(Sebuah catatan kecil---yang kutulis dengan air mata berlinang---pada
peringatan maulid junjunganku Muhammad bin Abdullah, Nabi yang mulia
yang peri kehidupannya penuh teladan dan cahaya yang takkan pudar
sepanjang masa)

Tasauf---terutama---ajaran Jalaluddin Rumi (1207 � 1273), penyair dan
sufi besar asal Persia adalah salah satu daya tarik para mualaf di Barat
untuk melakukan konversi kepada Islam. Salah satu ordo tasauf yang
berkembang pesat di Barat adalah adalah Tarekat Maulawiyah yang
bermarkas di Amerika Utara. Tarekat ini dipimpin oleh Shaikh Kabir
Helminski yang bersama isterinya Cammile Helminski  membentuk organisasi
dalam pelajaran spritual The Treshold Society yang menyedot perhatian
ratusan ribu orang. Seperti dilaporkan Tempo edisi 31 Desember 2001 � 6
Januari 2002, ada sekitar 2.000 orang non-muslim menyenandungkan zikir
dan lailaahaillalah begitu sejumlah darwis Amerika berpusar di panggung
sewktu The Treshold Society diundang ke acara pertemuan antar-iman di
Katedral Nasional tempat  ibadat Presiden Amerika Serikat

Sebagaimana sufi-sufi besar lainnya, Rumi sangat mencintai Muhammad SAW
sang Mustafa (Yang Terpilih). Mengutip Annemarie Schimel, yang dikenal
sebagai seorang pengagum Rumi, �siapapun yang menyimak na�t-i syarif,
yaitu penggalan musik pengantar pada permulaan upacara-upacara Maulawi
pasti akan merasa, bahkan mengetahui, betapa dalamnya cinta penyair ini
kepada Nabi Muhammad. Ini diungkapkannya dalam kata-katanya---Nabi
(Muhammad), pohon cemara dari taman kenabian,   musim seminya gnosis,
kuncup mawar dari padang Hukum Illahi dan bulbul yang mulia�.

Dan ketika Rumi menamakan Tuhan Matahari, pada waktu itu Muhammad adalah
bulan. Apabila Ahmad (Muhammad) matahari maka para wali adalah bulan.

Di bawah ini pusi Rumi yang menggambarkan Muhammad sebagai sang
cahaya*].

     Aku telah melemparkan bolaku melampaui Saturnus: hati-hatilah
     wahai bintang, dan tutupilah wajah kamu

     Jadi musnahlah dalam sinarku yang tidak ada bandingnya, supaya
     kamu tidak dipermalukan dihadapan cahayaku

     Demi kebaikan hati, aku menghilang setiap malam; (tetapi)
     bagaimana aku pergi? Aku hanya mempertontonkan kepergianku

     Supaya untuk semalam engkau boleh terbang tanpaku seperti
     kelelawar, mengepakkan sayap-sayapmu, di seputar tempat
     terbang ini

     Dan supaya seperti merak, engkau boleh memamerkan sayap, dan
     kemudian mabuk, sombong dan menipu diri

     Di waktu fajar saya mungkin menunjukkan wajah saya untuk
     menegurmu, agar jangan karena keakuan engkau menjadi kaum kiri

     Matahari ini pergi dengan wajah tak tertutup: wajah-Nya
     ditabiri oleh kelebihan dari cahanya.

Salam, Darwin

*] Dikutip dari John Reynard, Raja Wali Sang Raja (Judul Asli: All The
King�s Falcon, Rumi On Prophets and Reveleation) , Serambi, Jakarta
2001.



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke