Assalamualaikum Wr. Wb....

Apak Darul (mudah-mudahan tidak salah), terima kasih respon positif apak
mengenai kegiatan kemitraan bogasari melalui informasi yang telah di forward-kan
oleh Uda Hendra.

Sebenarnya, selain membina kemitraan dengan pengusaha kecil-menengah (industri
hilir),  Bogasari juga sangat konsen dengan masalah ketersediaan pangan
nasional.  Untuk itu, nantinya Bogasari tidak hanya menjadi industri
penggilingan gandum -- yang notabene juga masih di import 100% --  tetapi akan
menjadi industri yang berbasis tepung-tepungan.   Salah satu upaya ke arah itu,
dalam tahun 2002 ini sedang dilakukan proyek untuk membangun pabrik "Tiwul
Instan" di Gunung Kidul dan Blitar ... (singkong -- bahan baku tiwul saat ini
masih produk dalam negeri).  Tapi gak tau dech .. kalo suatu hari bahan bakunya
diimpor pula ... soalnya kalo tidak salah tepung tapioka pun, bahan bakunya saat
ini juga diimport ... memang menyedihkan .. mengingat negara kita yang katanya
subur makmur ... gemah ripah loh jinawi ... ternyata apa-apa mesti di-impor ...
so .. gimana nich para sarjana pertanian..????... kapan kita bisa menjadi tuan
di rumah sendiri dalam hal ini???

Sebagai industri yang core bisnisnya penggilingan gandum, Bogasari rasanya tidak
mungkin melakukan 'pelebaran sayap' ke bidang pertanian/budidaya jagung atau
kedelai ... ntar dikira mau monopoli pula -- dari hilir ke hulu ingin dikuasai
-- soalnya sampai sekarang image tersebut masih belum hilang, walaupun
sebenarnya yang monopoli itu bukan Bogasari ... hehehe ... bukan bela diri lho
... (pembahasan ini di kesampingkan dulu ya pak .. kalo dijelaskan ..
kepanjangan ntar) .. Tetapi Bogasari tidak menutup kemungkinan untuk bekerja
sama dengan berbagai pihak dalam rangka pengembangan dan penyediaan bahan baku
pangan.  Misalnya kami juga bekerja sama dengan HKTI (Himpunan Kerukunan Tani
Indonesia) untuk melakukan pengembangan dan budidaya jagung di tanah air.  Juga
kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi untuk meneliti kemungkinan budidaya
gandum di tanah air.  Hasilnya, tahun 2000 kemarin, kami sudah melakukan panen
gandum yang ditanam di beberapa tempat (sebagian besar di jawa timur), dan
ternyata pada dasarnya gandum bisa tumbuh di Indonesia, tetapi dengan
persyaratan yang sedikit sulit, antara lain menyangkut lahan yang sesuai.
Tetapi Bogasari akan terus  melakukan uji coba-uji coba mengenai ini melalui
kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga-lembaga terkait.  Dan
tahun 2001 ini juga dilakukan uji coba penanaman gandum di 21 titik di beberapa
daerah, termasuk di NTT dan Sumbar.

Diharapkan suatu hari gandum juga bisa tumbuh di Indonesia dan tidak perlu
diimpor lagi.  Memang masih jauh, tetapi minimal jika bisa ditanam di sini akan
dapat meningkatkan dan memberdayakan masyarakat sekitarnya.  Karena
kenyataannya, saat ini makanan berbasis terigu sudah sangat memasyarakat sampai
ke pedesaan.  Harapan ini juga diilhami oleh keberhasilan India dalam budidaya
gandum.  India yang tadinya bukan negara penghasil gandum,  dalam kurun waktu 15
tahun ternyata mampu menjadi salah satu peng-ekspor gandum yang cukup besar.

Kalau apak sudah pernah mendengar program Bogasari Nugraha, ini juga merupakan
salah satu upaya Bogasari dalam rangka turut berpartisipasi dalam program
diversifikasi pangan nasional, disamping niat untuk membantu para peneliti yang
berminat melakukan penelitian di bidang ini  yang memang masih sangat sedikit.
Melalui penelitian-penelitian tersebut, sudah banyak dihasilkan
penelitian-penelitian yang tidak hanya berbasis terigu, tetapi juga
tepung-tepungan lain yang berasal dari dalam negeri.

Oya, sebagai informasi tambahan saja, Bogasari juga sudah memiliki pusat
pelatihan makanan berbasis tepung terigu yang tersebar di beberapa kota,
diantaranya di Padang.  Kami juga mengeluarkan tabloid dwi-mingguan yang disebut
"Wacana Mitra" yang berisi informasi dan panduan bagi mitra kecil - menengah
dalam mengembangkan bisnisnya.  Tabloid ini dibagikan secara gratis kepada
mitra-mitra di seluruh Indonesia.
Demikian informasi saya pak Darul ... mudah-mudahan apak tidak bosan baca email
yang panjang ini ... dan semoga apa yang saya sampaikan dapat menjawab
pertanyaan apak.  Kalau ada dunsanak di rantau ini yang ingin bertanya mengenai
bogasari atau pusat pelatihan makanan berbasis tepung terigu, misalnya .. atau
ingin mengikuti program bogasari nugraha ... (lumayan kan buat biaya
menyelesaikan tugas akhir .. hehehe) .. boleh kok menghubungi saya .....

Wassalam,
Iraf



                                                                 
                                                                 
                                                                 


Sanang mandanga infi dari Sdri Rafaini tantang kerjasama Bogasari.

Kalau boleh bertanya, ini semua tampaknya untuk industri hilirnya Bogasari,
Bagaimana dengan hulu dari Bogasari, apa ada kerja sama untuk mengusahakan
pengganti import kedele dan jagung yang jumlahnya besar sekali?

Tks/Brgds
Darul





RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke