|
Assalaamu'alaikum wr wb
Cerita si Paijo ini mengingatkan saya kepada sebuah tulisan seorang mantan
Ketua Senat Mahasiswa UGM yang waktu lagi ramainya demo membela Afghanistan
dengan naif-nya menuliskan mengapa tidak ada demo yang sama untuk Aceh. Dengan
pengamatannya yang dangkal dia menyangka bahwa orang-orang yang berdemo tidak
melakukan apa-apa untuk membela rakyat Aceh yang juga mengalami penindasan. Sama
dengan tokoh Paijo di cerita ini yang menyangka hal yang sama. Dia tidak
memahami bahwa tidak semua persoalan harus dibela dengan demo yang mendapatkan
publikasi luas, banyak masalah yang bisa diselesaikan/dibela tidak dengan metode
demo. Apalagi jika itu persoalan dalam negeri, banyak masalah yang bisa dibela
melalui tulisan, lobby melalui jalur-jalur politik dan lain-lainnya yang belum
tentu mendapatkan publikasi seperti demo. Dan sangatlah kejam menuduh bahwa
orang-orang yang membela para saudaranya di luar negeri tidak memikirkan
saudaranya yang berada di dalam negeri. Secara rasio saja kita bisa mengatakan
yang di luar negeri saja dibela, apalagi yang di dalam negeri. Atau dengan rasio
kebalikannya, jika yang di dalam negeri saja tidak dibela, bagaimana seseorang
bisa tergerak membela saudaranya di luar negeri?
Paijo di cerita ini juga sudah dirasuki pemikiran bahwa bom syahid yang
dilakukan oleh para mujahidin Palestina termasuk perbuatan yang patut dikecam.
Lalu menurutnya bagaimana rakyat Palestina yang tidak memiliki persenjataan yang
kuat harus melawan tentara teroris zionis Israel yang diperkuat oleh
beratus-ratus tank, helikopter Apache dan senjata-senajta mutakhir lainnya?
Tidakkah dia menyadari bahwa orang-orang Israel yang berada di tanah Palestina
adalah para penjajah yang sama levelnya dengan penjajah Belanda, Jepang yang
menjajah Indonesia beratus-ratus tahun lamanya? Berarti Paijo tidak menghargai
perjuangan para pejuang yang telah mengorbankan darah dan jiwanya untuk
memerdekakan bangsa Indonesia. Lagi pula tidakkah dia tahu bahwa para penjarah
tanah rakyat Palestina tidak ada yang membentuk komunitas sipil. Para penjarah
tanah tersebut mempersenjatai dirinya masing-masing seperti para penjarah tanah
orang Indian di Amerika beratus-ratus tahun yang lalu.
Ketidaktahuan yang dibarengi dengan perasaan sok tahu membuat manusia
sering berkata seenaknya yang hasilnya tentu saja tidak memberikan pengertian
yang baik malah memberi pemahaman yang salah kepada orang-orang yang tidak tahu
tetapi mau belajar. Janganlah kita menjadi orang seperti Paijo ini.
Wassalaamu'alaikum wr wb
|
- [RantauNet] Israel - Palestina .. hmmm Titik
- Muhammad Arfian

