Assalamualaikum,
 
Dear ni Wis sayang,
 
Aku lagi baca Doctor Zhivago (sudah yg ke 3 kali tapi masih juga belum mudeng pada moral ceritanya) pada bagian Yury sedang memikirkan kekasihnya Lara yang terpisah karena perang dengan perasaan terkoyak-koyak. Kata Boris Pasternak, " At the thought of seeing Lara once more, his heart leapt for joy. Yury leaned forward and trew his armas round the horse's neck. The horse felt that this sign of affection was an appeal to his strength, and quickened its pace."
 
But Uni, it doesn't always takes two for dancing. Tanggo maybe yes!
 
Wassalam and Love,
 
Evi
----- Original Message -----
ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke