Assalamu'alaikum WW Mungkin hal-hal sarupo iko nan harus dipabanyak dilakukan, sanak di biliak ekonomi iko sakadar panambah wacana...
Wassalam Z Chaniago - Palai Rinuak http://www.kompas.com/kompas-cetak/0207/09/daerah/sumb22.htm Sumbar Datangkan Sapi Pejantan Australia Padang, Kompas - Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mendatangkan 23 sapi pejantan dari Australia untuk memproduksi mani beku. Selama ini para peternak mengeluhkan sulitnya mendapatkan sapi pejantan jenis unggul, sehingga masa birahi ribuan sapi betina terlewatkan begitu saja. "Selama ini bibit pejantan kami datangkan dari Lembang (Jawa Barat) dan Singosari (Jawa Timur). Jumlahnya memang kurang, hanya sembilan ekor," kata Kepala Dinas Peternakan Sumbar, Surya Dharma Sabirin, Senin (8/7). Dijelaskan, sebanyak 23 sapi pejantan dari Australia itu adalah bibit unggul jenis Simental. Karena bibit ini unggul, Dinas Peternakan Sumbar belum berani melepaskan pemeliharaannya pada peternak. Sapi-sapi tersebut tidak diprogram untuk kawin alami. Peternak yang ingin bibit sapi unggul harus melalui inseminasi buatan (IB) atau mani beku. Surya melukiskan, satu sapi pejantan dalam setahun hanya bisa mengawini 100 sapi betina. Sedang sapi betina jumlahnya mencapai sekitar 220.000 ekor dari populasi 759.582 ekor. Karena terbatasnya jumlah pejantan unggul, hanya ada 32 ekor termasuk 23 ekor yang didatangkan dari Australia, maka kini dikembangkan mani beku. "Dari satu sapi pejantan, mani bekunya bisa melayani 10.000 sampai 15.000 sapi betina. Di negara mana pun, tingkat keberhasilan mani beku ini berkisar 55 sampai 60 persen," jelasnya. Gratis Surya menegaskan, untuk IB pihaknya memberikan gratis dan posnya ada di tiap kota/kabupaten. Namun, masing-masing pemerintah kota/kabupaten membebani masyarakat dengan biaya untuk IB. Ada yang membayar pakai pisang, padi, dan sebagainya. Tentang petugas IB yang dikeluhkan peternak lamban kerjanya, Surya menjelaskan, selama ini peternak menilai petugas IB lamban karena harus datang saat diminta. Padahal, proses ovulasi (pembuahan) baru bisa terjadi 12 jam setelah masa birahi. Ini yang tidak dimengerti peternak. "Kalau cepat, hasilnya akan sia-sia, karena pembuahan baru bisa terjadi 12 jam setelah masa birahi. Makanya, petugas IB, kalau dilapori pagi, datangnya sore. Atau dilapori sore datang untuk melakukan IB pagi," papar Surya. Para peternak sapi potong di Kabupaten Lima Puluh Kota, mengatakan, karena lambannya petugas IB turun ke lapangan, ribuan sapi betina pada saat birahi tidak bisa dikawinkan. Para peternak berharap pemerintah membuat pos-pos IB dan menempatkan sapi pejantan dekat dengan peternak yang membutuhkan. "Siklus masa birahi sapi betina datang 21 hari sekali. Sayangnya, masa birahi tersebut terlewatkan begitu saja, karena minimnya pejantan jenis unggul dan lambannya petugas IB datang ke lokasi peternakan. Sebenarnya ini suatu kerugian bagi peternak," kata Firdaus Datuk Sindo Nan Putih, mewakili peternak di Situ-juah Bandadalam, Nagari Situjuah, Kabupaten Lima Puluh Kota. (NAL) ====================================================================== Alam Takambang Jadi Guru ====================================================================== _________________________________________________________________ Join the world�s largest e-mail service with MSN Hotmail. http://www.hotmail.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

