Assalamu'alaikum wr. wb.

Saya banyak sependapatnya dengan Sdr. Hendra Messa, antara lainnya
> Menurut saya bung Hatta adalah satu tipikal manusia minang yg mempunyai
akal yg cerdas dan memiliki hati yg jernih (berjiwa tulus) , seimbang antara
IQ dan EQ nya ( Emotional Quotient )
> Kecerdasan dan ketulusan jiwa bung Hatta bisa kita lihat dari perjalanan
sejarah beliau mengelola negara bersama bung Karno yg tak pernah sepi dari
konflik tapi beliau bisa bertindak bijak.

> Dengan berbagai cara bung Hatta berusaha menjenguk sahabat lamanya yg
sedang ditahan regim Suharto,  Saya garis bawahi, beliau adalah seorang yang
sangat humanis..

> Ketika menghadapi kasus PRRI saya kira bung Hatta telah bertindak cukup
bijak menyikapi nya.
Saya rasa hanya terasa kurang tegas karena beliau sangat tidak tega
menyinggung perasaan temannya
Bung Hatta sangat menentang proklamasi PRRI oleh Ahmad Husen dan Natsir,
beliau sangat menyesalkan proklamasi PRRI walaupun beliau sangat
menganjurkan otonomi/desentralisasi. PRRI adalah sindrom besar bagi
masyarakat Minang. Sayang Bung Hatta tidak sampai hati mengatakan bahwa PRRI
adalah kefatalan masyarakat Minang waktu itu dalam berfikir dan bersikap.
Sekarangpun masih terasa bagaimana sikap kritis telah ditinggalkan oleh
masyarakat Minang, dan terperangkap oleh "persatuan ummat" dan "penegakan
syariah Islam". Bung Hatta telah mencontohkan bagaimana menegakkan syariah
itu dalam diri lebih dahulu dan tidak bergeming oleh derasnya  mainstream
Masyumi dan lainnya.

> Ide Bung Hatta masih relevan sampai saat ini , beberapa yg cukup relevan
antara lain ;
>
> 1. Pentingnya proses pencerdasan bangsa / pendidikan ( ia berbeda pendapat
dg bung Karno sejak awal mengenai bagaimana meraih kemerdekaan, bung Hatta
bahwa pencerdasan rakyat adalah dasar meraih kemerdekaan sedangkan bung
Karno berpendapat bahwa rakyat yg bersemangat tinggi /revolusioner lah yg
diperlukan untuk meraih kemerdekaan).
--Masyarakat Minang secara tidak sadar telah mengadopsi idea Sukarno pada
waktu memproklamirkan PRRI, dan kelihatannya belum banyak berubah sampai
sekarang ini. Hal ini banyak berkaitan dengan keengganan urang Miang
mengembangkan kembali adatnya akibat terkooptasi oleh mainstream Islam,
lebih khusus faham Wahabi. Dapat dimengerti masyarakat yang menghadapi
terpaan derita ekonomis sementara sumber-sumber daya dalam wacana
perselisihan menjadikan alternatif  "instant" menjadi menarik. Untuk era
mendatang ide bung Hatta untuk pencerdasan rasanya tidak punya  alternatif
lain, suka atau tidak suka, yang menang ialah yang menguasai technology
(dalam arti luas, termasuk social engineering). Technology ialah
pencerdasan, pencerdasan berawal dari sikap pikir terbuka dan kritis. Sikap
pikir terbuka dan kritis ini justru yang banyak dimatikan sekarang termasuk
oleh mereka yang graduated dan telah berada dalam cyber society.

> 2.Konsep pengelolaan negara secara desentralisasi ( konon berasal dari ide
dari konsep nagari )
-- Pramudya Ananta Tur salah satu tokoh intelektual Indonesia yang masih
tersisa, waktu ditanya kenapa anda sangat menggandrungi NKRI, jawabannya
ternyata sangat sepele; karena Indonesia adalah kepulauan dan hampir semua
negara federasi berada diatas kontinen, sangat absurd, persis Sukarno dengan
Indonesia menggugat yang hanya menghitung export ke Belanda/Eropa, tapi lupa
menghitung investasi yang masuk ke Hindia Belanda waktu itu. Sekarang urang
awak masih mau ribut soal spinn off Simin Padang atau pendekatan sosial baru
untuk Minang?

> 3. Ide Koperasi , namun sayangnya mengenai koperasi ini banyak terjadi
salah penafsiran dalam prakteknya dibandingkan dg ide awal yg dikembangkan
oleh bung Hatta dulu.
-- Rasanya bukan salah tafsir, tapi ide ini belum waktunya, negara Eropa
utara berhasil dengan koperasi setelah gagalnya  feodalisme / merkantilisme
dan mengalami pergulatan dengan sosialisme. Dinegeri ini termasuk Minang
pergulatan idea itu justru dihindari, disimpan dibawah
karpet. Sehingga terjadilah rimba belantara ekonomi sekarang ini, tentu saja


koperasi dengan gampangnya bertransformasi menjadi KUPERASI yang semuanya
dilandasi oleh pancasila.
>
> Bung Hatta dan Minang
> Cukup menarik bahwa bung Hatta dan juga bahwa beberapa tokoh besar minang
lainnya lebih berpikir mengenai Indonesia dibanding minang atau lebih
berpikir mengenai kemajuan Islam dibanding Minang misalnya. bisa jadi mereka
tak ingin terjebak dalam chauvinisme sempit atau sebagainya.
-- Urang awak yang pemikir gampang terjebak jadi internasionalis, baik yang
komunis maupun yang islamis, apa karena ide "alam takambang jadi guru" kali.

> Kenapa figur Hatta jarang lagi lahir di  kalangan anak-anak muda Minang?
>
> Bung Hatta , Hamka dan tokoh tokoh besar minang lainnya adalah manusia yg
telah internasionalized (bergaul dalam skala internasional ) sejak mereka
masih muda . Pergaulan internasional tsb antara lain yg membuat mereka
matang yg tak akan mereka dapatkan kalau hanya bergaul di lapau di
kampuangnyo atau merantau ke Jakarta sekalipun. Selain itu sebelum belajar
ke luar negeri , di ranah minang atau dalam keluarga nya mereka telah
mendapatkan tempaan yg cukup bagus, sebagai contoh keluarga bung Hatta
adalah keluarga yg sangat kuat keislamannya salah seorang kakek / ayah ? nya
adalah salah seorang tokoh tarekat di Bukittinggi. Kesempatan pergaulan
internasional ini lah yg susah untuk bisa diraih oleh anak muda minang saat
ini. Selain itu beberapa orang minang (saat ini ) yg merantau jauh ke luar
negeri , kurang mendapatkan tempaan keagamaan atau sosial budaya yg
kuat,sehingga akhirnya malah luntur karakter /kejiwaannya ketika bergaul
diluar.
-- Budaya dasar minang ialah sikap kritis dan open minded, kalau pendidikan
formal saja sudah mengabaikan ini sedangkan sisi informal (rumah tangga,
nagari) kehilangan arah, jangan harap mambangkik batang tarandam.

Pertanyaan saya; sebagai mantan ketua perunding KMB, seorang demokrat,
kenapa bung Hatta tidak bereaksi waktu Natsir dan Sukarno dengan
menggerogoti Republik Indonesia Serikat, seandainya beliau bersikap lain
pada waktu itu, tentu lain lagi sejarahnya sekarang.

Hatta mungkin gagal sebagai politisi, namun sangat gemilang dalam memberi
contoh sebagai negarawan.

Wassalam

Basri Hasan St. Bagindo Nagari (54 th)







RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke