Assalamualaikum Wr, Wb.

Bagi urang awak dikampuang nan ingin managak-kan syariat islam, ini
adalah suatu tantangan yang berat untuk memperjuangankannya.
Aapakah benar kita memperjuangkan seperti yang dimaksud tokoh2 asal
minang tsb, (kapatang Pak Azwar Anas, kini tambah pulo Pak Syafii M
nan mamatahkan tentang SI di sumbar tsb.

Mumkin bagi para poli-tikus2 nan dak tau diri, iko adolah suatu
komoditi dek meraka2 tu, tapi kalau bagi ambo, rakyat biasa nan ndak
tau masalah poli-tikus (politik) perjuangan untuak SI adolah
perjuangan untuak menyelamatkan generasi yang akan datang.

Wassalam
RangMudo Matah

Senin, 25/3/2002 04.10 WIB

Padang, mimbarminang.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP)
Muhammadiyah Prof. Dr. A. Syafii Maarif M.A. menilai munculnya usulan
pemberlakuan syariat Islam di Sumatra Barat sebagai dagang-an politik
kalangan politikus lokal. Ia meragukan kesungguhan kalangan politikus
terhadap usulan pemberlakuan syariat Islam di Minangkabau.

�Saya tidak yakin dengan kesung-guhan mereka. Itu (usulan
pemberlakuan syariat Islam � red) apakah bukan sekedar komoditas
politik,� kata Syafii Maarif kepada wartawan usai menghadiri
pelantikan pengurus baru Ikatan Keluarga Sawahlunto Sijunjung (IKSS)
Kota Padang periode 2002-2005 di Aula Kopertis X Padang Jumat (22/3)
kemarin.

Syafii yakin gagasan formalisasi syariat Islam yang menaik akhir-
akhir ini akan kandas di tengah jalan, karena masyarakat Sumbar tidak
kompak. Disamping itu pemahaman masyarakat terhadap syariat Islam itu
juga berbeda-beda satu sama lain. �Sekarang saya bertanya, apa yang
dimaksudkan syariat Islam itu. Syariat adalah agama itu sendiri, yang
intinya adalah keadilan. Itu yang penting. Saya tidak tahu apa sih
syariat Islam yang dimaksudkan (politisi�red),� kata Syafii.

Ia mengaku heran dengan sepak terjang politikus lokal soal
formalisasi syariat Islam. Apalagi atas nama otonomi daerah. Padahal
dalam UUD 1945 khususnya pasal 29 sudah dengan jelas mengakomodasi
kaum muslimin dalam menjalankan syariatnya secara maksimal. �Kita toh
sudah makin bebas menjalankan agama kita. Jadi apa lagi, jangan macam-
macamlah,� kata Syafii.

Kalau sebagian kalangan umat Islam, termasuk di Sumbar, bersikeras
meng-usulkan formalisasi syariat, dikhawatir-kan bakal menambah ruwet
masalah nasional. �Saya tidak mengerti, kenapa di tengah situasi
bangsa yang amburadul begini muncul pula gagasan seperti itu. Apakah
kita mau meruntuhkan bangsa ini,� kata Syafii dengan nada tinggi.

Syafii juga mengingatkan pentingnya landasan intelektual yang kokoh
terhadap usulan pemberlakuan syariat Islam termasuk di Sumbar. Sebab
selain melihat sebagai dagangan para politi-kus, gagasan formalisasi
syariat Islam itu juga perlu didukung oleh kesiapan pengetahuan serta
landasan sosial yang memadai, mengingat lingkup syariat Islam itu
cukup luas dan kompleks.

�Syariat Islam itu meliputi aspek ekonomi, politik, sosial, budaya
dan sebagainya. Apakah kita sudah siap dan paham. Dan yang penting
apakah kita sudah satu visi soal itu. Saya rasa masih jauh,� kata
Syafii.

IKSS Dilantik

Pelantikan pengurus IKSS 2002-2006 dilakukan oleh Bupati Darius Apan,
dihadiri Wakil Bupati Prof. Dr. Hasan Zaini, tokoh masyarakat
Sijunjung di Padang, anggota DPRD Sijunjung serta sekitar 200 anggota
masyarakat Sijun-jung di kota Padang.

Pengurus IKSS yang baru dilantik antara lain Ketua Umum Dr. Ir. Novir-
man Jamarun MSc, Drs Syamsuar Syam sebagai sekretaris, dan bendahara
Umum H. Amris Apan. Sedangkan pada posisi fungsionaris lainnya
terdapat nama-nama seperti dr. H. Syafruddin Alun (Ketua I), Azwir
Maaruf Dt Sirajo (Ketua II), Hendri MSi (Sekretaris I), Marlis
(Sekretaris IV), M Sayuti Dt Rajo Panghulu (Ketua III), Azwar Ananda
(Koor dinator Pengembangan SDM), Ali Umar (anggota Pengembangan SDM),
dan beberapa yang lain. Pada kesempatan itu juga serah terima secara
simbolik dilakukan oleh Ketua IKSS lama Syahril Syamra ke ketua baru
Novirman Jamarun.

Syafii mengharapkan organisasi IKSS Padang dapat menjalankan misinya
membangun Sawahlunto Sijunjung yang lebih maju khususnya di bidang
sumber daya manusia. Karena modal kemajuan perdaban bukan pada SDA
tapi SDM. �Sebagai salah satu daerah yang tertinggal di Indonesia,
saya prihatin. Inilah tugas Bupati yang mesti didukung oleh
masyarakat sendiri, termasuk kaum perantau,� kata Syafii.

Bupati Darius Apan mengakui bahwa Sijunjung adalah daerah kaya SDA,
tapi miskin SDM. Karena itu atas bantuan perantau, ia bertekad untuk
memprioritas pembangunan SDM di masa mendatang seperti akan dicermin-
kannya dalam APBD. �Saya ingin kalangan intelektual Sijunjung di
Padang tidak hanya menghujat bupati, tapi juga membantu bupati
bekerja membangun daerah ini. Hentikanlah tuding- menuding,� kata
Apan. (isr)



Buek email gratis di http://sungaipagu.zzn.com
____________________________________________________________
Get your own FREE Web and POP E-mail Service in 14 languages at http://www.zzn.com.

RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 ==============================================Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ==============================================

Kirim email ke