Assalamualaikum Wr.Wb.
Secara terpaksa sekali saya membalas lagi mail saudara
Esteranch.Meskipun saat ini saya membalasnya di
Warnet(berhubung com saya lagi ada gangguan).
Saudara Esteranch,sejujurnya saya banyak mengambil
dari buku Pak Quraish Shihab (dalam masalah
tafsir)kemudian saya gabungkan dgn pendapat-pendapat
dari penafsir-penafsir yang lain.Seperti Syaiid
Quthb,Ibn katsir,Al Zuhaili (penafsir kontemporer
sekarang),didalam kitabnya "tafsir Al Munir".Jarang
sekali saya memakai pendapat saya sendiri dalam
masalah penafsiran itu,kecuali kalau dalam keadaan
terpaksa,dgn arti kata saya tdk menemukannya.Dan saya
tdk memaksakan diri utk itu(buat apa pusing-pusing).
Nampaknya saudara sangat marah sekali dgn "pemutusan "
saya ini berkomunikasi dgn saudara.Sejujurnya bkan
saya tdk mau berdiskusi dgn saudara,malah sangat
senang,karena dari awal saya sdh dapat mengerti akan
jalur pemikiran saudara.Malah hal ini pernah saya
kemukakan dgn beberapa orang netter lainnya,tatkala
saya diperingatkan agar ...tarhadap saudara(tak perlu
sya ungkapkan).Tapi jawab saya ketika itu.Saya malah
senang berdiskusi dgn apa yang namanya Esteranch.
Tapi amat disayangkan,bukan saya ambil batu sembunyi
tangan dari saudara,sama sekali tidak,tapi sekali lagi
kondisi saya benar-benar tidak memungkinkan.Karena
saya lihat pertanyaan dan diskusi pada saudara
berantai terus.Saudara memang saya akui sangat pintar
memancing saya utk berbicara.Termasuk disaat membalas
mail yang ini.Padahal saya sdh katakan,saya mau
mengundur diri dari saudara.tapi disini saya hanya
membalas,mohon kemaafan yang sebesar-besarnya.
Bagi saya,terserah pada saudara apapun pandangan
saudara ttg saya dan suami saya,jujur apa tidak
saya,silahkan "cek dan ricek" kembali,datanglah ke
Mesir ini.Lihat sendiri siapa saya,dan suami
saya.kalau saudara masih sangat penasaran.Mengapa
saudara sangat cepat emosi,dan memvonis seseorang,bila
saudara kurang puas dgn orang tsb..?Kalau mau banyak
waktu dgn saya,silahkan saja berkunjung ke Mesir.
Nantik kalau skripsi saya sdh selesai,saudara boleh
menghujat,menghantam,atau apalah yang saudara
kehendaki.namun saat ini saya benar-benar ngak punya
wktu mengertilah akan diri saya.
Kalau ingin lebih jelasnya ttg saya,silahkan cek di
Departen\ment Agama Pusat,nama " Hj,Rahima Sikumbang
Sarmadi Lc" yang ditugaskan di MAN 2
Bukititnggi,Sumbar,sekarang dalam tugas belajar utk
program S2 di Al Azhar.Mohon dimengerti waktu yang
diberikan pada saya hanya 2 thn,atau bisa ditambah 1
thn lagi(3thn),sementara skripsi saya masih banyak
yang harus diselesaikan.Itu sebabnya saya ngak bisa
banyak berdiskusi dgn saudara.saya hanya bisa menulis
kapan waktu saya mau.
Semoga saudara mengerti kondisi saya yang
sebenarnya.sekali lagi,mengertilah.jangan emosi
begitu.saya ngak pernah ambil pusing selama ini dgn
saudara.tetapi saya lihat nampaknya saudara sangat
emosi dgn "pemutusan saya terhadap saudara".Dgn apa
lagi saya menjelaskan pada saudara akan kondisi saya
ini.Saudara sangat keras sekali.Tapi saya ngakkan
marah pada saudara,karena saya mengerti saudara.Apa
ingin ketemu dgn saya langsung..?Silahkan saja.
Sudah yah..jangan emosi.
Wassalam.Rahima Sikumbang.
--- esteranc labeh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salaamun alaikum WW
> Uni Rahima nan cantik jelita bak bidadari di surga.
> Sebetulnya hamba sangat tidak puas dengan jawaban
> Uni tentang muatan kontradiktif dari penjelasan Uni.
>
> Dan menyangkut tentang sejumlah orientalis, saya
> sudah sejak lama memonitor sepak terjang mereka baik
> lewat buku-buku yang diterbitkan maupun di internet.
