Salut deh atas ide nya dunsanak indra ko,ambo ado mangirim saketek opini,
Menurut saya bung Hatta adalah satu tipikal manusia minang yg mempunyai akal yg cerdas dan memiliki hati yg jernih ( berjiwa tulus ) , seimbang antara IQ dan EQ nya ( Emotional Quotient ) ( secara psikologis biasanya orang cerdas cenderung arogan atau kurang jernih jiwanya ) Kecerdasan dan ketulusan jiwa bung Hatta bisa kita lihat dari perjalanan sejarah beliau mengelola negara bersama bung Karno yg tak pernah sepi dari konflik tapi beliau bisa bertindak bijak. sebagai tambahan saya ada sedikit kisah mengenai pertemuan terakhir bung Hatta dengan bung Karno di rumah tahanan negara, beberapa saat sebelum bung Karno meninggal. Dengan berbagai cara bung Hatta berusaha menjenguk sahabat lamanya yg sedang ditahan regim Suharto, ketika sampai di ruang tahanan mereka bertatapan dan menyapa dalam bahasa Belanda,mereka tak banyak bicara, saling bertatapan dengan harunya mengingat perjalanan panjang mereka berdua , persahabatan dan pertengkaran , bung Hatta memeluk bung Karno untuk terakhir kalinya dan pergi ke luar ruangan tak kuat menahan haru. Bung Hatta sadar bahwa ia pernah dikecewakan, "disingkirkan" dll, oleh bung Karno tapi, tak ada dendam sedikit pun dalam hati nya , ia tetap menghormati bung Karno sebagai seorang sahabat terbaiknya dg segala plus minusnya. Ketika menghadapi kasus PRRI saya kira bung Hatta telah bertindak cukup bijak menyikapi nya. Ide Bung Hatta masih relevan sampai saat ini , beberapa yg cukup relevan antara lain ; 1. Pentingnya proses pencerdasan bangsa / pendidikan ( ia berbeda pendapat dg bung Karno sejak awal mengenai bagaimana meraih kemerdekaan, bung Hatta bahwa pencerdasan rakyat adalah dasar meraih kemerdekaan sedangkan bung Karno berpendapat bahwa rakyat yg bersemangat tinggi /revolusioner lah yg diperlukan untuk meraih kemerdekaan ) 2.Konsep pengelolaan negara secara desentralisasi ( konon berasal dari ide dari konsep nagari ) 3. Ide Koperasi , namun sayangnya mengenai koperasi ini banyak terjadi salah penafsiran dalam prakteknya dibandingkan dg ide awal yg dikembangkan oleh bung Hatta dulu. Bung Hatta dan Minang Cukup menarik bahwa bung Hatta dan juga bahwa beberapa tokoh besar minang lainnya lebih berpikir mengenai Indonesia dibanding minang atau lebih berpikir mengenai kemajuan Islam dibanding Minang misalnya. bisa jadi mereka tak ingin terjebak dalam chauvinisme sempit atau sebagainya. Kenapa figur Hatta jarang lagi lahir di kalangan anak-anak muda Minang? Bung Hatta , Hamka dan tokoh tokoh besar minang lainnya adalah manusia yg telah internasionalized ( bergaul dalam skala internasional ) sejak mereka masih muda . Pergaulan internasional tsb antara lain yg membuat mereka matang yg tak akan mereka dapatkan kalau hanya bergaul di lapau di kampuang nyo atau merantau ke Jakarta sekalipun. selain itu sebelum belajar ke luar negeri , di ranah minang atau dalam keluarga nya mereka telah mendapatkan tempaan yg cukup bagus, sebagai contoh keluarga bung Hatta adalah keluarga yg sangat kuat keislamannya salah seorang kakek / ayah ? nya adalah salah seorang tokoh tarekat di Bukittinggi. Kesempatan pergaulan internasional ini lah yg susah untuk bisa diraih oleh anak muda minang saat ini, Selain itu beberapa orang minang (saat ini ) yg merantau jauh ke luar negeri , kurang mendapatkan tempaan keagamaan atau sosial budaya yg kuat ,sehingga akhirnya malah luntur karakter /kejiwaannya ketika bergaul di luar. sakian dulu dari ambo Indra. wassalam Hendra Messa Banduang RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

