Assalamualaikum,
Inyo (Syafii) tu ndak mangarati jo SI, jadi takah tu
kecek nyo,
co caliak inyo tu sendiri batanyo aa nan SI tu.

Kok dicaliak baliak ka nan sudah-sudah, Syiar nabi
umpamo.
Untuak mangarahkan kaumnyo ka tujuan sabananyo, ndak
langsuang disadiokannyo perangkat penunjang lengkap,
tetapi plang namo, 
a plang namonyo, Islam, baa caro masuaknyo Syahadat,
jo aturan main sederhana sebagai anggota.
sederhana saja, kok nan lain beko urusannyo. 
aturan perangkat hukum berlaku satu demi satu
bertahap.
Sehingga akhirnya Islam mencapai kesempurnaan.

Kok SI di Minang ka ditagakkan, itu rancak bana. apo
artinyo, di Minang kito satuju reference kito Al-quran
jo Hadist, samantaro ado aturan nan alun bisa bajalan
padia se lah, nan penting pegangan kito alah jaleh
Kitab nan terjaga.
Umpamo indak bajalan kini, tibo cucu atau cicit
mungkin bisa bajalan.

Menurut ambo, a jou isi kapalo nan mencetus ide, a juo
politik dibelakangnyo, bodohnyo nan mencetus ide.
ndak paralu di ribuikan doh, nan penting jaleh ide nan
digulirkan adalah kebenaran nan nyata, iko nan
sabananyo.

Kopi cek luu..

Fery.




--- "Nofendri T. Lare" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

<HR>
<html><head><meta Name='keywords' Content='commtouch,
pronto, mail, free email, free, branded, web based,
free web based email, communications, internet,
software, advertising banners, e-mail, free
software'></head><body   ><div align='left'><font  
><blockquote><blockquote><TT>Assalamualaikum Wr,
Wb.<BR>
<BR>
Bagi urang awak dikampuang nan ingin managak-kan
syariat islam, ini <BR>
adalah suatu tantangan yang berat untuk
memperjuangankannya.<BR>
Aapakah benar kita memperjuangkan seperti yang
dimaksud tokoh2 asal <BR>
minang tsb, (kapatang Pak Azwar Anas, kini tambah pulo
Pak Syafii M <BR>
nan mamatahkan tentang SI di sumbar tsb.<BR>
<BR>
Mumkin bagi para poli-tikus2 nan dak tau diri, iko
adolah suatu <BR>
komoditi dek meraka2 tu, tapi kalau bagi ambo, rakyat
biasa nan ndak <BR>
tau masalah poli-tikus (politik) perjuangan untuak SI
adolah <BR>
perjuangan untuak menyelamatkan generasi yang akan
datang.<BR>
<BR>
Wassalam<BR>
RangMudo Matah<BR>
<BR>
Senin, 25/3/2002 04.10 WIB <BR>
<BR>
Padang, mimbarminang.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat
(PP) <BR>
Muhammadiyah Prof. Dr. A. Syafii Maarif M.A. menilai
munculnya usulan <BR>
pemberlakuan syariat Islam di Sumatra Barat sebagai
dagang-an politik <BR>
kalangan politikus lokal. Ia meragukan kesungguhan
kalangan politikus <BR>
terhadap usulan pemberlakuan syariat Islam di
Minangkabau. <BR>
<BR>
�Saya tidak yakin dengan kesung-guhan mereka. Itu
(usulan <BR>
pemberlakuan syariat Islam � red) apakah bukan sekedar
komoditas <BR>
politik,� kata Syafii Maarif kepada wartawan usai
menghadiri <BR>
pelantikan pengurus baru Ikatan Keluarga Sawahlunto
Sijunjung (IKSS) <BR>
Kota Padang periode 2002-2005 di Aula Kopertis X
Padang Jumat (22/3) <BR>
kemarin. <BR>
<BR>
Syafii yakin gagasan formalisasi syariat Islam yang
menaik akhir-<BR>
akhir ini akan kandas di tengah jalan, karena
masyarakat Sumbar tidak <BR>
kompak. Disamping itu pemahaman masyarakat terhadap
syariat Islam itu <BR>
juga berbeda-beda satu sama lain. �Sekarang saya
bertanya, apa yang <BR>
dimaksudkan syariat Islam itu. Syariat adalah agama
itu sendiri, yang <BR>
intinya adalah keadilan. Itu yang penting. Saya tidak
tahu apa sih <BR>
syariat Islam yang dimaksudkan (politisi�red),� kata
Syafii. <BR>
<BR>
Ia mengaku heran dengan sepak terjang politikus lokal
soal <BR>
formalisasi syariat Islam. Apalagi atas nama otonomi
daerah. Padahal <BR>
dalam UUD 1945 khususnya pasal 29 sudah dengan jelas
mengakomodasi <BR>
kaum muslimin dalam menjalankan syariatnya secara
maksimal. �Kita toh <BR>
sudah makin bebas menjalankan agama kita. Jadi apa
lagi, jangan macam-<BR>
macamlah,� kata Syafii. <BR>
<BR>
Kalau sebagian kalangan umat Islam, termasuk di
Sumbar, bersikeras <BR>
meng-usulkan formalisasi syariat, dikhawatir-kan bakal
menambah ruwet <BR>
masalah nasional. �Saya tidak mengerti, kenapa di
tengah situasi <BR>
bangsa yang amburadul begini muncul pula gagasan
seperti itu. Apakah <BR>
kita mau meruntuhkan bangsa ini,� kata Syafii dengan
nada tinggi. <BR>
<BR>
Syafii juga mengingatkan pentingnya landasan
intelektual yang kokoh <BR>
terhadap usulan pemberlakuan syariat Islam termasuk di
Sumbar. Sebab <BR>
selain melihat sebagai dagangan para politi-kus,
gagasan formalisasi <BR>
syariat Islam itu juga perlu didukung oleh kesiapan
pengetahuan serta <BR>
landasan sosial yang memadai, mengingat lingkup
syariat Islam itu <BR>
cukup luas dan kompleks. <BR>
<BR>
�Syariat Islam itu meliputi aspek ekonomi, politik,
sosial, budaya <BR>
dan sebagainya. Apakah kita sudah siap dan paham. Dan
yang penting <BR>
apakah kita sudah satu visi soal itu. Saya rasa masih
jauh,� kata <BR>
Syafii. <BR>
<BR>
IKSS Dilantik <BR>
<BR>
Pelantikan pengurus IKSS 2002-2006 dilakukan oleh
Bupati Darius Apan, <BR>
dihadiri Wakil Bupati Prof. Dr. Hasan Zaini, tokoh
masyarakat <BR>
Sijunjung di Padang, anggota DPRD Sijunjung serta
sekitar 200 anggota <BR>
masyarakat Sijun-jung di kota Padang. <BR>
<BR>
Pengurus IKSS yang baru dilantik antara lain Ketua
Umum Dr. Ir. Novir-<BR>
man Jamarun MSc, Drs Syamsuar Syam sebagai sekretaris,
dan bendahara <BR>
Umum H. Amris Apan. Sedangkan pada posisi fungsionaris
lainnya <BR>
terdapat nama-nama seperti dr. H. Syafruddin Alun
(Ketua I), Azwir <BR>
Maaruf Dt Sirajo (Ketua II), Hendri MSi (Sekretaris
I), Marlis <BR>
(Sekretaris IV), M Sayuti Dt Rajo Panghulu (Ketua
III), Azwar Ananda <BR>
(Koor dinator Pengembangan SDM), Ali Umar (anggota
Pengembangan SDM), <BR>
dan beberapa yang lain. Pada kesempatan itu juga serah
terima secara <BR>
simbolik dilakukan oleh Ketua IKSS lama Syahril Syamra
ke ketua baru <BR>
Novirman Jamarun. <BR>
<BR>
Syafii mengharapkan organisasi IKSS Padang dapat
menjalankan misinya <BR>
membangun Sawahlunto Sijunjung yang lebih maju
khususnya di bidang <BR>
sumber daya manusia. Karena modal kemajuan perdaban
bukan pada SDA <BR>
tapi SDM. �Sebagai salah satu daerah yang tertinggal
di Indonesia, <BR>
saya prihatin. Inilah tugas Bupati yang mesti didukung
oleh <BR>
masyarakat sendiri, termasuk kaum perantau,� kata
Syafii. <BR>
<BR>
Bupati Darius Apan mengakui bahwa Sijunjung adalah
daerah kaya SDA, <BR>
tapi miskin SDM. Karena itu atas bantuan perantau, ia
bertekad untuk <BR>
memprioritas pembangunan SDM di masa mendatang seperti
akan dicermin-<BR>
kannya dalam APBD. �Saya ingin kalangan intelektual
Sijunjung di <BR>
Padang tidak hanya menghujat bupati, tapi juga
membantu bupati <BR>
bekerja membangun daerah ini. Hentikanlah tuding-
menuding,� kata <BR>
Apan. (isr)<BR>
</TT><br><br><font><p align=left><br>Buek email gratis
di
http://sungaipagu.zzn.com<br>____________________________________________________________<br>Get
your own FREE Web and POP E-mail Service in 14
languages at
http://www.zzn.com.<br></blockquote></blockquote></div></font></body></html>

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di
http://www.rantaunet.com/register.php3
==============================================Mendaftar
atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda
tanpa tanda kurung
===============================================


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Movies - coverage of the 74th Academy Awards�
http://movies.yahoo.com/

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke