--- In [EMAIL PROTECTED], esteranc labeh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

 
  Note: forwarded message attached. 



---------------------------------
Do You Yahoo!?
Yahoo! Tax Center - online filing with TurboTax

Salamun alaikum WW

Hmm...

Tak terasa sebulan sudah. Kesibukan mancari kepeang di dunia telah 
menyita waktu yang lumayan. Hinggap rasa rindu tak berperi ke 
RantauNet & SurauNet. Hari ini saya lihat banyak topik-topik menarik 
untuk didiskusikan a.l. clash of civilization, liberalisme Islam 
(bukan islam liberal), civilian attacks, hegemonistik AS versus 
negara2 Islam, dll.

Saya kira wacana yang konstruktif untuk dikembangkan adalah bagaimana 
clash of civilization dibimbing menjadi encounter of civilization, 
liberalisme Islam dipandu menjadi orderly guided liberalism yang 
diterima semua pihak dengan common sense yang wajar,  lalu civilian 
attacks dirubah menjadi human help, hegemonistic issues di-convert 
menjadi constructive partnership between The West & Islamic countries.

Saya yakin, apa yang dipahami oleh analis Barat tentang liberalisme 
Islam berangkat dari konsep-konsep yang diajarkan Quran yang dikutip 
ulang oleh kaum intelektual Islam a.l. larangan untuk kerja sama 
menggalang permusuhan (warship) dan kebencian (hatred), kebebasan 
untuk menjadi kafir (infidels) dan mukmin (followers) seperti halnya 
kebebasan memilih surga (water) atau neraka (fire), hak untuk 
mengembangkan lingkungan komunitas beriman (mukmin sebagai awliya), 
tak ada paksaan dalam agama, dll.

Sadarkah kita bahwa disaat kita menghujat kaum intelektual Muslim 
seperti Nurcholis Madjid, Arkoun, Abdurrahman Wahid, dll itu sebagai 
sekuler, diam-diam golongan seperti itu justru dalam sistem di negara 
Barat, di AS misalnya, diklasifikasikan (classified / rahasia) "enemy 
within" (musuh dalam selimut) a.l. karena kemampuan mereka untuk 
merangkul kaum intelektual Barat secara evolusioner ke dalam 
Islam. "Islam Sekuler" yang kita sebut itu ternyata telah memiliki 
segmen syiar tersendiri yakni people in leadership and decision 
makers --dua kelompok spesies yang tak bisa dibodohi apalagi digurui 
oleh spesies lain yang belum tentu lebih pintar dari mereka seperti 
kita2 di RN ini.. 

Di saat itu, apa yang kita perbuat? Menghujat Cak Nur, Arkoun dan Gus 
Dur habis-habisan? Padahal mereka sudah berjuang keras untuk 
menjinakkan "the rattlesnakes." Celakalah kita semua. Di belahan sana 
digosok2 sembari diwaspadai, di belahan sini dihujat. Saya kira 
banyak pekerjaan lain yang lebih bermanfaat dan menguntungkan (bahasa 
Islam: berpahala) ketimbang menghujat. Amal yang lain dimaksud 
adalah; ikut memperbaiki keadaan. 

Di saat para ulama di belahan lain sibuk mengkampanyekan jihad, 
mereka (kaum ulama yang kita sebut sekuler itu) justru menawarkan 
Quran terjemahan berbahasa Inggris (The Holy Quran) ke George Bush 
dan Tony Blair untuk dibaca agar mereka lebih mampu memahami 
arti "Islam" yang sesungguhnya dan tidak parsial serta main hantam 
kromo saja.

Soal enemy within (EW) ini akan saya attach dalam posting berikutnya. 
EW berangkat dari laporan seorang analis politik di Washington yang 
bekerja untuk kepetingan Deplu dan Dephan AS. EW tak lebih sekadar 
contoh kasus bagaimana format diskusi kita di RN ke depan: adequasi 
informasi alias petunjuk yang cukup, bukan hanya ilmu yang diajarkan 
di pesantren semata.

Saya kira kelemahan kita yang paling hakiki dalam berdiskusi adalah 
kurang well-informed. Inilah sesungguhnya fungsi maksimal sebuah 
mailing list, memastikan anggotanya well-informed semaksimal mungkin. 
Dengan referensi yang adekuat, saya kira diskusi menjadi jauh lebih 
bertanggung jawab, faktual dan analitik. Untuk tujuan ini, saya kira 
sanak Indra Piliang bisa memberi technical assistance tentang cara 
membuat analysis report. 

Kurangnya informasi inilah yang selama ini saya lihat memicu 
perdebatan kusir di RN. Contoh soal gembar-gembor api Islam. Sadarkah 
si fulan itu  bahwa api (an nar) dalam Islam itu adalah neraka (an 
nar), sebuah bentuk ketergelinciran dari ajaran yang haq (an nur)? 
Sangat mengherankan jika ada seorang Muslim di RN dan Surau yang 
mendukung kampanye api Islam. Ini contoh kasus yang lain yang saya 
rasa tak perlu terulang lagi di RN di masa depan.

Porsi saya untuk berbagi technical assistance untuk cara penulisan 
tingkat akademik dan jurnalistik sudah pernah diposting oleh Indra 
Piliang beberapa waktu lalu sebelum saya rehat dari milis ini. Saya 
kira semua  resep ini akan membawa perbaikan yang signifikan bagi 
milis RantauNet di masa datang.

Khusus untuk Miko Mikardo, saya menawarkan diri menjadi salah seorang 
moderator (istilah teknis untuk message board management), jika 
memang hal itu menjadi salah satu kendala di RN selama ini. Jika anda 
meragukan integritas, web expertise dan komitmen saya untuk kemajuan 
RN, ada baiknya semua admin termasuk bung Miko, Yosfi, Mr Bendahara 
dan Ronald bertemu muka dengan saya, sometime, somewhere...

Love

Esteranc Labeh 

(A.C. St Rangkayo Labih)

 

 

 

 

 

 

 



---------------------------------
Do You Yahoo!?
Yahoo! Tax Center - online filing with TurboTax
--- End forwarded message ---



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke