Assalamualaikum Wr.Wb. Alhamdulillah masalah Maulid nabi ini sdh hampir selesai kita diskusikan.Saya sdh menduga sebelumnya dan sdh saya katakan bahwa tulisan yang ke 3 akan lebih seru lagi,karena disana ada perbedaan pendapat.Ternyata dugaan saya tak meleset.
Saya itu cuma tdk senang kalau Maulid nabi dikatakan Bid'ah.Karena saya tahu betul apa itu Bid'ah.Dan apa konsekwensinya atau ganjarannya bila seseorang melakukannya.Seperti yang disenyalir oleh Rasulullah"Kuluu Bid'ah Dhalalah,wakullu Dhalaalah finnaar" yang artinya: "Setiap Bid'ah itu berada dlm kesesatan(menyesatkan),dan setiap yang sesat berada dlm naraka". Tentu donk saya atau kita-kita yang telah memperingati Maulid nabi selama ini dikatakan telah membuat Bid'ah atau kesesatan pada akhirnya kita semua masuk neraka. Cuma itu saja yang saya tdk setuju.Karena saya tetap mempertahankan dan akan keras mempertahankannya bahwa Memperingati Maulid nabi itu bukanlah Bid'ah,sepanjang itu dilakukan bermanfaat buat Ummat dan tdk berlebihan dlm pelaksanaannya.Ngak gampang memvonis sesuatu itu sblm kita tahu akan sesuatu itu.Jgn jadi hakim kalau kita belum yakin. Wassalam dan mohon maaf.Rahima. --- Muhammad Nasir <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Satuju jo pandapek udo ko........jan asal manyabuik > bid'ah-bid'ah se tapi > tunjuak ka urang apanyo nan bid'ah, hadirilah acara > tu disitu baru tau awak > bahwa nan ma yang kurang tapek dan ma nan > tapek,..koq kurang tapek baranikan > diri mangacek jo urang nan mang ado kan acara tu, > jadi awak indak paralu > gondok2an doh..........bakuek sajo ibadah dan > ajaklah urang > sabanyak-banyaknyo ka surau untuk mandanga > pangajian. > > -----Original Message----- > From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]] > Sent: Friday, May 24, 2002 2:53 PM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: Re: [surau] Maulid nabi bukanlah Bid'ah.. > > > > Assalamu'alaikum wr. wb. > > Wah..wah... kelihatannya ini diskusi antara anak > buah Quraisy Shihab dengan > anak buah Bin Baz rupanya..., buliah dong sato > saketek... > > Menyimak diskusi mengenai Maulid Nabi, saya teringat > dengan kejadian > beberapa waktu yang lalu di kota tempat tinggal > saya. Salah satu stasion > radio diserang penduduk saat menyiarkan ceramah > agama, gara-gara si Ustadz > mengataka "Maulid nabi adalah sama dengan Natalan". > > Memang dalam praktek-praktek tertentu terdapat > hal-hal yang jelas-jelas > bid'ah di dalam pelaksanaan Maulid Nabi, atau > katakanlah ada kemudharatan > didalamnya, namun jika hal ini dilarang sama sekali > bisa jadi menimbulkan > kemudharatan lain seperti kejadian di atas. > Maka dalam hal ini bertemu dua kemudharatan yang > hampir tidak mungkin > dihindari keduanya sekaligus. > > Menghadapi permasalahan seperti ini Syaikh Ibnu > Taimiyah memberikan tips > sbb: > "Jika bertemu dua mudharat, tinggalkan yang yang > lebih besar dampak > negatifnya, dengan demikian kemudharatan kecil yang > kita tempuh tidak lagi > menjadi kewajiban untuk meninggalkannya". > > Nah.. sekarang mana yang lebih besar madharat-nya, > kalau benar seperti yang > disinyalir Uni Rahima bahwa tujuannya adalah untuk > ceramah keagamaan, > mengenang Rasulullah serta perjuangan beliau > menegakkan Islam, maka dapat > dipastikan bahwa acara tsb hampir tidak ada > madharatnya. Dalam hal ini saya > setuju agar memperingati Rasulullah kalau bisa > dilakukan setiap hari. > Tetapi kalau ternyata sarat dengan khurafat dan > berbagai bentuk kemusyrikan > tentu saja hal ini perlu dicegah paling tidak > diminimalisir. > > Nah.. menyikapi kasus yang kedua tsb kita perlu > berhati-hati karena > cara-cara yang frontal akan menjadi > kontra-produktif. Barangkali kita bisa > belajar dari wali songo, bagaimana mereka menjauhkan > masyarakat yang baru > masuk Islam dari tata-cara ritual pasca kematian ala > budaya Hindu, menjadi > bentuk yang Islami yaitu tahlilan. Ma'af mungkin ada > yang akan mengatakan > bahwa tahlilan adalah juga bid'ah, betul.. tetapi > kita tentu setuju bahwa > bid'ah yang satu ini lebih baik dibanding khurafat > ala Hindu. Kemudian > kalau hal itu suatu bid'ah maka tugas kitalah untuk > meluruskan dan > menyelesaikan da'wah wali songo tsb. > > Menurut hemat saya bukanlah hal yang prioritas > melarang masyarakat > melaksanakan Maulid Nabi, tetapi yang perlu kita > lakukan adalah menjauhkan > mereka dari khurafat/kemusyrikan dan meluruskan > aqidah mereka. Salah satu > caranya yaitu dengan apa yang ditawarkan Uni Rahima > yaitu memberikan > pendidikan kepada masyarakat agar menghormati dan > mencintai Rasulullah SAW, > serta meneladani beliau dalam arti sebenarnya, dalam > segala aspek > kehidupan. Diantara sikap hormat dan cinta tsb > adalah tidak mencela dan > mengolok-olok beliau, tindakan demikian jelas-jelas > bentuk kekufuran dan > biasanya dilakukan oleh orang-orang dengki, anak > buah Abu Jahal yang ingin > menjauhkan (bahasa Inggris-nya apa ya.. "ester.." > atau "estrange") umat > dari aqidahnya. > > Kita jangan terjebak dengan masalah-masalah kecil > sementara itu kita > mengabaikan masalah-masalah besar yang dihadapi > ummat. Hal ini seringkali > menyeret orang ke dalam kancah perselisihan dan > menjauhkan diri dari > persatuan, menutupi kepekaan jiwa kita dari > persoalan-persoalan besar yang > dihadapi umat. > Diantara masalah-masalah besar yang perlu menjadi > keprihatinan kita adalah: > > 1. Ketertinggalan ilmu pengetahuan, > teknologi dan peradaban > 2. Ketimpangan sosial dan ekonomi > 3. Kediktatoran dan > kesewenang-wenangan politik > 4. Pembaratan dan ghazwul fikri > 5. Permusuhan dan pendudukan > zionisme > 6. Perpecahan dan persengketaan di > dunia arab dan islam > 7. Dekadensi moral. > > Sakitu se.. dulu, samoga bamanfa'aik. > > Billahi taufiq wal hidayah > > Wassalamu'alaikum wr. wb. > > > > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? LAUNCH - Your Yahoo! Music Experience http://launch.yahoo.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

