detikcom - Jakarta, Aksi anarkis Forum
Betawi Rempug (FBR) terhadap massa Urban Poor Consortium (UPC) di Kantor
Komnas HAM mengakibatkan puluhan orang terluka. 7 orang di antara mereka
terpaksa dilarikan ke RSCM mengingat luka-luka serius di kepala.
Kepala ke-7 orang anggota UPC itu terlihat berdarah. Seorang aktivis
dari LBH APIK yang ikut dalam rombongan, bernama Voni juga menderita luka
di kepala. Namun Voni hanya diobati di dalam kantor Komnas HAM di Jl.
Latuharhary No.4, Jakarta.
Selain korban luka serius, puluhan ibu-ibu dan anak-anak yang ikut
dalam massa UPC juga terlihat schok, beberapa di antaranya bahkan
jatuh pingsan. Mereka umumnya kaget beberapa di antaranya bahkan sempat
merasakan pukulan dari massa FBR.
Aktivis UPC sendiri, Wardah Hafidz sempat dipegang lehernya oleh massa
FBR, namun kemudian dilepas kembali. Usai kejadian, massa UPC dikumpulkan
di belakang kantor Komnas HAM untuk didata kondisi terakhirnya.
Wardah Hafidz menyesalkan sikap aparat keamanan yang dinilainya lalai.
Padahal, sebelum penyerangan terjadi dari polisi yang berjaga di sekitar
Komnas HAM, Wardah mendapat jaminan tak akan ada massa lain yang akan
datang ke Komnas HAM. Selain itu, Wardah juga menyesalkan reaksi lambat
satpam Komnas HAM yang tak menutup pintu gerbang begitu massa FBR datang.
Sementara itu, Sekjen Komnas HAM Asmara Nababan yang menyaksikan
peristiwa itu berniat melaporkan kejadian ini ke Polres Jakarta Pusat dan
Polsek Menteng. Namun, ia mengaku bisa mengerti bila aparat kepolisian
yang bertugas di Komnas Ham akibat jumlahnya yang sedikit tak mampu
menghalau massa anarkis.
Di pihak lain, setelah aksi penyerangan dan Gedung Komnas HAM, 200
orang FBR membubarkan diri dengan menggunakan 5 buah metromini.