Nanda Arman yang bundo hormati,

Terima kasih yang tak terhingga bundo ucapkan karena nanda telah menghilangkan kecurigaan dan waswas  bundo terhadap BK. Nanda hebat sekali kok bisa-bisanya sambil bekerja di PT CPI masih mendapatkan sumber sejarah tersebut. Bundo yang lebih lama menghuni dunia ini dari nanda belum pernah menemukan cerita selengkap itu.  Hal-hal yang dibawah ini menyebabkan bundo agak enggan salamoko dipanggie jo Bundo Kanduang, agak tasirok darah didado.  Dibuku otobiografi A. A. Navis dihalaman 141menulis sbb: Suatu ketika pada tahun 1964 diberitakan bahwa Hartini Soekarno akan diberi gelar kehormatan BUNDO KANDUANG AGUNG. Masyarakat tidak senang. Saya tidak setuju dengan rencana pemberian gelar kerhormatan kepada Hartini Soekarno karena beberapa hal:

       Menganggapnya sebagai program penjilatan dari pejabat-pejabat �urang awak� di Kantor Gubernur

       Khawatir akan disalah artikan oleh Bung Karno. Mitology BK sendiri tidaklah begitu terhormat dikalangan terpelajar Minang.

Akhirnya Hartini Soekarno dianugrahi gelar kehormatan: IBU KANDUNG AGUNG.

Dari buku Cindur Mata karangan Aman Dt. Majo Indo dikatakan pada waktu Bundo Kandung memerintah sudah dizaman Islam = ABSSBK. Ada besar 4 balai yang dianggap menteri: Menteri Adat(Datuk Bendahara), Menteri Peperangan(Datuk Makhudum), Menteri Syara(Tuan Kadi), Menteri Keuangan (Indomo). Masa didalam negeri yang berdasarkan agama Islam seseorang melahirkan tanpa bapak anaknya. (Mungkin sebaiknya buku karangan A. Dt Majo Indo ini diperbaiki untuk menghilangkan kita berbuat dosa dengan mencurigai BK dan menuduhnya yang tidak-tidak.)

Jadi syukur Alhamdulillah waswas dan keraguan tersebut bisa dihilangkan dengan cerita nanda.

 

Sekianlah Wassalam,

Bundo Nismah

 



Do You Yahoo!?
LAUNCH - Your Yahoo! Music Experience

Kirim email ke