> Bahkan dalam catatan saya, mereka mampu mengajukan
> lebih dari 50 kontradiksi dalam Quran. Setelah saya
> teliti, ternyata bukan kontradiksi melainkan
> "diskoneksi" antara bahasa asli (Quranic) dengan The
> Holy Quran (terjemahan bahasa Inggris). Mereka
> melihat kontradiksi hanya dari lapis muka hasil
> terjemahan bahasa Inggris, thok. Dan itu tidak saya
> ambil pusing. Itu "bolotnya" mereka. Jadi Uni jangan
> khawatir deh soal yang satu itu.
> Agaknya, soal kontradiksi bukan hal baru buat saya.
> Ketika saya menanyakan tentang artikel Uni yang
> kontradiktif, saya bermaksud sebenarnya. Dan jawaban
> Uni sungguh tidak memuaskan saya. Saya justru
> khawatir karena Uni sepertinya memaksakan diri untuk
> menjelaskan pemahaman Uni yang "gagal" dibuktikan
> secara rasio sederhana.
> Apalagi Uni sedang menyiapkan thesis yang nantinya
> akan berhadapan dengan profesor doktor insinyur di
> Al Azhar sana. Di sidang thesis, Uni akan berhadapan
> dengan antithesis yang jauh lebih dahsyat ketimbang
> seorang "Esteranc" yang jelek dan awam ini. Kecuali
> gelar Uni sekadar "palapeh makan" hawo-hawo sae.
> Kenapa tidak Uni jadikan saja diskusi kita ini
> sebagai try-out majelis thesis Uni nanti. Dan saya
> siap membantu menjadi "setan" kecil untuk menguji
> thesis Uni tsb.
> Jangan khawatir soal Bahasa Arab. Saya punya cukup
> banyak koleksi kamus bahasa Arab. Saya sudah cek dan
> ricek sebelum saya melayangkan pertanyaan ke Uni.
> Karena itu dalam posting terdahulu saya berani
> merilis, "Sungguh manusia diciptakan
> plintat-plintut..." Yang meskipun terkesan sangat
> tradisional (bahasa Jawa) tapi cukup deskriptif
> untuk menjelaskan makna "hollow, round" kepada
> audien. Disamping, bisa diterima oleh English
> speaking community. Sayang, posting tersebut tidak
> mendapat respon dari para pakar ilmu Quran di Rantau
> dan Surau, termasuk dari Uni sendiri, hafidzah Quran
> asal Sumbar, calon ulamawati kondang saingan Zakiah
> Darajat.
> Justru saya khawatir Uni terlalu terpaku kepada
> versi bahasa Arab kontemporer sehingga tercabut dari
> akar bahasa Quran aslinya. Ini kekhawatiran utama
> saya. Apalagi, contoh-contoh yang Uni pakai
> menggunakan "pidgin Egyptian" yang dipakai
> masyarakat Mesir sehari-hari yang tentunya telah
> bergeser sekian jauh dari bahasa Arab aslinya
> --mengingat tingginya tingkat alkulturasi di Mesir
> selama berabad-abad.
> Contoh lain, saya kutip kembali penjelasan Uni
> terdahulu (ini pertanyaan kedua yang saya anggap
> perlu Uni dijelaskan kepada publik di palanta Rantau
> dan Surau. Kalau nggak, Uni akan saya laporkan ke
> pos polisi terdekat):
> >>>>Oh yah..satu lagi,kenapa pada kata
> "Qawwam",("waw",nya
> ada dua buah).Jawabnya Ini menandakan lebih
> penguatan.dalam bahasa Arab,pertambahan satu huruf
> akan menambah,atau merubah arti.Seperti
> kata."Qawmun",artinya "suatu kaum"(kelompok).Tetapi
> ditambah satu lagi huruf "Waw"nya maka artinya akan
> berubah menjadi"Penegak,atau berdiri,atau juga
> pelindung".>>>>>
>
>
> Bagi saya, perubahan apapun dari kata sifat,
> keterangan, kata benda maupun fiil amri tentu tidak
> akan membuat sebuah derivatif tercabut dari unsur
> aslinya. Dalam konteks itu, sulit bagai logika sehat
> untuk menerima perubahan makna yang begitu jauh dari
> "Sejajar" menjadi "Pelindung atau Pemimpin" --dan
> akan semakin meleset lagi bila diartikan "Penegak
> atau Pendiri." Antara "sejajar" dengan "pemimpin",
> bukan sekadar meleset, tapi sudah masuk zona
> "antagonis," saya kira, yakni zona horisontal
> (sejajar) menjadi vertikal (pemimpin).
