. Senang sekali ternyata Taufik tidak
seperti gajah dalam kelompok sirkus tersebut.
Evi
|
- [RantauNet] Malang-Payakumbuh Indra Piliang

