Oh kekasihku, adinda kakanda ibunda nenenda Rahim Rahima

Thanks berat atas penjelasan dikau. Gue seneng banget deh. Ternyata diam-diam dikau "naksir" juga yah ama diskusi kita-kita nan awam ini. Tinggal kita tunggu kontribusi St Lembang dan Nadri. Kayaknya mereka berdua "ogah" ya bergaul ama kita-kita yang "kampungan" ini?.

Nggak apalah Uni Rahima. Inilah nasib kita sebagai rakyaik badarai yang hendak mencari keadilan di tengah sarang penyamun.

Tapi ngomong-ngomong, kok key factor "waw" (unsur awam) pada kata "qawwamuna" sepertinya terabaikan oleh Kanda Yang Mulia?. Mungkinkah nilai tasdi' pada kata itu menyiratkan penekanan derivasi awam pada "qawm" seperti dalam "qawm 'il kafirin" misalnya...

Saya masih bingung kenapa Dinda mengasosiasikan "qwm" menjadi "qm" seperti perintah "aqiimu shalat" atau siraat 'l mustaqim (tidak manipulatif). Tapi ngomong-ngomong, "waw" itu bengkok  ya?

Jawabannya sangat ditunggu-tunggu, lho.

Love

A.C. St Rangkayo Labih

 

  rahim rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


LELAKI DAN WANITA
Assalamualaikum Wr.Wb.

Saudara saudari saya Rahimakumullah.
Memenuhi sedikit permintaan saudara Esteranch,saya
mencoba mengusahakan sedikit penjelasan mengenai ayat
"Arrijaalu qawwaamunaa alannisaa".(dikerat)



Do You Yahoo!?
Yahoo! Health - your guide to health and wellness

Kirim email ke