Pohon sakura, sebagaimana kebanyakan pohon yang lain, merontokkan daunnya 
pada musim gugur menyambut musim salju yang kering hingga penguapan yang 
ganas bisa dihindarkan agar tidak kerontang tubuh yang sebatang. 
Sekaligus punya waktu dia menabung energi untuk menanti musim semi yang 
hangat.

Musim semi sudah masuk Nihonmatsu dan begitu saja sakura menyemburkan 
bunga-bunganya yang indah mewarni mendahului kehijauan dedaunan. Begitu 
saja sebatang pohon penuh melimpah oleh keputihan atau kemerahjambuan 
bunga yang sedap dipandang mata di bawah kebiruan langit.

Tapi, tidak panjang umurnya. Beberapa hari berkembang penuh, lantas 
berguguran membanjiri permukaan tanah yang lembab membentuk hamparan 
permadani yang bergelombang. Kegembiraan manusia Jepang yang 
menggelembung memuncak memenuhi udara yang berakhir dengan tarikan napas 
yang sendu mengiringi kepergiannya.

Orang Jepang memang mencintai bunga sakura yang menyimbolkan kehidupan 
itu sendiri. Jiwa sakura adalah jiwa samurai yang dipandang berumur 
pendek dalam dunia pancung-memancung. Begitu juga kehidupan manusia yang 
terasa begitu pendek bagi mereka yang selalu mengisi kehidupan penuh, 
bagi orang Jepang, bagi orang negara maju yang hidup dalam masyarakat 
yang semarak kaya vitalitas.

Hari-hari terasa panjang bagi saudara kita yang berleleran keringat 
mengisi hari-harinya yang penuh derita di sana, di Ranah Minang. Kalau 
saja bunga sakura berkembang di sana ...

e

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke