|
Dear All,
FYI,
---------------------------
> Jumat, 5 April 2002
> Hati-hati dengan kuas kue > indohalal.com, Ini kejutan baru bagi umat islam, bahwa proses > pembutan kue ada bagian yang perlu diwaspadai. Yaitu pemakaian kuas > untuk mengolesi permukaan kue dengan kuning telor agar mengkilat. > Ternyata beredar bulu kuas tersebut terbuat dari bulu binatang, ada > yang dari bulu babi. > Itulah sajian utama Jurnal Halal LP POM MUI mengangkat masalah kuas > ini. > > Kuas memang sudah menjadi alat umum dalam beraktifitas sehari-hari. > Selain untuk mengoles kue, sering digunakan untuk merawat wajah, kuas > untuk melukis. dsb. > > Tim Jurnal Halal ini tertarik untuk menyelidiki tentang kuas ini > setelah mendapat e-mail dari pembaca Jurnal Halal yang mendapat > informasi dari seorang sales promotion girl yang sedang mempraktekkan > kuas halus untuk mengoles kue pada acara pameran di Jakarta. > Terhentak salah seorang pengunjung tadi ketika menanyakan kuas > tersebut dibuat dari bahan apa, yang dijawab oleh spg tadi dari bulu > babi. > > Rupanya ada pengalaman lain yang dialami oleh salah seorang auditor > halal dari LP POM MUI saat memeriksa perusahaan kue dan roti, dimana > digunakan kuas berbulu putih, dan pada gagangnay tertulis Bristle. > Setelah dicek pada kamus Webster, salah satu artinya adalah bulu babi. > > Berawal dari informasi itulah Jurnal Halal melakukan investigasi awal > terhadap kuas ini, walaupun dikatakan hasilnya belum secara pasti > dapat mengidentifikasi kuas mana saja yang terbuat dari bulu binatang > tertentu termasuk babi. > > Untuk lebih lengkapnya silahkan baca dalam Jurnal Halal Edisi terbaru > maret 2002. > > Mudah-mudahan bermanfaat. |

