BERBAGI

Kebanyakan dari kita manusia2 modern yang sibuk,
tidak menyadari betapa pentingnya untuk saling berbagi. Karenanya,
tak heran dan tak jarang kita temukan manusia2 kesepian di tengah2
keramaian kota.

Manusia2 seperti itu adalah juga kita: membutuhkan seseorang untuk
saling berbagi, seseorang yang mau mendengar dan tak cuma menghakimi,
seseorang yang bersedia menolong dengan sepenuh hatinya.

Adalah sang bijak yang pernah mengatakan pada saya mengenai hukum
saling berbagi suka dan duka. Katanya, bila suka ria di bagi akan
terasa lebih megah suka ria itu. Sebaliknya bila duka di bagi maka
akan terasa ringanlah duka itu.

Menuruti kata sang bijak itu, saling berbagi jelas merupakan solusi
yang baik dalam menghadapi masalah2 kehidupan ini.

Adalah bukan hal yang sulit menemukan seseorang untuk berbagi suka
ria, tetapi menjadi sesuatu yang sulit mencari seseorang yang bersedia
dengan tulus mendengarkan keluh kesah kita, kesakitan kita dan
penderitaan kita.

Seperti yang nampak nyata dalam kehidupan sehari2, seperti yang
terlihat di hari2 belakangan ini ketika musibah menimpa beberapa
bagian dari republik ini.

Ada yang begitu tulus mencoba berbagi duka dengan melakukan perbuatan2
bajik kepada sesamanya, tetapi tak jarang pula yang memendam maksud2
tertentu didalamnya. Ada yang telah tercerahkan dengan kesadaran  mengenai
kematian yang sewaktu2 dapat menjemput, dan dengan demikian
ia menyadari apalah artinya harta benda yang tak dapat di bawa serta
ini. Tetapi di lain sisi, nampak pula mereka yang masih terikat erat
oleh keserakahannya untuk terus menumpuk materi bahkan dari kemalangan
orang lain.

Ada yang begitu murni dalam berbagi sepotong hati nuraninya, ada pula
yang tak lagi memiliki hati nurani untuk dibagi.
Maka berbahagialah mereka yang sadar dan tercerahkan untuk saling
berbagi suka dan duka dengan sesamanya.

dari cucu dt paduko rajo
bontang PKT.....

Kirim email ke