>
> Sepertinya telah terjadi "pemaksaan" di sini. Dalam
> istilah Inggris, cara ini disebut "fast and loose
> translation." Kalau istilah Quran, cara itu disebut,
> "mengikuti hawa nafsu" --dipakai oleh rabai Yahudi
> dalam menyesatkan kaumnya, termasuk untuk
> menyesatkan kaum Muslim sendiri. Dalam bahasa
> Padang ala J. Dachtar cara itu disebut, "Hitam kecek
> den hitam, putiah kecekden putiah." Yaaaaaah, nggak
> bisa begitu dong. Uni.
>
> Apalagi ada double w di situ (waw tasdi') dimana
> "qwm" menurut saya memberi makna ideal yang "sangat
> jauh berbeda" dari "qm." Uni, katakanlah kebenaran
> itu walaupun kebenaran itu menyakitkan orang-orang
> tertentu, termasuk karib kerabat kita sendiri.
> Silakan Uni baca posting saya, "The morale ratio of
> womanhood, Evi," sekadar ilustrasi komparatif.
>
> Kenapa ada indikasi Uni terancam "gagal" menghadapi
> antithesis para professor Uni? Karena..ada
> sinyalemen ke situ, terutama dari.semua penjelasan
> Uni selama ini a.l. terkesan "menyimpang" dari
> ahli-ahli tafsir yang kredibel di dunia
> --setidaknya kredibel di mata saya.
>
> Contoh, penjelasan Uni selama ini sering "kurang
> nyambung" atau bahkan "tak bersentuhan" sama sekali
> dengan salah satu tafsir dari sekian koleksi tafsir
> yang hingga kini masih saya jadikan referensi dalam
> moral diskusi saya selama ini ...yakni Al Maraghi,
> seorang warga Mesir, asli Mesir, berbahasa Mesir dan
> Arab serta paham bahasa Quran asli (Quranic).
>
> Bahkan, Uni menyebutkan Quraish Shihab sebagai salah
> seorang profesor Uni di Al Azhar, sekarang menjadi
> Dubes RI di Mesir. Berarti Uni pernah membaca
> karya-karya beliau untuk kajian Quran (tafsir).
> Dan..Quraish Shihab termasuk tokoh ulama Indonesia
> yang paling kredibel di mata saya untuk dijadikan
> "referensi bisnis terpercaya." Kenapa tidak ada
> satupun dari artikel Uni yang "bersentuhan" dengan
> ajaran dia?
>
> Siapakah "Uni Rahima" ini sebenarnya? Kalau Uni mau
> jujur sama saya, bolehlah saya tahu nama suami Uni
> yang bekerja di Kedubes RI di Mesir itu. Apalagi
> beliau ahli tafsir, tentu sangat penting artinya
> buat saya. Nanti dari sana, akan saya cek kebenaran
> identitas Uni dan suami Uni tersebut. Kalau mau sih.
> Kalau nggak, yaah, masketir aja. Kalau benar, saya
> ingin kenalan dalam arti sesungguhnya. Kapan perlu
> with the last flight to Cairo this weekend.
>
> Dan.(padahal) ...tak jarang Uni menggunakan bahasa
> Mesir sehari-hari sebagai ilustrasi pendapat Uni.
> Karena itu saya "sangat percaya" kalau Uni ternyata
> jauh lebih jago berbahasa Mesir daripada Al Maraghi
> sendiri.
>
> Mohon maaf beribu maaf. Kalaulah thesis Uni dalam
> bahasa Inggris, saya menyediakan diri sebagai
> translator. Kalaulah thesis Uni dalam Bahasa
> Indonesia, saya menyanggupi sebagai editor. Kalau
> Bahasa Arab, Uni lebih jago daripada saya. Tapi
> karena thesis Uni dalam "bahasa Mesir", you are on
> your own.
>
> Habis ngasih "bola tanggung," lantas kabur. Lempar
> batu sembunyi tangan. Nggak bisa gitu dong, Uni.
> Karena itu, pertanyaan saya ini harus segera Uni
> jawab. Kalau tidak, Uni saya laporkan ke pos polisi
> terdekat.
>
> Love
>
> A.C. St Rangkayo Labih
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Do You Yahoo!?
> Yahoo! Health - your guide to health and wellness
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Health - your guide to health and wellness
http://health.yahoo.com
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di:
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================