Assalamualikum Wr. Wb

Ima, mengenai ortu yang punya anak banyak ada yang penurut dan pelawan rasanya
lumrah ya, asal gak kelewatan aja pelawannya (hehe).  Kakak Ima anak kedua
bukan?? Soalnya kata orang-orang anak kedua biasanya lebih nakal dr yang lain n
kata para psikolog Second Child Syndrome itu biasa.  Padahal kadang anak sulung
atau anak bungsu malah lebih nakal daripada yang lainnya, ya nggak?? Tapi bukan
berarti anak yang pelawan itu gak sayang sama orang tua kan???

Boleh juga kasih komentar mengenai hubungan pelawan dengan hidup tidak bahagia
kan?? Memang yang selama ini kita lihat dan pelajari kualat sama ortu bisa
membuat hidup tidak bahagia. Tapi sebaliknya ada juga anak yang sangat penurut
dan sangat penyayang sama orang tuanya mengalami hidup yang sangat sulit.  Jadi
kalau menurut saya, cobaan itu tidak selalu dalam bentuk yang
menyulitkan/menyusahkan dech.  Saya sendiri kadang-kadang malah merasa sedang
diuji jika sesuatu itu terlalu mudah. Mungkin Perasaan ini muncul dari melihat
beberapa kejadian dan cerita-cerita terkait. Misalnya anak Oma malang yang saya
ceritakan. Anak bungsunya itu kalo dilihat dari luar sepertinya memperoleh hidup
yang cukup bahagia kok (sepertinya lho, saya tidak tahu persis di dalamnya dia
bahagia apa enggak karena survey hanya berdasarkan pengamatan luar).  Secara
materi dia lebih dari berkecukupan, mempunyai karir bagus dan mempunyai
anak-anak yang bagus (saya tidak bilang baik -- karena metode survey masih
sama). Padahal kenyataannya gimana dia sama Ibunya? Begitu juga cerita Malin
Kundang, menurut saya bukankah sebenarnya dia sedang dicoba dengan diberi
kehidupan yang baik? tapi dia tidak menyadarinya hingga jadi lupa siapa dirinya.

Itu hanya contoh saja kenapa saya bilang bahwa cobaan tidak selalu harus dalam
bentuk menyulitkan/menyusahkan.  Sebaliknya bukankah kata orang "siak"
kesulitan/kesusahan tidak selalu merupakan hukuman, tapi sebuah proses promosi
untuk menduduki posisi lebih tinggi dalam tangga karir keimanan seseorang?? Saya
bukan ahli agama Ima, tapi begitulah yang saya rasakan.

Oya Ima, jangan takut untuk terus berdakwah di Net ini. Kita senang dan memang
masih membutuhkan dakwah kok, tapi kalau digurui mungkin memang ada orang yang
tidak suka (eh bukan berarti saya bilang Ima menggurui lho, jangan salah paham
yach).

Sekian dari saya, mohon maaf jika ada yang salah dan kurang berkenan.

Wassalam,
Iraf




Yenni,..kalau dipikir2 ada benarnya apa yg saudari
katakan,tapi bagaimana dgn org tua yg punya anak
banyak,..dr sekian banyak anaknya ada juga yg
memperhatikannya bahkan menyayanginya sama
sekali.Apakah dapat kita katakan juga,ini akibat dr
perbuatannya terhadp org tuanya dahulu,..?Satu anaknya
ada yg pelawan,satu lagi malah ngak pernah melawan
sama sekali.sangat penurut.

Biasanya anak yg pelawan pd org tua hidupnya kurang
bahagia,sementara anak yg tak pernah melawan org
tuanya hidupnya selalu mendapat rahmat dari Allah
SWT.Ini benar2 kenyataan yg ada didepan mata saya
sendiri.Saya punya kakak kandung,..yg suka sekali
melawan ibu saya.tapi memang pd akhirnya hidupnya
sungguh sgt sulit,spi kakak saya tsb sadar.Ia
sadar,.krn melihat kehidupan saya dr gadis,spi
berumahtangga damai dan tenang saja,anak2 sayapun
penurut,bahkan klu kami keluar rumah,yg membersihkan
rumah justru anak2 saya yg msh sgt kecil2
sekali,terkadang menyiapkan makan diatas meja,sehingga
disaat kami pulang,saya dan suami tertawa
sendiri.Lucu,..kayak ada Ultah saja,..makanan disusun
rapi.




RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke