Assalamu'alaikum wr. wb, Berikut ini posting orang lain yang mungkin perlu kita cermati. ------ Alan X wrote:
Sehubungan dengan serangan fisik atas wanita dan anak-anak, serta atas orang-orang tak berdaya dalam demonstrasi damai UPC. Kami turut mengecam keras aksi biadab kelompok teroris FBR (Forum Betawi Rembug). Sekalipun FBR sebelumnya diketahui telah melakukan aksi kekerasan, namun peristiwa penyerangan ini menandai bertambahnya kelompok teroris di Indonesia. Penghargaan yang tinggi diberikan kepada Musyawarah Betawi serta segenap komponen masyarakat Betawi yang tanpa pamrih, mengecam FBR, meminta organisasi tersebut dibubarkan/membubarkan diri, serta menuntut kepolisian untuk menangkap para pelaku penyerangan tersebut. Adanya himbauan kepada Polri untuk mengusut dan membawa kasus ini kepengadilan menunjukkan bahwa masyarakat percaya bahwa Polri hanya bertindak berdasarkan kekuasaan, dan tidak melakukan penegakan hukum. Seruan dari berbagai pihak, baik pejabat, maupun tokoh LSM, dan anggota masyarakat menunjukkan bahwa masyarakat melihat adanya kecenderungan Polri tidak dapat dipercaya untuk melakukan penegakan hukum yang tuntas. Karena itu Polri berkewajiban untuk memulihkan citranya yang sudah hancur tersebut dengan menuntaskan kasus ini, membawa para pelaku ke pengadilan dengan bukti yang cukup bagi hakim untuk menjatuhkan hukuman. Polri juga berkewajiban memeriksa, menangkap dan membawa ke pengadilan, otak di belakang penyerangan ini, termasuk jika serangan tersebut melibatkan oknum Polri, atau TNI, atau Gubernur DKI Sutiyoso. Maraknya kemunculan organisasi-organisasi teroris adalah sepenuhnya, 100%, kesalahan Kepolisian Republik Indonesia, karena selama ini membiarkan aksi-aksi kriminal massal, baik aksi kekerasan, aksi pengancaman, aksi main hakim sendiri, serta tindak kejahatan lainnya. Hal tersebut membuat organisasi teroris terus bertambah dan kegiatannya makin meluas di seluruh Indonesia. Bahkan banyak organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan juga melakukan kekerasan massal, karena Polri diketahui tidak menjalankan hukum berdasarkan undang-undang, melainkan berdasarkan kepentingannya sendiri. Rakyat menghimbau Polri untuk bertaubat, kembali pada rakyat. Menjalankan penegakan hukum berdasarkan undang-undang, bukan berdasarkan kepentingan pribadi, atau kepentingan organisasi, atau kepentingan kelompok tertentu. Tinggalkanlah praktek pungli di jalan raya. Tinggalkanlah praktek memberi setoran kepada para perwira Polri. Tinggalkanlah praktek menerima bayaran untuk penerimaan calon anggota Polri. Tinggalkanlah praktek pemerasan dalam penyidikan. Tinggalkanlah praktek pemanfaatan barang bukti. Tinggalkanlah praktek premanisme dan pemanfaatan organisasi kriminal. Tinggalkanlah praktek kekerasan berlebihan pada peserta demonstrasi damai. Tinggalkanlah praktek menerima bayaran dari negara asing atau organisasi luar negeri. Tinggalkanlah praktek calo, pungli dan mempersulit dalam pembuatan surat-surat kendaraan dan SIM. Bersama masyarakat, tuntutlah kesejahteraan yang lebih baik. Pemerintah wajib memberikan penghidupan yang layak bagi setiap anggota Polri melalui gaji dan tunjangan-tunjangan resmi, sehingga setiap anggota Polri dapat hidup sejahtera tanpa harus ps: Ingat, kita dalam keadaan terancam. Polri selama ini tidak mampu melakukan tugasnya sehingga kelompok teroris di Indonesia terus bertambah. Imbauan pembunuhan atas Jenderal I Made Yasa dari kelompok teroris Laskar Jihad ASWJ masih berlaku. Pembunuhan atas perwira TNI sudah pernah mereka lakukan secara resmi. Mereka tidak mengancam Jenderal TNI, mereka mengancam Indonesia. Ancaman serangan atas turis asing di Indonesia dari kelompok teroris FPIS (Solo) masih berlaku. Sweeping sudah pernah mereka lakukan secara resmi. Mereka tidak mengancam kepentingan asing, mereka mengancam kepentingan Indonesia. Ancaman main hakim sendiri dengan serangan fisik dan pengrusakan atas industri entertainment di Indonesia dari FPI masih berlaku. Pengrusakan sudah pernah mereka lakukan secara resmi. Mereka tidak merusak industri entertainment, mereka merusak ekonomi Indonesia. -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf Of J.Dachtar Sent: Monday, April 01, 2002 5:29 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: Bukan saatnya meratapi nasib - berusahalah -Re: [RantauNet] [RN] Inikah Nasib Orang Miskin? Koreksi snek sanak, LSM tu cocok untuak dinagari asanyo, kalau lah di-import dek awak jadi LSMA (lembaga swadaya modal asing) JD > Akhirnya biar nggak miskin... buatlah LSM dan angkat isu tentang kemiskinan > terus jual ke LSM di luar negeri...dapat dana sekian dolar... > terus masuk tivi untuk program ini dan itu, menulis tentang "mereka" di > kolom-kolom koran.. ajak mereka demo ke DPR, ke kantor walikota, ke kantor > gubernur... dan toh mereka yang digebuki sedang si aktivis toh dapat > publikasi gratis atas jasa-jasa mereka demo dan digebuk....kalau perlu ajak > mereka ke pengadilan .... RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

