Tetap Digusur Meski Menang
di Pengadilan UPC Mengadu
ke Komnas HAM Penulis :
M. Rizal Maslan
detikcom - Jakarta, 300 orang Urban Poor
Concorcium (UPC) dari Wardah Hafidz mengunjungi Komnas HAM, Jl.
Latuharhary No 4, Jakarta, Kamis (28/3/2002). Mereka mengadu walau PN
Jakpus memenangkan mereka namun penggusuran dan penertiban tetap dilakukan
Pemda DKI.
Ke-300 orang itu ditemani oleh aktivis UPC Wardah Hafidz. Sebanyak 50
orang di antara mereka, termasuk Wardah, akhirnya diterima oleh Komnas HAM
diwakili Asmara Nababan, Komnas Perempuan (Chandra Kirana Darusman &
Melly Tan) dan Komnas Perlindungan Anak & Ibu (Arif Merdeka Sirait.
Dalam kesempatan itu, massa UPC mengadukan bahwa meski PN Jakpus
memenangkan gugatan class action UPC melawan Gubernur, Kapolda dan
Pangdam Jakarta dalam upaya penggusuran pemukiman pedagang kaki lima dan
penangkapan para pengamen jalanan dimenangkan namun Pemda yang didukung
TNI/Polri justru masih melakukan penggusuran, penggarukan dan teror sering
dilakukan sampai kini.
Atas pertanyaan itu, Asmara Nababan mengatakan Komnas HAM, Komnas
Perempuan dan Komnas Perlindungan Anak & Ibu meminta pejabat pemda DKI
untuk mematuhi aturan hukum yang memutuskan menghentikan sementara
penertiban terhadap kaum miskin.
�Kalau gubernur mau melakukan banding silakan saja tetapi sebagai
gubernur DKI harus mentaati hukum dan menghentikan sementara sampai ada
putusan banding,� kata Nababan.
Nababan menilai Gubernur Sutiyoso memang tak punya itikad mematuhi dan
malah menilai UPC sebagai musuhnya. �Sebaiknya Sutiyoso mengakui hukum
sampai akhir jabatanya. Boleh banding tapi hormati hukum. Kita bertiga
akan menyiapkan tanggapan yang keras atas persoalan ini.�
|
| URL : http://www.detik.com/peristiwa/2002/03/28/20020328-125042.shtml |
----- Original Message -----
Sent: Friday, March 29, 2002 2:36
AM
Subject: Inikah Nasib Orang Miskin? Sudah
miskin diserbu pula!!!!
|
Inikah nasib orang-orang miskin
di negeri ini? Inikah kelompok yang dibanggakan Sutiyoso, dalam
pernyataannya dua minggu lalu, sebagai pembelanya dari "tudingan"
kelompok UPC? Inikah hukum bagi rakyat miskin negeri ini? Inikah bentuk
baru dari intimidasi dan agitasi terhadap orang-orang yang
kelaparan?
Serangan ini pantas dikutuk dengan
keras. Sangat keras....
ijp
========
Penyerbuan FBR di Komnas HAM
7 Orang UPC Dilarikan
ke RSCM Penulis : M.
Rizal Maslan
detikcom - Jakarta, Aksi anarkis Forum
Betawi Rempug (FBR) terhadap massa Urban Poor Consortium (UPC) di Kantor
Komnas HAM mengakibatkan puluhan orang terluka. 7 orang di antara mereka
terpaksa dilarikan ke RSCM mengingat luka-luka serius di kepala.
Kepala ke-7 orang anggota UPC itu terlihat berdarah. Seorang aktivis
dari LBH APIK yang ikut dalam rombongan, bernama Voni juga menderita
luka di kepala. Namun Voni hanya diobati di dalam kantor Komnas HAM di
Jl. Latuharhary No.4, Jakarta.
Selain korban luka serius, puluhan ibu-ibu dan anak-anak yang ikut
dalam massa UPC juga terlihat schok, beberapa di antaranya bahkan
jatuh pingsan. Mereka umumnya kaget beberapa di antaranya bahkan sempat
merasakan pukulan dari massa FBR.
Aktivis UPC sendiri, Wardah Hafidz sempat dipegang lehernya oleh
massa FBR, namun kemudian dilepas kembali. Usai kejadian, massa UPC
dikumpulkan di belakang kantor Komnas HAM untuk didata kondisi
terakhirnya.
Wardah Hafidz menyesalkan sikap aparat keamanan yang dinilainya
lalai. Padahal, sebelum penyerangan terjadi dari polisi yang berjaga di
sekitar Komnas HAM, Wardah mendapat jaminan tak akan ada massa lain yang
akan datang ke Komnas HAM. Selain itu, Wardah juga menyesalkan reaksi
lambat satpam Komnas HAM yang tak menutup pintu gerbang begitu massa FBR
datang.
Sementara itu, Sekjen Komnas HAM Asmara Nababan yang menyaksikan
peristiwa itu berniat melaporkan kejadian ini ke Polres Jakarta Pusat
dan Polsek Menteng. Namun, ia mengaku bisa mengerti bila aparat
kepolisian yang bertugas di Komnas Ham akibat jumlahnya yang sedikit tak
mampu menghalau massa anarkis.
Di pihak lain, setelah aksi penyerangan dan Gedung Komnas HAM, 200
orang FBR membubarkan diri dengan menggunakan 5 buah metromini.
|
|
Forum Betawi Rempug Serbu Massa
UPC di Komnas HAM Penulis : M. Rizal Maslan
detikcom - Jakarta, Massa Forum
Betawi Rempug (FBR) yang sebelumnya beraksi di gedung DPRD DKI
Jakarta, sekitar pukul 12.40 WIB, Kamis (28/3/2002) mendatangi
kantor Komnas HAM, Jl. Latuharhari, Jakarta Pusat. Mereka menyerbu
sekitar 300 orang dari UPC (Urban Poor Consortium).
Massa FBR datang ke Komnas HAM dengan menumpang beberapa
metromini. Jumlahnya sekitar 400 orang. Mereka mengenakan pakaian
warna hitam bertuliskan FBR. Mereka membawa pentungan dan sebagian
dari mereka juga terlihat membawa senjata tajam.
Begitu tiba di Komnas HAM, massa langsung menyerbu massa UPC
pimpinan Wardah Hafidz yang sedang melakukan orasi di depan kantor
Komnas HAM. Langsung saja, massa UPC kocar-kacir.
Beberapa orang laki-laki dari UPC dipukuli dengan pentungan
yang mereka bawa. Sedangkan, kaum perempuan dari UPC dibiarkan dan
disuruh masuk ke dalam halaman Komnas HAM.
Aparat kepolisian yang berjaga di kantor Komnas HAM terlalu
sedikit untuk bisa mencegah aksi anarkis massa FBR ini. Aparat
tampak kurang mengantisipasi aksi massa ini.
Selain memukuli massa dari UPC, massa FBR juga merusak beberapa
fasilitas di gedung Komnas HAM. Antara lain, mereka memecahkan
kaca gedung dan merusak lampu di kantor ini. Sound system milik
UPC juga mereka rusak.
Aksi berlangsung singkat. Namun, aksi massa FBR ini membuat
massa UPC tidak berkutik. Sekitar pukul 12.47 WIB, massa FBR
kemudian meninggalkan lokasi dengan menggunakan metromini. Mereka
meninggalkan ibu-ibu dari UPC yang menangis akibat aksi anarkis
ini.
|
| URL : http://www.detik.com/peristiwa/2002/03/28/20020328-125240.shtml | |
|