Sebetulnya secara sederhana si anak bisa jawab bahwa memang belum ada 
Malaikat yang dipensiunkan.  Tidak usah berdasarkan Ahmadi/Qadiyan 
atau PadangPanjangan; tapi menurut peraturannya pensiun itu tidak ada 
hubungannya dengan ada/tidaknya objek pekerjaan dari si pekerja.
Tapi lebih kepada soal umuuuurrrr.

Kalo tidak bekerja lagi karena tidak ada kerjaannya itu namanya PHK, 
Rationalisasi, GOlden Shake-Hand etc; bukan pensiun!

Gitu Om Adi, tidak usah terlalu sensitif ngebawain perasaan bahwa 
kepercayaan anda sedang di-uji oleh orang lain....



~rarach





--- In [EMAIL PROTECTED], "Adi N.S." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum wr.wb.
> 
> Tiga hari yang lampau, saya mendapat pertanyaan dari anak  bungsu  
saya yang
> masih duduk di kelas III SLTP  yang kebetulan mendapat PR dari guru 
agamanya
> disekolah. Anak saya itu nampaknya bingung juga  untuk menjawab 
pertanyaan
> guru agamanya tsb.
> 
> Guru agama tsb menanyakan kepada anak saya dan juga temannya 
sekelas:
> 
> "Siapakah malaikat yang telah dipensiunkan oleh Allah?" Saya nggak 
habis
> pikir kenapa pertanyaan itu justeru muncul dari seorang guru agama 
Islam
> dan kemudian diteruskannya  pula kepada anak didiknya disekolah.
> Jangan-jangan guru agama yang saya kebetulan saya kenal  ini 
nyindir saya
> sebagai orang Ahmadi yang tidak mempercayai adanya nya malaikat yang
> dipensiunkan Allah  atau "retired"  dari pekerjaannya.
> 
> Saya tak memberikan jawaban terhadap PR anak saya tsb.... takut 
anak saya
> dicap orang Qadiani dan sebagai jawabannya saya sarankan dia
> "mufakat-mufakat" saja dengan teman-temannya yang lain satu kelas. 
Saya
> terpaksa ngaku bodoh dan tak tahu terhadap soal PR anak saya itu.
> Biarlah... dianggap bodoh oleh anak sendiri.  Habis pertanyaannya 
sungguh
> menjebak  juga ..
> 
> Esok hari anak saya bercerita bahwa lebih separuh lebih anak-anak 
dikelasnya
> menjawab dengan MALAIKAT JIBRIL sebagai malaikat yang telah 
dipensiunkan
> Allah, dan ternyata jawaban itu betul... karena wahyu dan kenabian 
telah
> berakhir sepeninggal Nabi Muhammad SAW.
> 
> Ingin tahu jawaban anak saya? .Ternyata anak saya telah mengosongkan
> jawabannya alias tidak menjawab sama sekali. Alhamdulillah, 
komentar saya
> dalam hati.... Nampaknya anak saya juga nggak percaya bahwa JIBRIL 
pensiun.
> 
> " Lucu juga ya Pak, kok Malaikat kayak pegawai negeri aja .... ada
> pensiunnya",
> katanya sedikit kecewa karena dia tidak bisa menjawab 
dengan "betul" PR yang
> diberikan gurunya.
> 
> Kalau yang dipensiunkan Allah adalah Izrail... rasanya nggak 
mungkin..
> sebab setiap hari selalu saja ada orang yang mati. Kalau malaikat 
maut ini
> yang dipensiunkan saya rasa semua kita akan senang.... karena tak 
bakalan
> mati lagi.
> 
> Sekedar intermezo dan ini sungguh-sungguh terjadi pada diri 
keluarga saya.
> 
> Wassalamu'alaikum wr.wb.
> 



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke