----- Original Message -----
-----Tapi apapun, pada saat burung-burung aneh, unik, langka berhenti
atau
dilarang berkicau, atau terbang jauh tak tentu rimbanya, mungkin
ada
diantara burung dihabitat itu yang akan merasa kehilangan atau habitat
itu
sendiri yang kehilangan harmonisasinya alias keindahannya.-----
Assalamualaikum,
Manis benar tulisan uni Dessy. Senang membacanya. Betul Urpas adalah
sejenis burung langka dan saking langkanya orang penat bolak-balik wacana
untuk menentukan dimana letak jenisnya. Apakah ia sejenis burung tuna terbang
seperti Penguin, Kiwi, Kasuari atau burung Unta, yang jelas Urpas cari makan
siang hari dan tidur malam hari. Apakah ia sejenis Titithan air tawar berleher
hitam, Titithan Abu, Titithan berjumbai, yang jelas burung Urpas pintar
berenang dan menyelam. Kadang tak jarang "bikin sesat pemburu". Kelihaian
utamanya adalah bersembunyi dalam air sehingga cuma mata-mata awas yg bisa
melihat bahwa paruh dan mata setengah tiang bukanlah umbut teratai. Tapi
apapun dia: Albatros, Pelikan, Cangak, Kuntul atau Kokokan, Urpas berparuh
runcing dengan tungkai panjang dan kurus kering. Ada hati setengah modar
ingin memilikinya sebagai penghias kandang tapi dia lebih suka hidup di tengah
alang-alang. Maksudnya mulia tak kepalang supaya musuh tidak menilang. Dan uni
Dessy benar, kepergian burung langka dari habitatnya menghadirkan
sensasi-sensasi aneh bagi burung-burung yang ditinggalkan. Burung Urpas sudah
almarhum di RN, mari kita doakan agar dia pergi lengkap dengan atribut
keburungannnya.
Salam juga,
Evi
Salam,
Dessy
>
>