Dari koran Mimbar Minang edisi Jumat 2 Agustus 2002 wassalam
================ Hentikan Pengkristenan Orang Minang Padang, Mimbar Minang � Makin terbongkarnya prakti pengkafiran (kristenisasi) di Sumbar sebagaimana yang gencar diberitakan media massa, mengundang reaksi keras dari sejumlah elemen ummat Islam dan aktivis dakwah kampus beserta anggota dewan. Jaringan Persaudaraan Muslim (JPM) Sumbar dalam pernyataannya yang diterima Mimbar Minang, Kamis kemarin, mengecam dengan keras gencarnya praktik mengkristenkan orang Minang belakangaan ini terutama seperti yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan dan di RSU Yos Sudarso Padang. Begitu pula dengan kasus 'eksodus aqidah' keristenkan anak-anak ke Ambarawa dan Magelang seperti yang diekpos Paga Nagari. Dari gencarnya kristenisasi tersebut, kata Wakil Sekretaris JPM Sumbar Muchtar Rizal, nyata sekali adanya upaya sangat sistematis untuk mengacaukan ranah Minang yang selama ini terkenal sebagai kawasan kontong ummat Islam terbesar di Indonesia tetapi paling aman dan tentram. "Tidak tertutup kemungkinan kristenisasi tersebut hanyalah trik untuk memacing emosi, aksi dan reaksi keras ummat Islam, sehingga mereka kemudian punya bahan mengkampanyekan di dunia internasional bahwa terjadi pelanggaran HAM di Sumbar. Dan, dengan itu pula dapat diundang intervensi internasional sebagaimana yang mereka skenariokan di Maluku dan Ambon," tegasnya. Senada dengan itu, Wakil Ketuaa DPRD Sumbar H. Masfar Rasyid Dt. Raajo Tuo SH, juga mendesak agar dihentikannya upaya pemurtnaan orang Minng. "Kepada semua pihak kita mengimbau agar menghentikan semua aktivitas pemurtadan demi menjaga kerukunan antarumat beragama di daerah ini," serunya. Tentang gencarnya pengkafiran itu, H. Masfar Rasyid mengatakan bahwa seluruh warga Minang yang nota bene beragama Islam, baik di daerah maupun di perantauan, harus ikut bertanggungjawab mempertahankan aqidah anak- kemenakannya. "Kita semua harus ikut prihatin dan turut berupaya mencegah jangan sampai aktivitas permurtadan ini semakin meluas," tambahnya. DPRD Sumbar sendiri, menurut Masfar, terus menghimpun data, untuk kemudian dirapatkan dengan fraksi dan komisi yang ada di lembaga legislatif tersebut. "Setelah itu kita akan menentukan sikap tegas sehubungan dengan aktivitas pemurtadan ini," katanya. Stop! Mensubsidi Kristen Seruan yang sama juga disampaikan Forum Solidaritas Muslim Indonesia (FSMI) Sumbar. Sekjennya, H. Irfianda Abiddin,SE menyatakan FSMI mengutuk keras gencarnya usaha mengkristenkan ummat Islam di Sumbar. Terhadap kristenisasi dan pelarang berjilbab di RSU Yos Sudarso, FSMI mendesak agar pengelola RS yang melakukan pelanggaran HAM tersebut diproses secara hukum. Khusus kepada ummat Islam di daerah ini, FSMI begitu juga Jaringan Persaudaraan Muslim Sumbar menyerukan agar memboikot stop berobat ke RS Kristen itu. Aplaagi Sumbar tidak kekurangan rumah Sakit Islam seperti adanya RS Islam YARSI yang punya fasilits lebih lengkap hampir disemua ibu Kabupaten/Kota di Sumbar. Ummat Islam Sumbar juga msih punya banyak pilihan untuk berobat ke RSU milik pemerintah. "Kenapa harus ke RS Kristen? Itu berarti kita mensubsidi mereka untuk mendanai kristenisasi dan perlakuan diskriminatif," ingat Muchtar Erizal. (dod/yas) RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

