Laporan: Tim Liputan FONT> |
Tobelo (LaskarJihad.or.id) -- Kecamatan
Tobelo, Maluku Utara kembali bergolak. Pada Selasa (6/7) pagi sekitar pukul
10.00 WIT, perumahan umat Islam di desa Gorua dan Popilo kembali dibakar
kelompok Kristen.
Menurut sumber laskarjihad.or.id, akibat
penyerangan kelompok Kristen itu, sekitar 500 umat Islam yang berada di daerah
itu hingga berita ini diturunkan masih berusaha mengungsi ke Galela (desa
muslim yang terdekat dengan kecamatan Tobelo). Sebagian besar dari mereka
masih berada di hutan-hutan menyelamatkan diri.
Menurut informasi,
sebelum bentrokan terjadi, sekitar pukul 07.00 WIT, dua orang warga Muslim La
Tafri dan seorang lagi yang belum teridentifikasi namanya diculik oleh dua
orang oknum aparat Koramil dan Polsek setempat.
Sekitar pada pukul
09.00 WIT, salah satu dari mereka, yaitu La Tafri, ditemukan tewas dalam
keadaan tanpa kepala. Sementara rekannya hingga kini belum diketahui nasibnya.
Akibat peristi wa tersebut, timbul ketegangan di antara warga muslim
dan Kristen Tobelo, yang kemudian berlanjut penyerangan kelompok Kristen ke
perkampungan umat Islam Gorua.
Karena tidak berimbangnya jumlah,
kekuatan, persenjataan, serta kondisi geografis desa Gorua yang tidak
menguntungkan, akhirnya sekitar pukul 10.00 WIT warga Gorua dan Popilo
mengungsi ke hutan-hutan.
Seluruh rumah warga muslim di wilayah
tersebut berhasil dibakar habis oleh pasukan Kristen. Aparat Marinir yang
bertugas di daerah tersebut tidak mampu berbuat banyak dalam mengahadapi
serangan kelompok Kristen yang menggunakan berbagai macam senjata api organik.
Anehnya, umat Islam di luar kecamatan Tobelo, seperti Galela, Ternate
dan sekitarnya, yang ingin memberikan bantuan ke desa tersebut tertahan oleh
blokade aparat keamanan dari kesatuan Marinir.
Masih menurut sumber
laskarjihad.or.id, aparat keamanan melakukan blokade di seluruh jalur-jalur
yang menghubungkan desa Gorua dengan desa muslim lainnya. Selain itu, aparat
marinir juga melakukan sweeping di Pelabuhan Jailolo, tempat yang selama ini
digunakan umat Islam untuk membantu masyarakat Gorua.
Aparat keamanan
juga melakukan sweeping diruas-ruas jalan di Ternate. Dan salah seorang tokoh
masyarakat Tobelo, Usman Marengke yang saat kejadian berada di Ternate,
ditangkap aparat keamanan dan hingga kini masih berada di Markas Sektor II
Ternate.
Sebelum peristiwa ini terjadi , warga Kristen di kecamatan
tersebut sempat melakuan pengusiran terhadap aparat keamanan dari luar daerah
Maluku yang ditugaskan di wilayah Kristen itu. Akibatnya warga Kristen dengan
leluasa melakukan aksi teror mereka terhadap warga muslim yang dalam jumlah
minoritas dan terjepit dengan puluhan desa Kristen lainnya.
Peristiwa
pembantaian dan pengusiran terhadap warga muslim Tobelo yang terjadi untuk
kedua kalinya, menurut sumber laskarjihad.or.id, dikarenakan warga Kristen
menolak kembalinya pengungsi muslim ke wilayah tersebut.
(tim)
|
;) |
;) |