Ass.Wr.Wb. Maaf,pd tulisan kemaren saya buru2,jadi kalimatnya terpotong spi "pengering",entah pengering apa,tentu pembaca bingung,tapi ini diluar kemampuan saya,karena disaat asyik menulis(ketika itu di kantor kedutaan),saya dipanggil utk turun kebawah,dlm mengikuti "pertandingan Final bola Volley",jadi terpaksa saya turun disaat terakhir kalimat itu(pengering),mgkn pas suasana saat itu panasnya spi 43 derajat celcius.Wow�panas� Kini akan saya sambung dgn mengulang sedikit kalimat sblmnya,.."selamat menikmati.." Modernisasi,dan industrialisasi misalnya telah menyebabkan lenyapnya satwa-satwa atau terumbu karang sbg satu ekosistem,digantikan oleh satwa-satwa baru,seperti mobil,televisi,pengering rambut,atau mie instan,dgn ekosystemnya sendiri.Bunyi siamang yg dulu menyatu dgn nafas kehidupan sebuah kampung,kini digantikan oleh bunyi deru mesin-mesin penebang kayu,atau mobil2 balap yg berpacu dlm kecepatan tinggi,mengitari sebuah sirkuit.ditengah hutan,atau di padang pasir adalah simbol yg sempurna dari takluknya alam terhadap deru modernisasi yg tanpa batas.
Kita tdk hanya kehilangan satwa,akan tetapi kehilangan rasa bersatu kita dgn alam.Kita seakan2 tdk peduli dgn kesunyian,dan satwa2 tsb,dan seperti halnya mobil balap yg dipacu dgn kecepatan tinggi disirkuit.Penghancuran hutan terus menerus berlangsung dgn tempo tinggi.Bencana,kebakaran,asap tebal merupakan kulminasi dari penghancuran tsb.Kita tdk perduli dgn apa yg terjadi nantik. Selain itu bersamaan dgn kemajuan ekonomi serta meningkatnya kemakmuran,kita melihat tanda2 lenyapnya kedalaman(deepnees),didalam kehidupan masyarakat kontemporer. Masyarakat kontemporer kita lebih menyenangi gaya ketimbang makna,lebih menghargai penampilan ketimbang kedalaman,lebih mengejar kulit ketimbang isi.Masyarakat kita lebih gandrung membuat asosiasi-asosiasi(connatation),atau tanda2(sign)yg tidak ada nilai gunanya(use value).Pelat2 nomor mobil,misalnya diubah susunan,atau komposisinya,sehingga menghasilkan tanda2 baru,yg barangkali mempunyai asosiasi atau makna tertentu,tetapi apakah nilai guna dari tanda tsb.Sebagai sebuah protes sosial..? Terdapat pula pendangkalan bahasa didalam masyarakat kontemporer kita.Istilah2 yg berkembang dikalangan anak muda spt : �Emangnya gue pikirin�,atau �yg pentingkan penampilannya dong�.memberikan gambaran betapa bahasa kini sdh semakin ringan,semakin sdh tidak dibebani oleh makna,semakin melepaskan diri dari komunikasi bermakna.gambar2 video klip musik atau iklan2 komersial dlm televisi,seakan2 ikut memperkuat gambar kedangkalan permukaan ini.Gambar2 tsb sarat warna,sarat idiom,sarat reportoir,sarat gerakan,sarat tema,sarat irama,akan tetapi miskin makna,miskin kedalaman. Sementara itu para sosiolog,melihat lenyapnya batas2 sosial didalam masyarakat kontemporer kita,khususnya lenyapnya batas2 antara dunia anak2 dgn dunia orang dewasa lewat transparansi media.Ketika anak2 bisa menyaksikan tontonan2 yg merupakan dunia org dewasa lewat video,atau komputer(video,atau disket porno),maka secara sosiologis batas antara dunia anak2 dgn dunia org dewasa telah lenyap.Tidak ada lagi rahasia yg masih tersisa buat anak2.Secara tradisional,yg membatasi dunia anak2 dan dunia org dewasa adalah tabu,larangan dan pantangan tsb.Disamping itu,kalangan agama mlihat semakin lunturnya daya spritual..Nilai2 spritual semakin terlepas dr nilai2 ritual. Yang kita saksikan juga dalam masyarakat kontemporer adalah hilangnya konsep diri (self)didlm hutan rimba citraan(image) masyarakat informasi.Masyarakat informasi global menawarkan beraneka ragam konsep diri,lewat iklan,fashion show,kursus kepribadian,teknologi kecantikan,operasi plastik,seakan2 konsep diri itu adalah sesuatu yg dpt kita peroleh sbg suatu komoditi,sesuatu yg dpt kita beli. Lenyapnya diri yg sesungguhnya mengiring pada lenyapnya atau setidak2nya ditolaknya,realitas spt yg terjadi pd fenomena operasi plastik(spt Michael jakson),adalah topeng kesemuan dan kepalsuan.Yg dibeli dari pil Ecstasy adalah halusinasi dan ilusi.Ketika diri kita tak lebih menjadi sebuah topeng,sebuah Make-up,sebuah halusinasi,sebuah ilusi,maka lenyaplah apa yg disebut selama ini sbg �IDENTITAS DIRI�. Disamping itu,kita juga menyaksikan lenyapnya rasa malu didalam diri kita,didalam masyarakat kita,didalam media,didalam televisi,didalam politik,ekonomi,.Tubuh2 yg tanpa bungkus didalam media dan televisi:Para penegak keamanan yg menjajakan kebenaran di jalanan,para penegak hukum yg menjual keadilan didlm sebuah sidang pengadilan,para politisi yg mengobral kepalsuan didlm kampanye politik,para konglomerat yg berpacu didlm perkembangan usaha dan kekayaan,diatas kemiskinan org lain. -Semuanya menjual rasa malu demi memperoleh akumulasi material/kapital. Masyarakat kontemporer kita justru malu memiliki rasa malu.Mereka menjual rasa malu itu dgn harga yg murah(korupsi,kolusi),dan membeli �rasa tak malu� dgn harga yg mahal,(pil Ecstasy).Inilah IRONI masyarakat kontemporer kita. Wassalam.(cairo,3 8-02,Rahima) __________________________________________________ Do You Yahoo!? Yahoo! Health - Feel better, live better http://health.yahoo.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

