*
banjir baru saja mereda
seribu juta cerita menampar dada
masih berbekas merah

eh, ini hari matahari naik pitam memburangsang
menghantamkan sinarnya dahsyat bukan kepalang
seantero langit bersih cemerlang
tak sehelai pun awan menghalang
panas menerjang

meski samar,
namun cukup jelas terdengar
meluncur melayang di udara terhampar
kemudian menyelinap lewat sela-sela pintu dan jendela kamar
menghampiri telingaku, berbisik lirih: 'mari meraih kemenangan...'

kemenangan?
al falah?
mauuu..

namun saya lebih butuh keteduhan,
kemenangan urusan belakangan,
juga kebenaran,

saya butuh keteduhan,
dari matahari yang membakar jalanan
dari udara kering kerontang,
dari lalu lalang pikiran yang berseliweran
dari gejolak jiwa yang tak kunjung padam

saya butuh keteduhan

maka kudatangilah
kuikuti panggilan di udara
namun tak kemenangan yang kupinta
mesti berkali-kali diteriakkan keras menggema-bahana
(..mari meraih kemenangaaaann.....!!!
mari meraih kemenangaaaaaaaan..!!!)

saya hanya butuh keteduhan

hani...
indahnya melangkah siang ini,
di sepanjang setia budi,
meski diatas matahari masih membakar tak terperi
ada sesuatu yang menggeletar di dalam sini
di dalam hati

keteduhan itu,
kesejukan itu,

ia mulai merambat
dan semakin terasa kian pekat kian nikmat
ketika langkah semakin mendekat

lihatlah...
raut-raut tenang melangkah tenang
bersapa senyum bertukar salam berujar salam
saling mendoakan keselamatan

lalu berdiri berjejer menunggu beberapa waktu
sejuknya air yang mengalir kurengkuh
segenap wajah kubasuh ahh...

sungguh keteduhan semakin terasa teduh
ketika langkah kaki menginjak lantai biru
tiang-tiang besar menjulang
langit-langit tinggi mengawang
kaligrafi indah melingkar
angin semilir mengalir

nyanyian alquran membuka
lalu suara berat bapak tua mengalun dari atas podium
'indahnya dunia tercipta
indahnya manusia tercipta
indahnya alam tercipta
indahnya kebersamaan
indahnya persahabatan
indahnya persaudaraan
indahnya cinta, kasih, sayang
indahnya keteduhan
indahnya keselamatan...'
.......
...rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wakina
adzabannar..

lalu highly khusyuk kami berjejer bersama
bersama menghadapnya
dalam doa dalam sembah
........
assalamu'alaikum warrahmatullahiwabarakatuh
assalamu'alaikum warrahmatullahiwabarakatuh

*

oh, pencipta yang entah dimana
inilah caraku
menyandarkan jiwa yang lelah
menepikan hati yang letih

pencipta,
hanya inilah cara yang aku bisa
padamu
mencari keteduhan

pencipta,
please, izinkan sesekali aku meneteskan air mata
mengharapkan keteduhan
meski kebenaran masih aku gantung di langit-langit sukma

=urpas=






















RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke