Assalamualaikum ww Suai kito tu, urang Minang memang sudah sangat dikenal oleh manca negara sajak zaman saisuak.
Negeri asal anak bangsa Melayu Minangkabau ini adalah Luhak nan Tigo yang dari sinilah diawal abad 6 Masehi berkembang ke "Rantau Pasisia Panjang" di barat pulau Perca dan "Rantau Pasisia Laweh" di timur pulau Andaleh ini dan selanjutnya sampai ke seberang selat iaitu Negeri Sembilan di Malaysia Juga diperkirakan Rantau Pesisir Timur berkembang lebih dahulu terutama perkembangan perniagaan rempah2 seperti Merica, cangkeh, kayu manih, gatah kumayan, kayu harum (bahan untuak Hiyo untuak urang cino sumbayang), kapua barus, Emas dan hasil hutan lainnya dengan bangsa luar sebagaimana Cornellis van Quelbergh 17 Mey 1683 menelusuri sungai Siak (di propinsi Riau sekarang) hingga ke anak Sungai Tapung dan tercatat di Petapahan (sekarang daerah ladang minyak Caltex masuk Kabupaten Kampar Riau) telah mereka dapati banyak kedai / pandai emas. Begitu juga Thomas Diaz dengan menelusuri sungai Rokan (juga di Prop. Riau) setahun berikutnya telah berhasil membuka hubungan dagang dengan Istano Rajo Buo di Pasaman Timur nan batali darah dengan Istano Basa Pagaruyuang, begitulah antusiasme saudagar2 asing dalam usahanya menembus ke pusat2 Minangkabau dipedalaman Berbeda dengan kawasan timur, Rantau Pesisir Barat berkembang setelah Istano Basa menguasai ekonomi dan lalu lintas perdagangan di rantau Timur, Pesisir Barat terutama Tiku, Pariaman hingga Bengkulu yang ramai didatangi oleh saudagar Aceh, Tamil, Gujarat, Cina dan Persia (di Pariaman masih terdapat bekas daerah pemukiman sementara mereka seperti Kampuang Cino, Kampuang Kaliang dan budaya Tabuik dari Persia / Iran Catatan Meilink-Roelofz sebagaimana diungkapkan Tome Pieres bandar dagang pantai barat sejak dari Moulaboh, Tapak Tuan, Singkil, Sibolga, Air bangis, Sasak, Tiku, Pariaman, Padang, Painan, Inderapura, Muko-Muko dan Bengkulen adalah bandar yang ramai bahkan hingga setelah kedatangan Portugis di abad 16 Selanjutnya di abad 17 dan 18 lintasan perniagaan ini terus berkembang hingga ke dataran rendah Rokan, Panai, Bila dan Asahan, bahkan Reid mencatat daerah Tamiang di tenggara Aceh menjadi kerajaan underbow Minangkabau terutama setelah mangkatnya Sultan Iskandar Muda di Aceh. Naluri bisnis Anak Bangsa Melayu Minangkabau di abad 15 dan 16 memungkinkan mereka menyeberangi selat Malaka dan berlanjut exodus kenegeri yang kemudian bernama Negeri Sembilan di abad 17 dan 18 M, bahkan menurut Marsden di abad 13 Rombongan Raja Sri Tribhuana (Ayah Bundo Kanduang alias suami ibunya "Puti Reno Mandi") dari Pamalayu Jambi telah singgah di Malaka sebelum menuju Gujarat dan Coromandel. Baa gak ati, kan iyo urang Minang lah "GO INTERNATIONAL" sajak awak masih antah dima? wasalam AB Piliang "Urang Gedang Luhak Sakai" -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Wednesday, May 22, 2002 9:37 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [RantauNet] Dinamisme budaya minang manyimak perbincangan yg menarik ko ( diskusi budaya minang ttg bundo kanduang ) ambo ingin saketek manambah bumbu supayo taraso lamak "samba" hota , di lapau ko. maliek dari sejarah minang, dimana bercampur cerita sejarah dan dongeng / tambo nampaknya sejak jaman dulu, etnis minang telah "internazionalized" , banyak bergaul dengan berbagai bangsa atau bisa jadi orang Minang adalah etnis yg dinamis dan aktif dalam arti bahwa sejak dulu pun telah bergaul dg banyak pihak , atau telah pergi pula ke berbagai tempat , dan ada pula orang luar yg datang ke ranah minang. Hendra M Pulau gaduang RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

