Uni Evi, Menarik sekali tinjauan singkat Uni mengenai apresiasi terhadap fisik perempuan dalam dunia muslim. Tapi sepertinya melulu hanya masalah fisik ya Ni .. atau karena memang Uni hanya meninjau dari segi ini?? Apa "B3" tidak penting dalam dunia muslim??? Maaf ya Uni, soalnya yang menonjol dalam tinjauan ini kan Beauty,Beauty, Beauty dan Beauty lagi ... Memang ada faktor Behavior dalam penilaian "kecantikan perempuan yang 4 macam pendeknya" seperti Uni uraikan, tapi kok faktor Brain engga ada sama sekali?? Apa dalam dunia muslim, Brain bukan faktor yang perlu dalam menilai seorang perempuan??? Salam, Iraf Assalamualaikum, Iraf, sebetulnya kalau mau lebih fair dalam tradisi manapun, Barat-Timur, Utara-Selatan, Islam-kristen, atau dalam tradisi Badui dan Anak Dalam sekalipun, kecantikan perempuan selalu mengambil tempat dalam sejuta apresiasi bergelimang imajinasi kok. Seorang Umar bin Khatab pun tidak steril dari puji2an terhadap kecantikan fisik perempuan. "Jika sempurna keputihan kulit wanita dan kepirangan rambutnya, maka sempurna lah kecantikannya." Saya tidak tahu apakah perempuan Arab yang di acu oleh beliau aslinya berambut hitam atau pirang tapi Aisyah si pipi kemerahan juga menyebut2 kata putih, " Putih adalah bagian dari kecantikan" katanya. Begitu pentingnya kecantikan seorang perempuan sehingga Allah pun menjanjikan "gadis sorga" kepada laki-laki muslim saleh. "Dan ( di dalam surga itu ) terdapat bidadari2 bermata jeli." QS al-Waqi'ah:22. Menurut al Thabrani, gadis sorga itu adalah bidadari2 berkulit putih, bermata lebar, dan rambutnya lakasana sayap burung garuda. Seorang penulis lelaki muslim yang luar imajinasinya menambahkan, " Allah Swt menerangkan identitas gadis2 sorga itu berpayudara sintal dan bulat". Dan hebatnya lagi, tidak perduli berapa kali mereka di senggamai, begitu selesai, gadis2 ini kembali perawan. Setiap laki-laki saleh yang masuk surga langsung memperoleh 2 bidadari berbetis indah sebagai istri. Setiap istri memakai tujuhpuluh lapis kerudung yang tentunya tranparan karena tidak bisa menyembunyikan isi betis yang bak padi mengandung. Apresisiasi terhadap kecantikan perempuan tampaknya sudah menjadi legenda laki-laki sepanjang sejarah. Seorang muridnya Ibnu Taimiyahpun (segan lah cari namanya) tidak memberi "ampun" terhadap "kejelekan" tubuh perempuan, " Di antara yang cela pada diri wanita adalah tubuh yang pendek dan kasar". Sadis! Tapi kalau buku yang aku baca tidak bohong, memang itu lah katanya. Lebih jauh si "eksentrik" yang tentunya juga mendebarkan jantung dengan menuliskan kriteria2 kecantikan perempuan. Diantara unsur yg membuat perempuan mempesona adalah empat macam panjangnya: Matanya, tubuhnya, rambutnya, dan lehernya. Walaupun diatas "beliau" tidak melihat "kecantikan" pada premis "pendek" tapi atas nama prinsip "ekonomis" tiba-tiba perempuan menjadi cantik dalam 4 macam pendeknya: Tangannyanya, kakinya, mulutnya, dan matanya ---yaitu yang tidak menguras harta suaminya, tidak keluar dari rumahnya, tidak banyak bicara, dan tidak tamak (rakus) dengan segala yang dilihatnya. Itu saja Iraf, tinjauan singakat terhadap apresisia fisik perempuan dalam dunia muslim. Wassalam, Evi RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

