Salamun alaikum WW
Hmm...
Tak terasa sebulan sudah. Kesibukan mancari kepeang di dunia telah menyita waktu yang lumayan. Hinggap rasa rindu tak berperi ke RantauNet & SurauNet. Hari ini saya lihat banyak topik-topik menarik untuk didiskusikan a.l. clash of civilization, liberalisme Islam (bukan islam liberal), civilian attacks, hegemonistik AS versus negara2 Islam, dll.
Saya kira wacana yang konstruktif untuk dikembangkan adalah bagaimana clash of civilization dibimbing menjadi encounter of civilization, liberalisme Islam dipandu menjadi orderly guided liberalism yang diterima semua pihak dengan common sense yang wajar, lalu civilian attacks dirubah menjadi human help, hegemonistic issues di-convert menjadi constructive partnership between The West & Islamic countries.
Saya yakin, apa yang dipahami oleh analis Barat tentang liberalisme Islam berangkat dari konsep-konsep yang diajarkan Quran yang dikutip ulang oleh kaum intelektual Islam a.l. larangan untuk kerja sama menggalang permusuhan (warship) dan kebencian (hatred), kebebasan untuk menjadi kafir (infidels) dan mukmin (followers) seperti halnya kebebasan memilih surga (water) atau neraka (fire), hak untuk mengembangkan lingkungan komunitas beriman (mukmin sebagai awliya), tak ada paksaan dalam agama, dll.
Sadarkah kita bahwa disaat kita menghujat kaum intelektual Muslim seperti Nurcholis Madjid, Arkoun, Abdurrahman Wahid, dll itu sebagai sekuler, diam-diam golongan seperti itu justru dalam sistem di negara Barat, di AS misalnya, diklasifikasikan (classified / rahasia) "enemy within" (musuh dalam selimut) a.l. karena kemampuan mereka untuk merangkul kaum intelektual Barat secara evolusioner ke dalam Islam. "Islam Sekuler" yang kita sebut itu ternyata telah memiliki segmen syiar tersendiri yakni people in leadership and decision makers --dua kelompok spesies yang tak bisa dibodohi apalagi digurui oleh spesies lain yang belum tentu lebih pintar dari mereka seperti kita2 di RN ini..
Di saat itu, apa yang kita perbuat? Menghujat Cak Nur, Arkoun dan Gus Dur habis-habisan? Padahal mereka sudah berjuang keras untuk menjinakkan "the rattlesnakes." Celakalah kita semua. Di belahan sana digosok2 sembari diwaspadai, di belahan sini dihujat. Saya kira banyak pekerjaan lain yang lebih bermanfaat dan menguntungkan (bahasa Islam: berpahala) ketimbang menghujat. Amal yang lain dimaksud adalah; ikut memperbaiki keadaan.
Di saat para ulama di belahan lain sibuk mengkampanyekan jihad, mereka (kaum ulama yang kita sebut sekuler itu) justru menawarkan Quran terjemahan berbahasa Inggris (The Holy Quran) ke George Bush dan Tony Blair untuk dibaca agar mereka lebih mampu memahami arti "Islam" yang sesungguhnya dan tidak parsial serta main hantam kromo saja.
Soal enemy within (EW) ini akan saya attach dalam posting berikutnya. EW berangkat dari laporan seorang analis politik di Washington yang bekerja untuk kepetingan Deplu dan Dephan AS. EW tak lebih sekadar contoh kasus bagaimana format diskusi kita di RN ke depan: adequasi informasi alias petunjuk yang cukup, bukan hanya ilmu yang diajarkan di pesantren semata.
Saya kira kelemahan kita yang paling hakiki dalam berdiskusi adalah kurang well-informed. Inilah sesungguhnya fungsi maksimal sebuah mailing list, memastikan anggotanya well-informed semaksimal mungkin. Dengan referensi yang adekuat, saya kira diskusi menjadi jauh lebih bertanggung jawab, faktual dan analitik. Untuk tujuan ini, saya kira sanak Indra Piliang bisa memberi technical assistance tentang cara membuat analysis report.
Kurangnya informasi inilah yang selama ini saya lihat memicu perdebatan kusir di RN. Contoh soal gembar-gembor api Islam. Sadarkah si fulan itu bahwa api (an nar) dalam Islam itu adalah neraka (an nar), sebuah bentuk ketergelinciran dari ajaran yang haq (an nur)? Sangat mengherankan jika ada seorang Muslim di RN dan Surau yang mendukung kampanye api Islam. Ini contoh kasus yang lain yang saya rasa tak perlu terulang lagi di RN di masa depan.
Porsi saya untuk berbagi technical assistance untuk cara penulisan tingkat akademik dan jurnalistik sudah pernah diposting oleh Indra Piliang beberapa waktu lalu sebelum saya rehat dari milis ini. Saya kira semua resep ini akan membawa perbaikan yang signifikan bagi milis RantauNet di masa datang.
Khusus untuk Miko Mikardo, saya menawarkan diri menjadi salah seorang moderator (istilah teknis untuk message board management), jika memang hal itu menjadi salah satu kendala di RN selama ini. Jika anda meragukan integritas, web expertise dan komitmen saya untuk kemajuan RN, ada baiknya semua admin termasuk bung Miko, Yosfi, Mr Bendahara dan Ronald bertemu muka dengan saya, sometime, somewhere...
Love
Esteranc Labeh
(A.C. St Rangkayo Labih)
Do You Yahoo!?
Yahoo! Tax Center - online filing with TurboTax

